REKAM DATA e-ktp DI BALAI PERTEMUAN DESA KEDUNGJARAN / GEDUNG BUMDes PADA SENIN 20 NOVEMBER 2017

Rabu, 11 April 2018

Dana Desa Padat Karya

 Tahun 2018 ada perubahan besar dalam pelaksanaan Pembangunan di Desa. Perubahan itu terkait kebijakan mengenai besaran Dana Desa juga kebijakan pola pembangunannya. Sangat berbeda jauh dengan tahun - tahun sebelumnya hingga mengakibatkan banyak desa harus rela menerima besaran Dana Desa yang jauh lebih sedikit dari tahun sebelumnya.

Pelaksanaan pembangunannya juga mengalami perbedaan signifikan. Walau tahun 2017 sudah ada keharusan untuk menggunakan tenaga lokal dari desa dengan tujuan meningkatkan laju perekonomian desa dengan memberi lapangan pekerjaan yang cukup bagi warga desa.

Pada tahun 2018, lebih ditingkatkan lagi dengan pola " Padat Karya ", dengan mengharuskan Desa memberi kesempatan pada warga miskin walau wanita sekalipun. Hal ini menjadi perdebatan panjang dikalangan desa. Satu sisi harus mengejar kwalitas agar sarana prasarana bisa bermanfaat lama, juga harus menggunakan tenaga lokal dengan pola padat karya yang kemampuannya jelas sangat kurang.

Terlebih bila ini dikaitkan dengan sosialisasi dan edukasi Gotong Royong yang selama ini digerakkan sejak lama. Di Pedesaan budaya Gotong royong menjadi andalan desa-desa untuk mengais swadaya dalam bentuk kesertaan. Banyak kegiatan gotong royong yang hingga kini terbina sangat baik seperti gugur gunung, nyadran, ngledeg, kerigan, bersih desa dan lain-lain.

Bahkan kabupaten pekalonganpun mengadopsi budaya yang masih hidup ini dalam BERJUMPA, bersih Jumat Pagi. Sebuah gerakan yang melibatkan masyarakat dalam gerakan kebersihan.

Ada kekwatiran bila ini berlangsung lama, ketika masyarakat mengeluarkan tenaganya untuk kegiatan desa lalu dibayar. Gotong royong ini akan punah dalam waktu yang tak begitu lama. Maka kepala desa harus bijak mensikapi pola ini. Satu sisi harus bisa menerapkan Pola Padat Karya dalam pelaksanaan Dana Desa, sisi lain harus mengejar kwalitas.

Kewajiban utama, budaya gotong-royong agar senantiasa hidup lestari di desa-desa.



0 komentar:

Posting Komentar