REKAM DATA e-ktp DI BALAI PERTEMUAN DESA KEDUNGJARAN / GEDUNG BUMDes PADA SENIN 20 NOVEMBER 2017

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Pelantikan Sekretaris Desa

Laelatun Nadifa dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Desa Kedungjaran Saridjo untuk menjalankan tugas menjadi Sekretaris Desa di Kedungjaran

Dana Desa Untuk Pemberdayaan Masyarakat

Desa Kedungjaran adalah salah satu desa yang paling menonjol dalam pemanfaatan Dana Desa guna memberdayakan Masyarakat dalam rangka mengurangi angka kemiskinan masyarakat desa.

Penyerahan Sertifikat Prona

Penyerahan Sertifikat Prona untuk warga Kabupaten Pekalongan dilakukan serentak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan

Perpustakaan Terbaik IT

Kepala Desa Kedungjaran menyampaikan Masukan dihadapan penggiat Literasi Indonesia yang tergabung di Perpuseru untuk mengkuti tahapan Pengusulan di Musyawarah Desa guna memasukkan Perpustakaan yang bisa didanai dari Dana Desa.

Kerja Bakti Drainase Lingkungan

Dalam upaya menghadapi musim penghujan 2018/2019, guna meminimalisir genangan air di linkungan warga dilakukan kerja bakti secara serentak di desa kedungjaran.

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Selasa, 22 Mei 2018

Akses Internet Gratis di Perpusdes Ki Hajar Dewantara

       Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, Perpustakaan Desa Ki Hajar Dewantara memberikan akses internet gratis kepada semua pengunjung Perpustakaan baik menggunakan HP, Tablet, Laptop atau dekstop yang disediakan oleh Perpustakaan selama 24 jam. Pengunjung hanya perlu mengisi data diri untuk akses internet, Perpusdes Ki Hajar Dewantara bekerjasama dengan Coca Cola Foundation Indonesia sebagai penyedia manajemen akses internet tersebut yang disebut  dengan program Kunang-kunang. 

               Adanya spot akses internet gratis diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat dalam mencari informasi melalui media online atau internet. Selain akses internet, di Peprusdes pengunjung juga bisa mengakses buku-buku digital yang di dukung oleh aplikasi PaDi dari Telkom atau membaca buku-buku koleksi Perpustakaan. Jika anda bukan warga Kedungjaran dan ingin tahu dimana lokasinya silahkan klik Alamat Perpustakaan

                Untuk dapat mengakses internet, readers dapat melihat panduan video di bawah ini


Minggu, 13 Mei 2018

Pelatihan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Untuk Perpustakaan Desa

Peserta Pelatihan
           Tanggal 5 Mei - 9 Mei 2018 di Bekasi, tepatnya di Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah Bekasi, Coca Cola Foundation mengadakan pelatihan Sistem Informasi Manajemen (SIM) bagi pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan/Taman Baca Masyarakat (TBM) . Perpustakaan Desa Ki Hajar Dewantara Desa Kedungjaran menjadi salah satu peserta yang mengikuti pelatihan, dimana Kabupaten Pekalongan mengirimkan dua Perpusdes yaitu Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo dan Perpusdes Ki Hajar Dewantara Des Kedungjaran.


Direktur CCFI memberikan materi
        Sebelum mengikuti pelatihan Perpusdes/Kelurahan/TBM diseleksi terlebih dahulu oleh tim Coca Cola Foundation dan harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu sudah bekerja sama dengan CCFI dalam bentuk bantuan program PerpuSeru, memiliki jaringan internet dengan topologi jaringan yang bagus, dan sudah terintegrasi dengan sistem otomasi Perpustakaan. Pelatihan ini diikuti oleh 82 peserta dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berbagai Kabupaten dan Kota serta 100 peserta dari berbagai Perpusdes/Kelurahan/TBM tingkat nasional. 

Kegiatan ini mendatangkan banyak trainner dan narasumber yang berkualitas diantaranya dari direktur umum Coca Cola Foundation Indonesia, ibu Erlyn yang memberikan penjelasan tentang Sistem Infornasi Manajemen Perpustakaan dalam transformasi Perpustakaan. 

          Narasumber selanjutnya adalah Trainer Sistem Informasi Manajemen dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang memberikan materi tentang fungsi dan sistem Kunang-kunang, kunang-kunang merupakan sebuah sistem peningkatan layanan perpustakaan yang berkelanjutan, yang berguna untuk mengevaluasi dan monitoring yang menjadi salah satu kebutuhan untuk membantu dan mendorong perpustakaan dalam melakukan dokumentasi layanan perpusatakaan. Sistem kunang-kunang merupakan sebuah sistem terintegrasi dengan sistem Otomasi Perpustakaan umum untuk pengelolaan layanan internet untuk menghasilkan informasi terkait penggunaan layanan internet di Perpustakaan dan informasi jumlah kunjungan perpustakaan.

Penjelasan instalasi sistem KK
        

          Narasumber ketiga adalah ibu Ratna Pinasti yang merupakan jurnalis televisi yang sudah lama berkecimpung dalam dunia jurnalistik dan beliau merupakan Pembawa Berita di SCTV, beliau memberikan materi tentang komunikasi Persuasif untuk keberlanjutan pengembangan perpustakaan. Para peserta diajarkan bagaimana membuat presentasi yang baik dan benar serta bagaimana menyampaikan presentasi. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, namun juga praktek langsung dan dinilai oleh juri. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok lalu diberi tema masing-masing lalu dipraktekan dalam berbagai cara seperti simulasi, presentasi menggunakan media Power Point, dll. Narasumber yang terakhir yaitu dari Kementrian Desa, Ibu Ismi yang menyampaikan perihal mekanisme pemanfaatan Dana Desa untuk pengembangan Perpustakaan Desa. Ibu Ismi menjelaskan apa saja dasar-dasar peraturan yang mengatur pemanfaatan Dana Desa untuk Perpustakaan. Bahkan, tahun 2019 Perpustakaan merupakan prioritas yang harus di danai oleh Dana Desa.



         

Kamis, 03 Mei 2018

Evaluasi Desa 2018

 Mendadak, itu yang terkesan dan terjadi pada Penilaian Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan tahun 2018.  Sebuah kegiatan dari Kementrian Dalam Negeri dalam rangka menilai sejauhmana perkembangan sebuah desa dan kelurahan dalam menjalankan pelayanan pemerintahan selama periode waktu tertentu.

Pada tahun 2018 ini, Desa Kedungjaran mewakili Kabupaten Pekalongan dari 24 Kabupaten di Jawa Tengah yang mengikuti penilaian. Pada pertengahan April 2018 setelah mengirimkan persyaratan administrasi terjaring 6 desa yang akan dinilai kesiapan sesuai laporan administrasinya dengan kunjungan atau pemeriksaan ke desa masing-masing.

Awal mei, tepatnya 1 mei 2018, melalui berita Whatsapp didapat kabar bahwa Tim dari Provinsi Jawa tengah akan melakukan pemeriksaan desa pada hari Kamis 3 Mei 2018.

Maka bisa dibayangkan betapa sempitnya waktu yang tersedia untuk persiapan. Beruntung perlengkapan administrasi sudah siap sedari awal khususnya untuk pemerintahan desa. Maka dalam waktu yang ada, semua persiapan dilakukan. Pembagian tugas dilakukan secepat mungkin. Hingga pada akhirnya Kamis 3 Mei 2018, Tim Provinsi Jawa Tengah yang terdiri dari 18 orang dan tambahan 4 orang dari Kementrian Dalam Negeri Jakarta datang ke Balaidesa Kedungjaran.

Setelah sambutan selamat datang dari Bupati Pekalongan Bapak Asip Kholbihi SH M.Si dan maksud tujuan Tim yang disampaikan oleh Bapak Ir. Agus Suranta, M.Si dilakukan Pemaparan perkembangan Desa Kedungjaran oleh Bapak Saridjo selaku kepala desa kedungjaran kecamatan sragi kabupaten pekalongan. Setelah itu Tim dibagi menjadi 3 tim untuk menilai kelengkapan administrasi bidang Pemerintahan, Kewilayahan dan Kemasyarakatan.

Acara diakhiri sekitar jam 14.00 wibb setelah dilakukan kunjungan ke lokasi - lokasi unggulan di desa kedungjaran seperti BUMDes, Studio Radio dan pelaku UKM.

Selasa, 01 Mei 2018

LPJ Pembangunan Pagar Makam


Coba lewat di depan makam desa kedungjaran. Banyak yang agak takut. Selain tempatnya di pinggir Sungai, pagar makam yang rusak menambahkan kesan angker dibatin orang yang lewat didepannya. Namun sekarang tidak lagi. Setelah usulan beberapa tokoh masyarakat pada acara musyawarah penyusunan dokumen RKPDes di tahun 2017 maka perbaikan makam dilaksanakan di tahun 2017. 
Setelah memasuki tahun 2018, kepanitiaan segera terbentuk. Lalu bergerak mencari sumber dana. Ada yang di desa mengambil kesempatan musim panen padi yang telah tiba, ada juga perwakilan donatur Jakarta yang diberikan Proposal.

Tak kurang hanya dalam waktu singkat terkumpul 20-an juta rupiah. Maka pelaksanaan pembangunan segera dilakukan. Kurang dari 1 bulan pelaksanaan pembangunannya. Dan tepat pada tanggal 1 Mei 2018, pembangunan pagar sudah selesai dan masuk tahap pengecatan. Kini kesan angker telah hilang.