REKAM DATA e-ktp DI BALAI PERTEMUAN DESA KEDUNGJARAN / GEDUNG BUMDes PADA SENIN 20 NOVEMBER 2017

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Pelantikan Sekretaris Desa

Laelatun Nadifa dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Desa Kedungjaran Saridjo untuk menjalankan tugas menjadi Sekretaris Desa di Kedungjaran

Dana Desa Untuk Pemberdayaan Masyarakat

Desa Kedungjaran adalah salah satu desa yang paling menonjol dalam pemanfaatan Dana Desa guna memberdayakan Masyarakat dalam rangka mengurangi angka kemiskinan masyarakat desa.

Penyerahan Sertifikat Prona

Penyerahan Sertifikat Prona untuk warga Kabupaten Pekalongan dilakukan serentak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan

Perpustakaan Terbaik IT

Kepala Desa Kedungjaran menyampaikan Masukan dihadapan penggiat Literasi Indonesia yang tergabung di Perpuseru untuk mengkuti tahapan Pengusulan di Musyawarah Desa guna memasukkan Perpustakaan yang bisa didanai dari Dana Desa.

Kerja Bakti Drainase Lingkungan

Dalam upaya menghadapi musim penghujan 2018/2019, guna meminimalisir genangan air di linkungan warga dilakukan kerja bakti secara serentak di desa kedungjaran.

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Sabtu, 31 Mei 2014

Musyawarah Khusus Perempuan


Sebagai salah satu tahapan yang harus dilaksanakan dalam menjalankan pembangunan dalam program PNPM Mandiri Pedesaan adalah mengadakan MKP. Musyawarah Khusus Perempuan, sebuah rapat yang dihadiri khusus oleh Perempuan sebagai semangat mengedepankan pemberdayaan Perempuan.


Berlangsung pada hari Jumat 30 Mei 2014 di aula sekretariat desa Kedungjaran dihadiri segenap ibu-ibu dan remaja putri desa Kedungjaran. Dalam kesempatan tersebut berbagai Informasi disampaikan Bapak saridjo selaku kepala desa. Namun yang digaris bawahi adalah himbauan agar para perempuan desa kedungjaran untuk aktif berorganisasi sebagai dukungan terhadap pembangunan khusunya pembangunan bidang keperempuanan.


Pada kesempatan tersebut Bapak jumhan Satoto selaku wakil dari UPK PNPM Kecamatan Sragi menegaskan bahwa melalui Musyawarah khusus perempuan ini digali masukan, saran dan pemikiran dari para perempuan yang nantinya dirumuskan dalam usulan pembangunan. Ada dua usulan utama pada siang itu yaitu pembangunan gedung PAUD dan usulan Simpan Pinjam Perempuan atau SPP.

Dalam kesempatan tersebut juga dibentuk Tim Penulis Usulan dan Perwakilan Perempuan untuk MAD PNPM pada tahap selanjutnya.

Jumat, 30 Mei 2014

Pertemuan Praja Kusuma tanpa 3 Kepala Desa



Pertemuan rutin bulanan Paguyuban Kepala Desa sekecamatan Sragi pada Hari kamis 29 Mei 2014 yang bertempat di desa Krasak ageng terasa sangat beda dengan biasanya. Bertempat di kediaman Bapak Martopo Kepala Desa Krasak Ageng pertemuan tak dihadiri ketiga kepala desa yang sudah mengakhiri masa tugasnya.

Ketiga kepala desa tersebut adalah Tarochi kepala desa Tegalsuruh, Ciswo kepala desa Klunjukan dan Rebo kepala desa Sijeruk. Namun ketiga desa tersebut diwakili oleh penjabat kepala desa masing-masing yaitu Abdul Muhyi Tegalsuruh, Kosari Klunjukan dan Bahkti soyak sijeruk.

Mengambil waktu pada hari libur, tak seperti biasanya yang dilaksanakan pada hari kerja karena pertimbangan agar pelayanan kepada warga tak terganggu karena pada minggu tersebut ada 2 hari libur nasional. Akan tetapi karena sesuatu hal Bapak Camat sragi tak bisa menghadiri pertemuan dan diwakili oleh Sekretaris Kecamatan Bapak Heri Pancasilardi.

Tak banyak permaslahan yang dibahas, hanya mengenai carut marut KUD Subur dan telatnya berbagai Dana Bantuan dan kendaraan dinas Kepala desa yang telah dijanjikan. Yang mendasar disampaikan Bapak husein dari Ketanon adalah kedisiplinan Kepala Desa untuk hadir tepat waktu dan mementingkan acara Paguyuban sebagai wadah pemersatu dan sumber Informasi antar kepala desa.

Kamis, 22 Mei 2014

Doa Bersama awal tanam


Berlangsung dengan Sederhana namun hikmad, acara Doa bersama yang diselenggarakan pada kamis, 22 Mei 2014 pada pukul 20.00 wib di aula sekretariat Desa Kedungjaran. Acara yang digagas Pemerintah Desa untuk memohon perlindungan Allah SWT atas hajat petani dalam mengawali masa tanam Maret - September 2014. Terutama agar tanaman mereka terbebas dari berbagai hama penyakit hingga panen bisa meningkat.

Acara doa dipimpin oleh Al Ustadz Taslih yang merupakan Amir Masjid Nurul Huda Kedungjaran diikuti segenapa warga desa Kedungjaran baik tua maupun muda. Dalam muqodimah atau pembukaan disebutkan bahwa selain manusia diwajibkan berusaha juga harus disertai Doa serta tak lupa untuk menyisihkan hasil panennya untuk kaum yang membutuhkan.

Yang luar bisa acara Doa Bersama tersebut kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Dusun yang dilaksanakan secara bergiliran dalam satu tempat dimulai dari hadirin dusun 1 dan diteruskan dusun-dusun lainnya. Untuk Musyawarah Dusun digali usulan tambahan untuk dimasukkan dalam RPJMDes 2014 - 2019. Hingga Puncaknya diakhiri Musyawarah Desa yang mana membicarakan masalah pungutan Desa, pertanian dan kelanjutan Pembangunan Desa.
Semangat kembali terpacu dan terlecut, semoga semangat yang dilambari doa akan membuahkan hasil yang maksimal atas jalannya pembangunan yang dicanangkan.

Rabu, 21 Mei 2014

Koperasi, Kerjasama dalam semangat Kekeluargaan

Ada suasana miris, sedih dan nelangsa. Sebuah lembaga yang selama ini digadang-gadang sebagai penyelamat perekonomian rakyat terpuruk dalam keadaan hidup segan mati tak mau. Adalah KUD Subur Kecamatan Sragi, sebuah Koperasi Unit Desa yang pada masa keemasannya menjadi Pusat kegiatan perekonomian warga kecamatan sragi khususnya petani dan dunia pertanian. 

Pada saat itu, sekitar tahun 1980-an betapa sangat terasa kesibukan di Kantor KUD dan unit-unit usahanya. Berbagai usaha dilakukan, mulai Penjualan Pupuk, obat-obatan pertanian hingga pembelian hasil panen petani. Keuntungan dan manfaat dari keikutsertaan di KUD juga sangat dirasakan oleh anggota dari kemudahan pembelian bibit, pupuk dan obat murah hingga penjualan hasil panen dengan harga yang baik.


Namun semenjak tahun 2000-an ada perubahan drastis pada kehidupan KUD Subur Sragi, entah karena apa berbagai usaha yang dulunya aktif dilakukan satu demi satu berhenti hingga tinggal menyisakan gedung-gedung tanpa isi dan kegiatan berupa gudang dan penyelipan padi yang tak berproduksi.

Permasalahan berlanjut dan mencapai puncak ketika ada pemekaran wilayah yang semula hanya satu kecamatan Sragi menjadi dua kecamatan Sragi dan Siwalan. Hal ini berdampak kepada pembagian aset KUD Subur. Melalui RAT diputuskanlah pembagian aset dengan sebagian yang dinilai tak produktif dilelang atau dijual.

Pelaksanaan Lelang inilah yang kemudian mengakibatkan Dewan Pengurus menjadi kurang harmonis. Panitia Lelang yang juga sebagian terdiri dari Pengurus terjadi kekurang harmonisan hubungan kerja yang berujung saling melaporkan kepada pihak yang berwajib. Hingga terakhir pada hari Selasa, 20 Mei 2014 dilakukan Mediasi Pembinaan oleh Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan UMKM kabupaten Pekalongan di Wiradesa.

Pertemuan yang dihadiri pula oleh anggota Paguyuban Kepala Desa Praja Kusuma Sragi bertujuan mempertemukan antar kedua belah pihak yang berselisih paham. Namun dengan berbagai arahan, saran dan masukan dari Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan UMKM, Puskud Jawa Tengah dan  Paguyuban Kepala desa kedua pihak nampaknya belum bisa dipersatukan terutama dari Pihak Joyo selaku Ketua KUD Sragi.

Paguyuban melihat bahwa perlu segera diadakan RAT Luar Biasa untuk menyelesaikan carut marut permasalahan ini. Karena sebenarnya potensi KUD ini masih sangat-sangat bagus, apalagi dengan diberlakukannya Undang-Undang Desa maka ada potensi dana yang bisa dsatukan antar desa untuk menghidupkan kembali KUD tersebut.

Senin, 19 Mei 2014

Regulasi Tata Kelola Distribusi Air Irigasi


Apresiasi teramat tinggi patut disampaikan kepada jajaran DPRD Kabupaten Pekalongan di bawah kepemimpinan H. Asip Qolbihi. Khususnya Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan yang telah berinisiatif mengangkat permasalahan Regulasi tata kelola air irigasi dan Regulasi Sumber Daya Air. Paling tidak ini menjawab permasalahan di masyarakat pengguna air. Karena kenyataan dilapangan, betapa carut marutnya tata kelola pengairan yang berujung timbulnya konflik horisontal antar masyarakat karena perebutan air.

Semenjak era reformasi bergulir, betapa sangat dasyat perubahan tata pemerintahan ditataran manapun dan dalam bidang apapun. Seakan kekuasaan saat itu ada benar-benar ditangan rakyat, hingga di bidang pengairan rakyatpun latah mengejawantahkan kekuasaan atas haknya tersebut dengan sewenang-wenang dan kebablasan.
Bisa dilihat betapa berkuasanya rakyat dalam tanda kutip, hingga petugas pengatur air tak berkutik ketika dihadapkan pada hadangan rakyat yang telah sewenang-wenang membongkar paksa saluran irigasi dengan alasan rakyat butuh air. Hal ini berakibat semakin parahnya tata kelola air selain juga rusaknya sarana prasarana irigasi.

Pada level saluran Primer memang masih aman dari serangan tangan-tangan tak bertanggung jawab, namun di level sekunder hingga tersier batapa tata kelola ini seperti hutan rimba yang mengusung motto siapa berani dan kuat dia menang. Dan bukan sekali dua kali permasalahan perebutan air ini diselesaikan diujung senjata tajam.

Korbannya tentu masyarakat di hilir, walaupun daerah mereka dilewati jalur irigasi teknis namun tak setetes air mengaliri areal persawahan mereka. Terpaksa swadaya pengairan mandiri dengan system Pompanisasi yang diambil. Padahal untuk hanya 5 desa di Kecamatan Sragi, untuk pompanisasi dalam satu kali masa tanam membutuhkan dana hingga 500 jutaan rupiah, bukan angka yang sedikit.

Maka acara Public Hearing Perda SDA dan Perda Irigasi yang berlangsung di Aula DPRD Kabupaten Pekalongan pada senin, 19 Mei 2014 disambut dengan antusias oleh jajaran Pemerintah Desa dan masyarakat pengguna Air yang diwakili kelompok tani. Ada harapan atas regulasi tersebut muncul keteraturan tata kelola air irigasi hingga air bisa merata dan adil mengaliri setiap lahan persawahan milik petani.

Minggu, 11 Mei 2014

Jumpa Warga di Jakarta


Setelah 6 bulan pemerintahan desa Kedungjaran berjalan, baru kali ini Kepala Desa bisa berkesempatan menyambangi warganya yang sebagian besar merantau di Jakarta. Itupun ternyata harus melalui jalan yang berbolak-balik, bukan berliku. Karena memang Pak Kades berangkat hari Jum,at pagi 9 Mei 2014 namun harus pulang lagi karena ada warga sekaligus saudara meninggal dunia, dan kembali berangkat Sabtu, 10 Mei 2014.

Pertemuan akhirnya bisa dilaksanakan pada hari Minggu 11 Mei 2014, di aula Rumah Susun Angke Tambora Jakarta Barat. Agenda malam hari itu selain silaturahmi warga dengan kepala desa sekaligus membahas 4 masalah penting desa. Tindak lanjut pembangunan Masjid Baiturohman, agenda 17-an, acara musik Underground dan Halal bi Halal sehabis lebaran.

Syukur Alhamdulillah untuk Penggalangan dana pada acara yang digawangi Bapak Jupri dan Syahroni bisa mengumpulkan dana spontan sebanyak 10-jutaan rupiah dari kebutuhan total 50-jutaan rupiah. Namun melihat dari jumlah yang hadir adalah hal yang Insya Allah ringan untuk menutupi kekurangan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Bapak Saridjo memanfaatkan waktu yang ada untuk melaporkan perkembangan pembangunan di desa Kedungjaran. Kebetulan saat ini masih berlangsung 3 proyek bersamaan di desa. Juga dilaporkan berbagai permasalahan yang ada di desa hingga ada keterbukaan yang mana diharap ada kebersamaan untuk menuntaskannya.

Hadir dalam kesempatan tersebut selain Tokoh Masyarakat Kedungjaran yang ada di Jakarta seperti Bapak Karim, Jupri, Agus Kuncoro juga Tokoh Muda yang tergabung di PARTA Kedungjaran serta Komunitas pecinta Seni Bawah Tanah Desa Kedungjaran. Juga para usahawan yang sebagian besar berusaha di bidang warung makan.
Semoga silaturahmi ini senantiasa terjaga hingga tercipta kehidupan kebersamaan yang harmonis dan saling mendukung, baik dalam pembangunan maupun dalam sosial kemasyarakatan.

Selasa, 06 Mei 2014

Laporan pelaksanaan Pembuatan SIM

Alhamdulillah, pelaksanaan Pembuatan Surat Izin Mengemudi Kolektif yang diadakan Pemerintah Desa Kedungjaran dan Unit Lalu Lintas Kepolisian Sektor Sragi berlangsung lancar dan sukses. Didampingi Perangkat Desa Bapak widyamukti dan Petugas dari Lantas Polsek Sragi kegiatan tersebut diikuti total oleh 50 orang. 

Adapun pelaksanaan dibagi menjadi dua gelombang pada Sabtu, 26 April 2014 dan Sabtu 3 Mei 2014. Hanya saja pelaksanaan gelombang kedua yang seharusnya Sabtu tanggal 3 Mei 2014 harus diundur Senin, 5 Mei karena mati lampu.
 

Jumat, 02 Mei 2014

Jalan-jalan ke Pesta sragi bersama anak yatim


Ada hajat besar di kecamatan sragi, Pesta Giling. Benar karena di kecamatan sragi terletak salah satu Pabrik Gula tertua di Indonesia, PG GULA SRAGI. Dimana setiap menjelang musim tebang yang diikuti dengan masa giling Pabrik maka akan diselenggarakan Pesta rakyat sekaligus selamatan.

Acara ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat sragi dan sekitarnya. Karena selain acara utama yang berisi arak - arakan budaya rakyat berupa Arak Manten berupa patung manusia yang terbuat dari ketan yang akan digiling pada mesin penggiling pabrik ada acara lain yang menyertai. Acara tersebut berupa Pekan atau pasar rakyat.

Berbagai barang dijajakan dari mulai Pakaian, Barang Seni hingga alat-alat rumah tangga. Adapun yang ditunggu-tunggu anak-anak adalah pusat permainan anak yang berupa Kincir raksasa, Kora-kora, mandi bola dan tong Setan. Maka dalam kesempatan tersebut Kepala desa dengan jajaran Pemerintahan desa Kedungjaran mengajak anak-anak Yatim desa kedungjaran untuk ikut menikmati suasana tersebut.

Jumat, 2 Mei 2014 sebanyak 37-anak ikut dalam rombongan tersebut disertai pendampinnya. Dengan menggunakan kendaraan kereta odong-odong suasana nampak ceria. Semoga perjalanan ini sedikit menghapus lara mereka dan dapat memberi sedikit semangat kepada anak yatim tercinta agar dapat setara berjuang mengisi hidupnya.

Pertemuan Rutin Praja Kusuma

Agenda bulanan Paguyuban Kepala Desa kecamatan sragi, Praja Kusuma bulan April 2014 berlangsung agak santai. Maklum kegiatan selama beberapa minggu terakhir seperti pembuatan Proposal Bantuan gurbernur dan Kegiatan Pileg 2014 sudah usai dengan sukses tanpa kejadian yang mengganggu sedikitpun.

Bertempat di kediaman Kepala Desa Kalijambe Bapak Nurbagyo, senin 28 April 2014  suasana benar-benar jauh dari formalitas. Dihadiri Muspika Kecamatan Sragi antara lain Camat sragi Edi Sutanto, Kapolsek sragi AKP Legito dan Sekcam sragi Heri Pancasilardi. Pembahasan hanya mengenai hal-hal ringan mengenai rutinitas kesehari-harian di desa.

Hal yang agak mengganggu belakangan ini yang sempat dibahas adalah berdatangannya beberapa Wartawan mengatasnamakan Organisasi Wartawan yang meminta sumbangan dana. Terlebih diduga ada beberapa yang palsu dikarenakan surat proposal yang janggal. Dalam bahasan tersebut Bapak Camat edi Sutanto menghimbau agar Kepala desa bisa cerdas mensikapi karena bagaimanapun Pers adalah mitra dari pemerintah dan desa

Pertemuan Bulanan TP PKK Kedungjaran


Suasana pertemuan Tim Penggerak PKK pada sore itu sangat-sangat berbeda dengan yang sudah-sudah. Bila biasanya hanya dihadiri 30 - 40 orang sore itu dihadiri hingga 80-an orang. Ini menunjukkan ada semangat baru pada Ibu-ibi desa kedungjaran untuk ikut aktif membangun melalui organisasi dan kegiatan PKK di desanya.

Lebih menggembirakan lagi ternyata Ibu Yuli edi Sutanto selaku ketua TP PKK Kecamatan Sragi juga berkesempatan hadir. Maka semakin lengkaplah pertemuan sore itu. Selain mengadakan Arisan rutin seperti biasa dalam kesempatan tersebut Ibu Janatun Saridjo ketua TP PKK Desa Kedungjaran mengingatkan warga akan bahaya Demam berdarah maka dianjurkan agar berhati-hati dan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk.

Dalam kesempatan yang sama Ibu Yuli Edi Sutanto menegaskan pentingnya Ibu-ibu bergabung dalam wadah PKK. Selain wadah silaturahmi juga wadah berbagi pengalaman dan menimba ilmu serta informasi dunia kewanitaan. Dengan bergabung di PKK maka akan banyak diperoleh manfaat para Ibu-ibu bisa mulai ketrampilan, informasi kesehatan Ibu anak dan kesadaran hukum terutama mengenai KDRT.

Pada pertemuan tersebut juga dibentuk Koperasi PKK Desa Kedungjaran yang sekaligus dibentuk Dewan Pengurus dengan ketua Ibu Uripah Wahyono.