REKAM DATA e-ktp DI BALAI PERTEMUAN DESA KEDUNGJARAN / GEDUNG BUMDes PADA SENIN 20 NOVEMBER 2017

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Pelantikan Sekretaris Desa

Laelatun Nadifa dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Desa Kedungjaran Saridjo untuk menjalankan tugas menjadi Sekretaris Desa di Kedungjaran

Dana Desa Untuk Pemberdayaan Masyarakat

Desa Kedungjaran adalah salah satu desa yang paling menonjol dalam pemanfaatan Dana Desa guna memberdayakan Masyarakat dalam rangka mengurangi angka kemiskinan masyarakat desa.

Penyerahan Sertifikat Prona

Penyerahan Sertifikat Prona untuk warga Kabupaten Pekalongan dilakukan serentak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan

Perpustakaan Terbaik IT

Kepala Desa Kedungjaran menyampaikan Masukan dihadapan penggiat Literasi Indonesia yang tergabung di Perpuseru untuk mengkuti tahapan Pengusulan di Musyawarah Desa guna memasukkan Perpustakaan yang bisa didanai dari Dana Desa.

Kerja Bakti Drainase Lingkungan

Dalam upaya menghadapi musim penghujan 2018/2019, guna meminimalisir genangan air di linkungan warga dilakukan kerja bakti secara serentak di desa kedungjaran.

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Jumat, 31 Agustus 2018

Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa

Kamis 30 Agustus 2018, sesuai hasil musyawarah desa sebelumnya pada selasa 28 Agustus 2018 dilaksanakan musyawarah pembentukan Panitia seleksi Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa.

Panitia seleksi ini yang nantinya bertugas melaksanakan proses pendaftaran, penjaringan, penyaringan perangkat desa di esa kedungjaran. Walau sebetulnya panitia ini bisa dibentuk tanpa melalui musyawarah desa, namun kepala desa tetap melaksanakan dengan tujuan menggali masukan dan pemikiran masyarakat secara luas. Sekaligus sebagai pembelajaran masyarakat akan proses pengangkatan perangkat desa yang transparan.

Sesuai peraturan bupati pekalongan nomor 22 tahun 2018, untuk pengangkatan perangkat desa tak lebih dari 2 posisi lowongan cukup hanya dengan 5 anggota pansel. Lebih dari 2 maka jumlah panitia seleksi bisa dari 7 orang. Atau disesuaikan kemampuan keuangan desa, untuk add dibawah 300 juta hanya 5 orang dan add di atas 300 juta bisa berjumlah 7 orang.

Setelah melalui pengawalan dengan membaca bersama peraturan bupati 22 tahun 2018, maka secara otomatis kepala desa menunjuk 3 orang dari perangkat desa. Lalu 2 orang dipilih bersama peserta musyawarah desa dari tokoh masyarakat. Tak lupa keterwakilan perempuan juga diperhatikan.

Akhirnya terbentuklah Panitia Seleksi Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Kedungjaran tahun 2018 dengan formasi sebagai berikut :

  • Ketua          : Wasdari
  • Sekretaris    : Siswandi
  • Bendahara   : Agus Tamtomo
  • Anggota      : Siswanto
  • Anggota      : Dyah Susilowati

Selasa, 28 Agustus 2018

Sosialisasi pengisian perangkat desa


Pasca disahkannya Peraturan Daerah Nomor 20 tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Disusul terbitnya Peraturan Bupati kabupaten pekalongan Nomor 22 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 20 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Hampir seluruh desa di kabupaten pekalongan berbenah diri.

Banyak kekosongan perangkat desa yang tertunda pengisiannya kini sudah diperbolehkan diisi. Terlebih atas amanat Undang-undang No. 6 tahun 2014 tentang desa yang mengamanatkan seluruh perangkat desa dari sekretaris desa hingga perangkat desa teknis seperti kaur dan kasi, serta perangkat desa kewilayahan seperti kadus harus berazas hak asal-usul dari desa dan bukan pegawai negeri sipil.

Maka banyak kekosongan sekretaris desa karena awal agustus 2018, terjadi penarikan besar-besaran terhadap sekretaris desa pns.

Desa Kedungjaranpun merupakan salah satu desa dengan kondisi ada yang kosong peragkatnya. Bahkan ini sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Tercatat setelah sekretaris desa Bapak Soebagyo meninggal dunia, belum ada Sekretaris desa definitif yang menggantikannya.

Maka pada hari Selasa 28 Agustus 2018 dilakukan sosialisasi penjaringan sekretaris desa. Dilakukan di aula gedung balaidesa timur. Hadir sekitar 70-an peserta sosialisasi yang merupakan perwakilan dari kelembagaan dan masyarakat. BPD, LPMD, TP PKK, Karang Taruna, Pengurus RT-RW. Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat hadir semua.

Sosialisasi dilakukan guna menjelaskan peraturan yang berlaku, cara serta urutan jadwal penjaringan perangkat desa akan dilakukan. Syarat-syarat calon juga dikupas tuntas. Diputuskan pada malam hari itu, pembentukan pansel akan dilakukan pada kamis malam jumat 30 Agustus 2018. Diputuskan juga penentuan Tim Penguji apakah dari pihak ketiga atau secara mandiri diserahkan pada Panitia Seleksi.

Rabu, 22 Agustus 2018

Hari Raya Qurban 1439 H

Syukur Alhamdulillah. Hari Raya Idul Adha 1439 H yang bertepatan pada hari Rabu 22 Agustus 2018 bagi desa kedungjaran sangat menggembirakan. Kegembiraan itu dikarenakan jatuhnya hari raya untuk 2 organisasi keagamaan di desa kedungjaran bersamaan.

Hal lain nampak dari banyaknya warga masyarakat yang melakukan ibadah qurban. Ada 2 tempat utama penerima hewan Qurban di desa Kedungjaran yaitu Masjid Al-Iklash serta Masjid Baiturohman, serta di mushola - mushola yang ada di desa kedungjaran.

Masjid Baiturohman Kedungjaran di dusun 2 ada 5 ekor sapi dan 9 ekor kambing, sedang di Masjid Al-Iklash dusun 1 ada 2 ekor sapi serta 19 ekor kambing. Mushola Dukuh 1 Sapi dan 5 ekor kambing. Mushola Baitul Islah dari Bapak Harsono 2 ekor kambing. 

Pada hari itu juga, desa kedungjaran mendapat 1 ekor Sapi dari Kabupaten yang diserahkan langsung di Masjid Al-Muhtarom oleh Bupati Pekalongan Bapak H. Asip Kholbihi. Diterima oleh Bapak Saridjo selaku kepala desa kedungjaran didampingi Bapak Suhandi serta Bapak Siswandi.


Adapun Penyembelihan Hewan Qurban Masjid Al-Muhtarom Kajen, merupakan kurban dari keluarga besar Aparatur Sipil Negara (ASN) kabupaten pekalongan yang berhasil mengumpulkan hewan kurban sebanyak 19 ekor sapi dan 10 ekor kambing.

Dari 19 ekor sapi tersebut yang dipotong di halaman Masjid Jami Al-Muhataram Kajen sebanyak 10 ekor, sisanya 9 ekor didistribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan masing-masing satu ekor sapi, antara lain Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Desa Timbangsari, Kecamatan Lebakbarang, Desa Lemahabang, Kecamatan Doro, Desa Kedungjaran, Kecamatan Sragi, Dukuh Purbo, Desa Jolotigo, Kecamatan Talun, Desa Kemasan, Kecamatan Bojong.


Pada kesempatan penyerahan, Bapak Bupati berpesan kepada kepala desa kedungjaran agar dibagi dengan 2 masjid yang ada di kedungjaran.

Senin, 20 Agustus 2018

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73


Sederhana. Itu yang ada. Walau tak mengurangi kehikmatan seluruh warga dalam mengartikan makna kemerdekaan itu sendiri. Secara resmi pemerintah desa tak menganjurkan peringatan HUT Kemerdekaan dengan secara berlebihan mengingat banyak saudara di lombok yang sedang berduka.

Namun semangat kemerdekaan ternyata tetap membara di dada para warga. Tanpa komando, para pengurus RT bahu membahu menghias jalan-jalan lingkungan dengan umbul-umbul dan bendera. Pengecatan jalanpun dilembur hingga larut malam. Pos-pos kampling dihias meriah. Dalam sekejap wajah tiap gang dan jalan berubah semarak.

Pada malam 16 agustus, disetiap dusun ada malam tirakatan. Makanan selamatan dibawa dari masing-masing warga. Bahkan ada beberapa kawasan RT yang mengadakan juga. Sungguh pemandangan yang luar biasa.

Hari Jumat tepat tanggal 17 Agustus 2018, upacara dilakukan di sekolah-sekolah. Dusun 1 terlihat juga melaksanakan jalan sehat secara mandiri. Dilanjutkan pelaksanaan berbagai lomba-lomba rakyat. Setiap dusun serempak melaksanakan berbagai lomba. Sore harinya untuk level desa dilaksanakan Lomba Lari Marathon. 

Sabtu 18 Agustus 2018 malam, lomba Karaoke oleh warga RT 05 dusun 2 yang diikuti warga umum berlangsung meriah. Banyak peserta yang tak terduga, ibu-ibu yang biasanya kalem pemalu ternyata berani tampil luar biasa di atas panggung. Termasuk ada peserta difabilitas.

Minggu pagi 19 Agustus 2018, dilaksanakan Jalan Sehat tingkat desa dan diakhiri pada malam harinya dengan pentas seni pemuda desa kedungjaran. Ada seni tari serta penampilan pemenang lomba karaoke di dusun 2.

Sungguh sebuah wujud kesemangatan akan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan cara sederhana.

Minggu, 19 Agustus 2018

Top Ten Inovasi terbaik KIPP Jawa Tengah 2018

Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik selama 2 bulan ini. Pada hari Sabtu 28 Agustus 2018, bertempat di Pantai Widuri Pemalang diumumkan 10 terbaik Inovasi Pelayanan Publik Jawa Tengah 2018.

Bertepatan dengan hajat Pesta Rakyat Jawa Tengah 2018. Acara yang juga satu rangkaian peringatan hari lahir Provinsi Jawa Tengah ke 68. Para pemenang diberikan penghargaan Piagam.  Sebuah kebanggan tersendiri karena kesepuluh inovator berhasil mengalahkan sekitar 290-an inovator yang berasal dari seluruh kabupaten yang ada di Jawa tengah.

Terlebih untuk Inovasi Gemas Bunga Desa, karena merupakan satu-satunya inovasi yang berasal dari desa. Penyerahan Piagam Penghargaan diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dihadapan segenap tamu undangan dan peserta pesta rakyat. Ada Bupati Walikota, perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Konsulat Australia Surabaya, Kompak dan warga pemalang sekitarnya.

Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan apresiasi, karena inovasi ini sejalan dengan revolusi birokrasi yang ia canangkan Ora Ngapusi Mboten Korupsi.

Sebagai tindak lanjut pengharagaan dan pembinaan, terhadap 10 Inovasi terbaik dilakukan Coaching Clinic yang diselenggarakan Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah. Bekerja sama dengan KOMPAK dengan menghadirkan nara sumber yang berpengalaman di bidang Inovasi. Ada Wawan Sobari Juri Panel Sinovic nasional serta Redhi Setiadi yang merupakan pendamping majunya Inovasi di Jawa Timur.

Berlangsung selama 2 hari dari 19 - 20 Agustus 2018 di Hotel Santika Pekalongan. Diharapkan oleh Ir. Dyah Lukisari, Msi dari Setda Provinsi Jawa Tengah akan memberikan para Inovator wawasan dan pengalaman lebih luas. Selepas dari Coaching Clinic peserta bisa menyusun proposal yang lebih baik hingga bisa menembus Sinovic atau Kompetisi Inovasi tingkat nasional tahun 2018.

Rabu, 15 Agustus 2018

Terbaik 4 Provinsi Jawa Tengah

Ada yang istimewa pada tahun 2018 untuk desa Kedungjaran. Terlebih pada hari jadi Provinsi Jawa Tengah ke - 68 tahun. Selaras dengan kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam mereformasi Birokrasi. Dimana diharapkan dapat memangkas waktu dan meningkatkan kwalitas pelayanan pada masyarakat. Desa Kedungjaran mendapat predikat terbaik 4 perkembangan desa seprovinsi Jawa Tengah tahun 2018.

Dalam acara peringatan Hari Lahir JawaTengah ke - 68 yang dilaksanakan di Simpang Lima Semarang Gubernur Ganjar Pranowo yang kembali terpilih di Pilgub serentak 2018 menyampaikan berbagai perkembangan Jawa Tengah selama 5 tahun ia menjabat.
“Saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh warga Jawa Tengah dan para pelaku pembangunan, baik yang tergabung dalam dunia usaha, akademisi, ASN, TNI/Polri. Langkah strategis dari Jawa Tengah telah memperoleh apresiasi dari pemerintah pusat, bahkan ada yang diadopsi karena memberikan manfaat bagi masyarakat. Tapi kerja kita belum selesai. Kita masih harus terus bekerja bersama mbangun Jawa Tengah,” ujarnya.

Ganjar memaparkan perkembangan Jawa Tengah secara makro. Di bidang reformasi birokrasi, sejak awal memimpin, dia berupaya membuka komunikasi dengan masyarakat, melalui pendayagunaan teknologi informasi, baik media sosial, Lapor Gub, dan SMS. Sehingga, masyarakat bisa menyampaikan aspirasi maupun keluhannya, dan pemerintah dapat merespons cepat. 

Pembenahan birokrasi juga diikuti perbaikan akuntabilitas publik dengan motto Mboten Korupsi Mboten Ngapusi. Komitmen tersebut memperoleh penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam hal pengendalian pelaporan Gratifikasi serta tertib pelaporan harta kekayaan dari pejabat negara, melalui penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) maupun pelaporan dari seluruh pejabat struktural Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penyampaian LHK ASN.

Pencapaian dalam Perkembangan Perekonomian dengan memberikan kemudahan permodalan menampakkan hasil yang memuaskan. Kebijakan Kartu Tani juga terbukti menjawab permasalahan distribusi pupuk agar bisa tersalur pada yang berhak terutama pupuk subsidi. Pembangunan Insfrastruktur juga kian masif, dan akan dilanjutkan dalam 5 tahun kedepan kepemimpinannya.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan berbagai penghargaan terhadap Organisasi Pemerintahan daerah, Kelurahan, desa dan Tokoh-tokoh masyarakat yang telah berhasil dalam menjalankan program pembangunan di Jawa tengah. 

Salah satunya Desa Kedungjaran, tahun 2018 mendapatkan predikat terbaik 4 evaluasi perkembangan desa tahun 2018. Pada kesempatan tersebut Desa Kedungjaran mendapatkan penghargaan Piagam, Trophy dan Dana Pembinaan. Diterima Bapak Ridhowi mewakili Bapak Saridjo yang pada kesempatan sama ada tugas yang tak bisa ditiggalkan.

Dilihat sekilas ada penurunan karena tahun 2017, dalam lomba yang berbeda mendapat predikat terbaik ke-2. Namun disampaikan Bapak Saridjo, justru 2018 prestasi Kedungjaran semakin baik karena murni diikuti oleh perangkat desa kedungjaran tanpa campur tangan Kepala Desa karena dalam keadaan sakit.

Ini menunjukkan reformasi birokrasi di Kedungjaran sudah berjalan, systemnya sudah baik. Tinggal diteruskan dan ditingkatkan agar semakin bermanfaat bagi desa dan masyarakatnya.

Selasa, 07 Agustus 2018

Verifikasi Lapangan Inovasi Pelayanan Publik

Rangkaian pelaksanaan Kompetisi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Tengah 2018 berlanjut. Selasa 7 Agustus 2018 pukul 13.00 wibb rombongan Verifikator Evaluasi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Tengah 2018 tiba di balaidesa kedungjaran kecamatan sragi kabupaten pekalongan. Dengan Gerakan Masyarakat Menabung Desa Sejahtera, desa kedungjaran masuk 10 besar Inovasi yang dilakukan verifikasi lapangan oleh Tim Verifikator dari Provinsi Jawa Tengah.

Tim Verifikasi terdiri dari 4 orang yaitu Ir. Sunaryo Murp, PH.d Staf Khusus Gubernur Jawa Tengah, Dr. Hardi Warsono , MTP dosen Universitas Diponegoro, Muhammad Taufiq, S.STP Kasubag Tata Laksana Pelayanan Publik, Setyo Prakoso, SH Staf Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah.

Mewakili Bapak Bupati Pekalongan yang saat acara berlangsung sedang melaksanakan tugas di Moskow Rusia, Assisten III Setda Kabupaten Pekalongan Drs. Amat Rosyidin, SH. M.Si menyampaikan sambutan penerimaan. Sangat berbangga dengan inovasi yang dilakukan oleh desa kedungjaran yang telah melakukan peningkatan kwalitas pelayanan publik dengan Gemas Bunga Desa. Hal ini sejalan dengan Bapak Bupati dan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara yang menginginkan setiap Instansi mempunyai satu Inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dr. Hardi Warsono, MTP dari Universitas Diponegoro mewakili Tim Verifikator menyampaikan maksud dan Tujuan kedatangan Tim adalah untuk melihat sejauh mana realitas dilapangan atas Inovasi yang sudah dipaparkan dalam sesi Pemaparan dan Wawancara yang sudah dilaksanakan di Semarang sebelumnya.


Tanpa banyak membuang waktu, Tim langsung melakukan verifikasi pada pelayanan administrasi yang mensyaratkan pemohon layanan untuk menabung. Setelah itu dilanjut ke BUMDes Desa Kedungjaran yang merupakan Inti dari Inovasi Gemas Bunga Desa di Kedungjaran. Wawancara kepada masyarakat yang pada saat yang sama sedang melakukan kegiatan menabung juga dilakukan oleh Tim Verifikator.

Pada akhir acara disampaikan berbagai temuan oleh Tim, bahwa harus ada penajaman terhadap Inovasi. Perbaikan pada manajemen BUMDes agar bisa lebih bisa ditingkatkan kemanfaatannya untuk masyarakat. Peran serta Pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan dan pendampingan juga perlu ditingkatkan agar rintisan yang sudah baik ini bisa semakin berdaya guna.

Jumat, 03 Agustus 2018

Gemas Bunga Desa ikut Lomba Inovasi



Inovasi layanan Publik dari Pemerintah Desa Kedungjaran, GEMAS BUNGA DESA yaitu Gerakan Masyarakat Menabung Desa Sejahtera. Mewakili kabupaten Pekalongan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Tengah tahun 2018.
Kegiatan yang bertujuan menciptakan Satu Instansi, Satu Inovasi (One Agency, One Innovation) juga telah dicanangkan oleh Menteri PAN dan RB dalam Gelar Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2015 di Jakarta.
Sejalan dengan kegiatan yang dicanangkan pemerintah pusat, sejak tahun 2015 / 2016 Pemerintah Desa Kedungjaran telah melakukan Inovasi Pelayanan Publik berupa Gerakan Masyarakat Menabung Desa Sejahtera atau GEMAS BUNGA DESA. Sebuah Inovasi yang diberikan pemerintah desa berupa edukasi dan pelayanan keuangan inklusif yang dipadupadankan dengan pelayanan administrasi desa.
Keikutsertaan Pemerintah Desa Kedungjaran dengan Gemas Bunga Desa sendiri merupakan pencapaian tersendiri karena dari 229 inovasi pelayanan publik dari unit penyelenggara pelayanan publik di Provinsi maupun Kab/Kota se Jawa Tengah, desa Kedungjaran merupakan satu-satunya peserta dari Desa.
Dari 229 inovasi tersebut, dilakukan seleksi administrasi oleh Tim dari Biro Organisasi Setda Provinsi Jateng dan lolos diusulkan ke Tim Penilai independen dari kalangan media Suara Merdeka, Perguruan Tinggi, sejumlah 170 inovasi. Selanjutnya diperoleh hasil penilaian 20 inovasi yang diikutkan dalam seleksi presentasi dan wawancara pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2018.
Dalam seleksi presentasi dan wawancara Pemerintah Desa Kedungjaran diwakili Bapak Saridjo sebagai penggagas inovasi didampingi Laelatul Nadifa dari BUMDes Kedungjaran serta Ibu Tri dan Ibu Nia dari Bagian Organisasi Setda Kabupaten Pekalongan''.
Hasil seleksi dan wawancara akan diambil 10 inovasi terbaik yang akan menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah, pada Pesta Rakyat Jawa Tengah Tahun 2018 tanggal 18 Agustus 2018 di Pemalang,'' jelas Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Jateng, Dyah Lukisari..
Semoga Inovasi Gemas Bunga Desa bisa tembus ke 10 besar agar bisa membawa nama baik kabupaten pekalongan.