REKAM DATA e-ktp DI BALAI PERTEMUAN DESA KEDUNGJARAN / GEDUNG BUMDes PADA SENIN 20 NOVEMBER 2017

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Pelantikan Sekretaris Desa

Laelatun Nadifa dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Desa Kedungjaran Saridjo untuk menjalankan tugas menjadi Sekretaris Desa di Kedungjaran

Dana Desa Untuk Pemberdayaan Masyarakat

Desa Kedungjaran adalah salah satu desa yang paling menonjol dalam pemanfaatan Dana Desa guna memberdayakan Masyarakat dalam rangka mengurangi angka kemiskinan masyarakat desa.

Penyerahan Sertifikat Prona

Penyerahan Sertifikat Prona untuk warga Kabupaten Pekalongan dilakukan serentak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan

Perpustakaan Terbaik IT

Kepala Desa Kedungjaran menyampaikan Masukan dihadapan penggiat Literasi Indonesia yang tergabung di Perpuseru untuk mengkuti tahapan Pengusulan di Musyawarah Desa guna memasukkan Perpustakaan yang bisa didanai dari Dana Desa.

Kerja Bakti Drainase Lingkungan

Dalam upaya menghadapi musim penghujan 2018/2019, guna meminimalisir genangan air di linkungan warga dilakukan kerja bakti secara serentak di desa kedungjaran.

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Selasa, 31 Oktober 2017

Bedahan, Buka Pintu Bendungan

Ada agenda tahunan yang dinanti-nanti warga kabupaten Pekalongan. Khususnya warga di kecamatan Kesesi, Bojong, Siwalan, Sragi, Wiradesa. Terutama desa-desa yang dilewati aliran Sungai Sragi. Terlebih warga yang hobi mancing atau mencari ikan air tawar.

Ya, setiap Oktober sebagai kegiatan rutin untuk perawatan bendung gembiro dilakukan pembukaan terhadap seluruh pintu Bendung Gembiro di Desa Bukur Bojong atau Krandon Kesesi.
Moment buka pintu atau Bedahan ini ditunggu-tunggu karena dengan dibukanya pintu, maka air akan mengalir deras. Dengan derasnya arus air maka air menjadi keruh dan membuat ikan menjadi mabuk dan mudah ditangkap.

Pembukaan Pintu Bendungan pada Tanggal 1 November 2017 sekaligus menjadi puncak kegiatan Festifal Bendung gembiro. Ada berbagai kegiatan dari Pasar Murah, Festival Bakar Ikan dan Pertunjukan Wayang Kulit.


Terlihat di sepanjang aliran sungai sragi, warga sudah siap dengan alat tempurnya baik berupa Nener, jaring dan tudung saji. Banyak ikan di dapat seperti wader, kakap, patin dan udang.

Senin, 30 Oktober 2017

Link Desa Literasi

Berikut adalah alamat web dan Blog yang dibuat baik oleh pemerintah desa dengan lembaganya maupun oleh warga masyarakat umum dalam rangka memenuhi Dunia Maya dengan tulisan-tulisan berbasis lokal dalam rangka menggalakkan Literasi Desa.

Hal ini dilatarbelakangi fenomena perubahan cara baca masyarakat yang beralih dari berbasis buku ke media elektronik atau gadget. Hanya saja perubahan itu tidak dibarengi semangat menulis di masyarakat. Sehingga masyarakat hanya sebagai pembaca pasif. 

Berbagai kontent digital membanjiri dunia maya.Ada yang baik, tentu banyak yang negatif. Maka tugas kita bersama untuk mengimbangi dengan karya-karya berbasis kearifan lokal. 

Jumat, 27 Oktober 2017

Sumpah Pemuda dan Ibu Hamil

Sumpah Pemuda resmi diperingati setiap tanggal 28 Oktober 2017. Berbagai kegiatan dilaksanakan guna memeriahkannya. Ada upacara-upacara resmi, ada juga berbagai kegiatan yang berkaitan dengannya.

Demikian pula Desa Kedungjaran, ada sekitar 4 kegiatan pada hari itu. Kerja bakti pembuatan saluran air di dusun I oleh warga dusun I dan III, ada kerja bakti di Masjid Al-Iklash di Dusun I. 

Kepala Desa sendiri mengikuti Upacara di Aula Baru Kecamatan Sragi. Hadir para aparatur sipil negara, siswa-siswi beberapa sekolah, dan kepala desa serta perangkatnya. Tak ketinggalan para anggota karangtaruna kecamatan sragi.

Sepulang dari Upacara, ada acara yang dihadiri beliau dan merupakan inti dari Sumpah pemuda. Bila dulu 89 tahun yang lalu Pemuda pemudi berikrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa, Indonesia. Kali ini beliau menghadiri Kelas Ibu Hamil.

Pada sambutannya, Dulu Pemuda yang merintis berdirinya Vbangsa Indonesia. Kini Negara yang harus mengawal lahirnya Pemuda penerus Bangsa. Maka para Ibu Hamil harus sehat dan cerdas. Siapkan segala hal guna persiapan persalinan dan kesehatan selama mengandung. Tidak saja kesehatan ibu juga kesehatan anak yang dikandungnya.

Karena bila sukses menjaga kandungan dengan sehat, melahirkan dengan selamat, Bayinya sehat dan cerdas maka Indonesia akan jadi Negara hebat pada waktunya nanti.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan juga kewajiban menabung, kewajiban periksa kandungan dan Program Jampersal serta Kartu Kajen Sehat.

Kamis, 26 Oktober 2017

JEK - BOOK, ojek buku.

Mungkin ini satu-satunya di Indonesia. Atau sudah ada, kalaupun sudah ada akan memperkaya Inovasi-inovasi postif di Negeri Indonesia.

Menghadapi dilema Perpustakaan yang seringnya, hanya dikunjungi anak-anak usia muda. Atau bahkan usia tua. Usia muda tentu mereka yang perlu dengan buku-buku pelajaran. Nah kalau yang tua, mungkin daripada sepi dirumah tak ada kerjaan mereka menghabiskan waktunya di perpustakaan.

Hingga sering perpustakaan dianggap sebagai tempat kuno, tempatnya orang-orang tua, tempatnya para kutu buku.

Ternyata, permasalahan tak banyaknya usia produktif mendatangi perpustakaan karena keterbatasan waktu. Banyak dari mereka harus bekerja, baik di kantor maupun di rumah. Entah kios dengan berdagang, atau ukm dengan segala bidangnya. Waktu untuk datang ke perpustakaan sangat minim.

Hal inilah yang coba disiasati oleh Kepala Desa Kedungjaran Bapak Saridjo selaku pembina di Perpusdes Ki Hajar Dewantara Desa Kedungjaran. Muncul gagasan untuk memberi fasilitas kepada orang-orang yang mau membaca namun tak sempat keluar rumah, salah satu contohnya karena punya bayi kecil.

Maka dibuatlah layanan Jek-Book, atau Ojek Buku. Layanan yang memberikan kemudahan warga ketika akan meminjam buku hanya dengan mengirim SMS dan Buku datang. Tentu dengan terlebih dahulu memilih buku di website yang dikhususkan berisi daftar buku-buku lengkap dengan gambar sampulnya.

Biayanya bagaiman ?. Gratis kata Pak Kepala Desa. Namun setiap peminjaman dan Pengembalian dengan antar jemput Jek-Book harus menabung Rp.2.000,- ke rekening milik siwarga.

Jumat, 20 Oktober 2017

Kerjabakti

Dalam rangka persiapan musim hujan, Pemerintah desa Kedungjaran bersama masyarakat desa bahu membahu melaksanakan kerjabakti pembersihan saluran saluran air di lingkungan masing-masing.

Berdasar pengamatan tim penulis ada 10 Rukun tetangga yang melakukan kerjabakti pada hari Jumat 21 Oktober 2017 pagi itu, sedang yang lain direncanakan akan melakukan kerja bakti pada hari Minggu ini karena banyak warganya yang kerja pada hari Jumat ini.

Terlihat di RT 005 RW 003 ada pembuatan saluran air baru ke arah barat diutarakan jalan baru lingkar Utara. Pembangunan saluran tersebut ditujukan untuk drainase air limbah sekaligus untuk mempercepat surutnya air genangan hujan.

Sementara di RT 010 RW 005 dibantu warga RT 009 dan RT 011 difokuskan pembersihan saluran drainase di belakang perumahan yang akhir akhir ini tertutup Sampah.

Di dusun I ada pembuatan saluran baru di belakang kediaman Bapak Amat Khambali menuju arah lapangan. Diharapkan dengan berbagai kegiatan yang telah dilakukan potensi genangan air hujan pada musim penghujan tahun ini sedikit berkurang.

Kamis, 19 Oktober 2017

Agar Air Mengalir ke Sawah Petani

Kamis 19 Oktober 2017 kembali Bapak Kepala Desa dinas ke luar kota, tak seperti biasanya mengikuti rapat ataupun kegiatan pertemuan. Kali ini Bapak Kepala Desa Kedungjaran berangkat ke Semarang dalam rangka memperjuangkan nasib petani di kecamatan sragi, yaitu terkait masalah pengairan.
Berangkat bertiga dengan Kepala Desa Bulakpelem Bapak Abdul Kodir serta Bapak Suyoharjono Kepala Desa Gebangkerep. 

Instansi yang dituju adalah PSDA ESDM Provinsi Jawa Tengah sekaligus Balai Besar Sungai Pemali Juwana yang merupakan perwakilan Kementrian PU TARU di jawa tengah yang mengurusi perihal sungai dan pengairan.

Perjalanan kali ini merupakan rangkaian tak terpisahkan dari berbagai kegiatan yang sudah dilakukan mulai pengiriman proposal hingga demo ke Instansi terkait, namun hingga hari terakhir belum membuahkan hasil.

Barulah Rabu 19 Oktober 2017 ada hasil menjanjikan berdasar surat yang ditujukan kepada kepala desa kedungjaran perihal akan diperbaikinya saluran air sipon di PL 4 hingga saluran air lainnya hingga PL 12.

Diterima Bapak Dwi Cahyo dan Ibu Erin, berita tersebut disambut gembira oleh delegasi kepala desa, namun pada akhir pertemuan Bapak Saridjo menekankan agar ini betul-betul terlaksana karena beberapa kali berita baik ternyata gagal.

Kamis, 12 Oktober 2017

Perpuseru.... Seru !

Gelaran hajat Regional Peer Learning Meeting Program Perpuseru di Bekasi 11-12 Oktober 2017 telah berakhir. Namun suasana kesemangatan dan kebersamaan masih tetap  dan kian terasa. Ada berbagai cerita, pengalaman, suka duka akan perjuangan membuka mata masyarakat di lingkungannya untuk melihat dunia dan cerita manis suka tatkala satu dua berhasil mengangkat kesejahteraannya dengan diawali mebaca dan belajar di perpuseru.

Desa Kedungjaran dengan Perpusdes Ki Hadjar Dewantara sendiri adalah pemain baru di Perpuseru, bersama Desa Kranji Kedungwuni dengan Taman Bacaan Mandirinya serta Perpusdes Ceria Desa Wonopringgo. Perpuseru sendiri adalah sebuah Program dari Bill Gates Foundation bekerja sama dengan Coca Cola Fondation Indonesia yang berusaha mengangkat Perpustakaan ke level lebih tinggi lagi dengan menggabungkan Tekhnologi multimedia berupa Internet dan berbagai kelebihannya untuk menarik lebih lagi minat baca dan belajar masyarakat.
Di Kedungjaran di berikan 3 unit Komputer yang langsung dimanfaatkan untuk berbagai pelatihan masyarakat, dari pelatihan dasar Internet untuk kelembagaan masyarakat desa serta sarana belajar karangtaruna dalam pembuatan paving melalui sajian pustaka video youtube, hingga pelatihan blog dalam rangka memperkaya kontens Literasi Digital Indonesia.

Di ajang gelarang Regional Peer Learning Meeting yang diikuti oleh sekitar 600-an peserta dari Pulau Jawa dan Sumatera, peserta disuguhkan berbagai pengalaman baru dari berbagai cerita dan pengalaman para penggiat perpustakaan dengan berbagai latar belakang profesi dan cerita suka dukanya. Lalu ada kelas-kelas diskusi Interaktif yang bisa dipilih berdasar keminatan, disitulah keseruan tanya jawab saling menggali Informasi untuk memajukan perpustakaan di desanya muncul.

Saling berbagi pengalaman dan belajar mungkin lebih tepat, karena tak saja nara sumber yang bisa bercerita, peserta juga bebas membagi cerita pengalaman di desanya.

Di akhir acara, digelar Gala Diner dengan berbagai penghargaan yang diberikan, Kabupaten Pekalongan walau pemain baru yang belum cukup 1 tahun bergabung menyabet 2 penghargaan yaitu Perpusdes Ceria Desa Wonopringgo dalam kategori Pembuatan Video Impact dan Perpusdes Ki Hadjar Dewantoro dalam Kategori Perpusdes Terbaik yang menjadi Pusat Belajar Mengajar Berbasis Teknologi Informasi.

Senin, 09 Oktober 2017

Regional Peer Meting Perpuseru

Bertempat di Hotel Premiere Santika Bekasi 10-11 Oktober 2017 berlangsung sebuah event yang sangat luar biasa bagi penggiat Literasi. Disponsori sebuah yayasan yang kurang lebih sudah 3 tahun ini sangat begitu mensuport perkembangan Literasi khususnya literasi Digital yaitu Coca Cola Foundation Indonesia.

Event yang kali ini merupakan event ketiga setelah sebelumnya juga dilaksanakan dengan system regional yaitu regional pertama di Bali, kedua di Yogyakarta dan terakhir di Bekasi. Kali ini dengan tema " Perpustakaan Kreatif dan Inovatif Menuju Masyarakat Sejahtera ".

Ada berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam acara selain acara saling berbagi pengalaman dan diskusi tentang pengelolaan perpustakaan ada juga edukasi cara menggali pendanaan untuk membangun dan mengembangkan perpustakaan, pengembangan perpustakaan untuk pembangkitan kewiraswastaan dan lainnya.

Yang seru juga ada Pasar Jongkok yang menampilkan hasil karya para ukm binaan dari perpustakaan, TBM dan Perpusseru di desa-desa penerima program csr coca cola foundation. Sebelumnya juga ada lomba video dan karya tulis tentang perjuangan literasi di komunitas dan lingkungan perpustakaan dan TBM yang membawa perubahan di segala bidang.

Sabtu, 07 Oktober 2017

Selamat Jalan Bapak Haryanto

Suasana sedih menggelayut langit Kedungjaran pagi itu. Kabar duka tersiar cepat, Bapak Haryanto, seorang perangkat senior desa kedungjaran yang selama ini menjabat sebagai Polisi Desa Kedungjaran telah meninggal dunia. Meninggalkan rekan-rekan seperjuangan di desa, 1 istri dan 2 orang anak.

Memang satu tahun terakhir Bapak Haryanto agak terganggu kesehatannya, tercatat sudah 3 kali bolak balik harus dirawat di Rumah Sakit Karanganyar Kajen atas sakitnya. Dalam masa itu, aktifitas keseharianpun sangat berkurang drastis. Baik kegiatan di masyarakat maupun selaku aparatur Pemerintah Desa di Desa Kedungjaran Kecamatan Sragi Kabupaten pekalongan Jawa tengah.

Terakhir Rabu malam kamis 4 Oktober 2017 pukul 10.00 wibb diantar rekan kerjanya Bapak Siswandi dan Bapak Ridhowi beliau dirawat di Rumah Sakit Karyadi semarang. Namun hanya semalam beliau bertahan pagi harinya Kamis 5 Oktober 2017 dihadapan keluarganya beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 10.00 wibb.

Selamat Jalan Pak Kribo !
Ya Pak Kribo, panggilan yang sangat melekat padanya, atas rambut kribonya yang khas. Menjabat pertama kali sebagai Kepala Dusun II pada tahun 2000 dan di angkat menjadi Polisi Desa sejak tahun 2014.

Pria Kelahiran Pekalongan 10 Juni 1960 suami dari Ibu Sri Nariyah dan 2 orang anak bernama Titis Puji Setiani serta Bregas Prio Laksono seharusnya masih menyisakan 7 tahun jabatannya. Namun Allah berkehendak lain lebih menginginkan beliau berada disisi-Nya.

Semoga segala amal Ibadahnya diterima olehnya, serta diampuni atas segala khilaf dan dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan dan kekuatan untuk menjaga amanat yang ditinggalkan.

Persiapan Musim Penghujan


Ada kesibukan yang luar biasa di desa Kedungjaran, dalam 2 hari jumat ini terlihat banyak warga yang bekerja bakti. Namun kali ini agak beda. Bukan beda cara kerja baktinya, bukan pula beda pekerjaannya.

Kerja bakti yang selama ini dilakukan perwilayah dengan warga sekitar yang diundang, kali ini agak beda. Nampak yang dominan adalah warga dusun III dan IV, yang lebih menherankan lokasi kerjabaktinya ada di dusun I.

Memang benar, hal itu disebabkan warga yang bekerja bakti adalah warga dusun III dan IV yang membutuhkan akses pembuangan air ke sawah utara yang kebetulan melewati wilayah dusun I.

Diharapkan dengan akses baru jalur air ini, akan mempercepat surutnya air hujan yang menggenangi pemukiman warga dusun III dan IV. Bila selama ini hanya ada 2 jalur saluran ke Lapangan dan melalui saluran tersier maka sekarang di tambah 2 jalur di samping kediaman Bapak Subagyo Almarhum dan di sebelah barat Masjid Al-Iklash di dusun I.

Kegiatan kerja bakti juga dilaksanakan warga di dusun II dengan membersihkan saluran yang menuju Desa Klunjukan. Selama ini Saluran ke arah desa Klunjukan tidak bisa dilalui namun dengan kerjasama 2 desa kini saluran tersebut bisa dipergunakan bersama.

Pelaksanaan DD Tahap I

Bulan September sudah usai, namun masih ada satu dua pekerjaan yang terus dilakukan oleh beberapa pekerja di beberapa titik desa kedungjaran dalam rangka finalisasi. Beberapa program besar yang didanai dari Dana Desa Tahap I sudah terlaksana. Ada 2 program utama yaitu Pembangunan Jalan baru di Dusun IV tembus ke Dusun I yang menelan anggara Rp.179.297.000,-

Sedang program lain adalah Pembangunan Drainase dalam upaya antisipasi genangan air banjir di dusun III sepanjang 560 meter di 2 lokasi dengan dana sebesar Rp.136.283.300 dimana ini terbagi di RT 12 blok Bapak Dolah sebsar Rp.61.348.500 dan di Jalan utam Rp.74.934.800.

Sisanya terserap di pembangunan jembatan di 2 lokasi dan Pavingisasi halaman Polindes Desa Kedungjaran.

Sementara itu pembangunan di Bidang Pemberdayaan masyarakat desa berupa Permodalan BUMDes, Pelatihan Rias, Pelatihan BUMDes dan Pembangunan Bank Sampah total menelan biaya sekitar Rp.123.500.000. Total Dana Desa tahap I di Desa Kedungjaran adalah senilai Rp.483.295.800 dengan serapan sekitar Rp.468.533.800 dengan silpa Rp.14.762.000