REKAM DATA e-ktp DI BALAI PERTEMUAN DESA KEDUNGJARAN / GEDUNG BUMDes PADA SENIN 20 NOVEMBER 2017

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Pelantikan Sekretaris Desa

Laelatun Nadifa dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Desa Kedungjaran Saridjo untuk menjalankan tugas menjadi Sekretaris Desa di Kedungjaran

Dana Desa Untuk Pemberdayaan Masyarakat

Desa Kedungjaran adalah salah satu desa yang paling menonjol dalam pemanfaatan Dana Desa guna memberdayakan Masyarakat dalam rangka mengurangi angka kemiskinan masyarakat desa.

Penyerahan Sertifikat Prona

Penyerahan Sertifikat Prona untuk warga Kabupaten Pekalongan dilakukan serentak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan

Perpustakaan Terbaik IT

Kepala Desa Kedungjaran menyampaikan Masukan dihadapan penggiat Literasi Indonesia yang tergabung di Perpuseru untuk mengkuti tahapan Pengusulan di Musyawarah Desa guna memasukkan Perpustakaan yang bisa didanai dari Dana Desa.

Kerja Bakti Drainase Lingkungan

Dalam upaya menghadapi musim penghujan 2018/2019, guna meminimalisir genangan air di linkungan warga dilakukan kerja bakti secara serentak di desa kedungjaran.

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Minggu, 30 Maret 2014

Dialog Pemilu di Warung Obrol PPKFM Sragi.


Suasana lain nampak di Studio PPKFM Sragi yang ada di KUD SUBUR dan sekaligus Kantor UPK PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Sragi. Yang biasanya hanya ada satu-dua pengurus UPK PNPM, sore itu banyak wanita-wanita ayu dan pria ganteng hadir di studio. Jangan-jangan ada artis nyasar nih.

Ternyata bukan artis, apalagi caleg yang berkampanye. Namun wanita nan ayu tersebut adalah para PPS/KPPS, PL dan PPK dari kecamatan sragi. Sedang yang ganteng nampak Kepala Desa Kedungjaran Bapak Saridjo dan Pak Ratno tokoh dari desa Bulaksari beserta ibu.

Tentu sang penyiar Mas Sunarto dan Mas Jumhan tak ketinggalan di depan corong siarnya. Acara sore itu ternyata adalah serangkaian program dari Combine Resource Yogya yang dikemas dalam diskusi ringan antar warga mengenai situasi terkini disekitar mereka. Sabtu, 29 Maret 2014 adalah pertama program tersebut digulirkan dari rencana 4 kali pertemuan.

Dipandu Mas Sunarto dengan Tema Pemilu Bersih dan Pemilih Cerdas muncul berbagai opini, argumen dan wacana nyata yang ada di masyarakat. Mulai dari Pak Kades Kedungjaran yang pesimis akan Pemilu bersih bila systemnya benar-benar tak dirubah total hingga kendala edukasi pemilih yang minim yang diungkap oleh Ibu Hermina, Ibu Nanik dan Warti. Serta fenomena bahwa Caleg hanya ingat rakyat ketika kampanye yang diutarakan oleh Ibu Rita dari Tegalontar.

Harapan tetap terpancar, apalagi sebenarnya demokrasi adalah jiwa setiap rakyat Indonesia karena telah melaksanakannya pada kehidupan sehari-hari. Di akhir acara Mas Sunarto menandaskan bahwa diskusi ini untuk menggugah kesadaran masyarakat akan permasalahan yang ada disekitar kita. Agar atas masalah yang terjadi kita tak selalu dijadikan objek namun menjadi pelaku yang bijak dan beradab.

Kamis, 20 Maret 2014

Miris, Diesel yang sangat diperlukan DITARIK.

Entahlah, sepertinya kebijakan Pemerintah untuk meningkatkan swasembada beras di negeri ini tak berlaku di desa Kedungjaran. Betapa gembar-gembor para petinggi negeri seakan hanya angin syurga di telinga para petani. Berbagai program Pemerintah yang muncul di televisi seakan hanya tontonan yang membuai petani tanpa kesempatan nyata untuk menikmatinya.

Betapa tidak, setelah sekian lama pertanian di desa Kedungjaran Sragi Pekalongan yang mengandalkan pengairan tadah hujan sedikit agak maju dengan adanya pompanisasi swadaya petani. Dari masa tanam yang satu tahun kini bisa 2 masa tanam dalam satu tahun. Walau petani harus sedikit mengeluarkan biaya tambahan berupa uang solar untuk pompa air yang diletakkan di sungai Sragi.

Lalu apakah areal sawah tersebut tak dialiri air dari saluran irigasi ?.  Petani hanya menatap kosong. Karena saluran Irigasi ada, namun airnya entah kemana hingga kondisi terakhir sarana tersebut rusak disana-sini tanpa upaya perbaikan yang berarti.

Bicara masalah warga yang berkerja di PSDA sebagai lembaga yang membidangi hal tersebut juga ada. Namun kontribusi mereka entah kemana.

Hal ini diperparah dengan munculnya surat dari Bagian Aset Kabupaten Pekalongan yang menyatakan Diesel bantuan yang selama ini menjadi tempat bergantung dari para petani akan dicabut oleh pihak Provinsi. Lalu dengan cara apa petani akan mengairi sawahnya ?

PPS Kedungjaran dilantik.

Pemilihan Legislatif sebentar lagi tiba, 9 April 2014 telah didepan mata. Maka kesibukan kepanitiaan mulai terasa. Setelah kemarin sosialisasi Pemilu Dapil 3 di aula kecamatan Bojong. Sabtu Sore, 16 Maret 2014 pukul 19.30 Wibb dilakukan Pelantikan KPPS atau Kelompok Pelaksana Pemunggutan Suara di aula Sekretariat Desa Kedungjaran.

Hadir dalam acara tersebut PPK Sragi Bapak Wahyu dan rekan serta PPS Kedungjaran Bapak Triyanto. Setelah dilakukan pelantikan dilanjutkan dengan Pelatihan singkat mengenai metoda dan tata cara Pelaksanaan Pemungutan Suara. Juga dijelaskan mengenai Pemilih tambahan yang mungkin akan muncul pada hari 'H'.

Mengenai hal Surat Suara rusak dan tak Syah juga menjadi perhatian lebih pada pertemuan malam itu. Hingga banyak pertanyaan mengemuka mengenai hal tersebut. Semoga Pileg di desa Kedungjaran bisa berlangsung sukses tanpa kendala apapun, demikian pula pemilu di negeri ini.



Sosialisasi Bantuan Jides

Seperti hujan di tengah kemarau, Rabu 19 Maret 2014 rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Pekalongan yang di wakili Bapak Mustari dan Bapak Budi memberikan sosialisasi bantuan Jaringan Irigasi Desa yang akan diterapkan di desa Kedungjaran. Awal Mei 2014 program tersebut direncanakan direalisasikan.

Ya, ditengah dahaga petani desa kedungjaran akan perhatian pemerintah untuk mengatasi berbagai masalah pertanian bantuan Jides ini seakan sedikit mengobati rasa kering kerongkongan para petani. Setelah selama ini areal persawahan mereka tak teraliri air dari jaringan irigasi sama sekali, terakhir didera cambuk kekecewaan bahwa Diesel Pompa yang dipinjamkan oleh Dinas Pertanian ditarik tanpa kejelasan apakah akan diganti atau dipinjami dengan diesel yang terbaru.

Dalam kesempatan tersebut Bapak Mustari menjelaskan bahwa sosialisasi ini perlu sebagai tahap penting upaya transparansi agar masyarakat tahu di desa akan mendapat bantuan. Hingga diharap pada nantinya ada fungsi pengawasan dari masyarakat terhadap pelaksanaan dan pertanggungjawaban dari program tersebut.



Rabu, 12 Maret 2014

Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Pekalongan Baurekso

Jajaran Pengurus Baurekso
Berlangsung di pendopo rumah dinas Bupati Pekalongan, Rabu 12 maret 2013 Kepala desa dan Lurah sekabupaten pekalongan berkumpul. Bukan sembarang kumpul, bukan pula kumpul bocah apalagi kumpul kebo. Namun kumpulnya mereka hari itu adalah untuk menyatukan satu visi dan persepsi menyatukan tekad untuk memilih kepengurusan Paguyuban Kepala Desa dan Lurah Baurekso.


Pengukuhan oleh Bapak H. Amat Antono

Memang setelah 3-5 bulan musim Pilkades 2013 di Kabupaten Pekalongan berakhir otomatis jajaran pemimpin desa ada perubahan. Hal itu tentu mempengaruhi susunan Kepengurusan dan kinerja paguyuban yang saat itu dipimpin oleh pejabat sementara. Maka setelah melalui pertemuan panjang Pra-Muskab yang berulangkali pada hari itu dicapai kesepakatan bahwa Pengurus ditentukan melalui Dewan Formatur.

Jajaran Muspida Kabupaten Pekalongan
Acara yang dihadiri kuranglebih 70 % Kepala Desa dan Lurah karena sebagian tak bisa hadir karena tugas yang tak bisa ditinggalkan menghasilkan susunan kepengurusan yang diketuai oleh Bapak Daryono kepala Desa Nyamok dan ketua 1 Bapak Nur Abdilah Kepala desa Surobayan. 

Pada hari yang bersamaan Kepengurusan yang baru dibentuk dikukuhkan oleh Bupati Pekalongan Bapak H. Amat Antono disaksikan segenap jajaran Muspida dari Ketua DPRD Bapak Asip Qolbihi, Kapolres, Dandim hingga Ketua Pansus UU Desa Bapak Ahmad Muqowam.

Rapat Dewan Formatur
Harapan agar pengurus Baurekso dapat menjadi penyambung aspirasi kepala desa guna memperjuangkan hak-hak yang belum terealisasikan dari ADD, TPAD dan sarana Transportasi kepala desa yang tak kunjung nyata. Juga penegasan wakil Sragi Bapak saridjo agar dengan berlakunya UU Desa agar selain Gaji, tanah bengkoq tak dicabut menjadi aset daerah atau negara, juga pesan agar pengurus tak selingkuh dengan penguasa dan meninggalkan aspirasi anggotanya.

Selasa, 11 Maret 2014

Makan Malam bareng Menteri Pertanian


Setelah seharian penuh mengikuti kegiatan Bupati Pekalongan Bapak Amat Antono, penuh dengan keringat karena berpanas-panas di tengah sawah. Sabtu malam 8 maret 2014 bertempat di Rumah Dinas Bupati suasana agak adem dan nyaman. Betul sekali apalagi didepan meja terhidang makanan lengkap buah dan kue-kue lengkap.

Malam itu ada tamu istemewa di Rumah Dinas Bupati, Menteri Pertanian Bapak Suswono. Maka tak heran yang hadir malam itu juga dipenuhi dari beberapa kelompok Tani teladan dan HKTI serta sebagian Kepala Desa yang ada di pekalongan.

Santai khidmat, Bapak suswono menandaskan perlunya ketahanan pangan digagas dan diawali dari semangat Petani dan dukungan Pemerintah terutama Pemda untuk mengkaji kemudahan perubahan status tanah sawah untuk penggunaan lain semisal perumahan karena akan mengurangi lahan pertanian produktif.

Perlu perjuangan tiada henti dan perhatian serius dari Pemerintah dan juga dukungan petani itu sendiri. Karena program Pertanian akhir-akhir ini sangat banyak hanya kadang petani itu sendiri ada keengganan untuk menyerapnya karena tak terbiasa seperti program SRI.

Perlu sosialisasi tiada henti dari berbagai pihak agar ketahanan pangan bisa tercapai, hingga tak ada situasi dimana negara pertanian justru menjadi importir produk pertanian dari negara lain.

Pembinaan Perangkat Desa Tahap 2 di Desa Sijeruk


Sebagai tindaklanjut dari pembinaan aparatur Pemerintah Desa sekecamatan Sragi yang dicanangkan Camat Sragi Bapak Edi Sutanto dan Paguyuban Kepala Desa Praja Kusuma. Setelah tahap pertama dilangsungkan dengan sukses di Desa Bulaksari maka pelaksanaan tahap kedua dilaksanakan di Desa Sijeruk pada hari selasa, 11 Maret 2014.

Bertujuan untuk menyiapkan aparatur pemerintah desa guna menyongsong berlakunya UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa yang memerlukan kesiapan Sumber Daya Manusia yang Sigap, Cerdas dan Tanggap. Kesiapan tersebut tidak saja dalam penguasaan masalah yang menyertai berlakunya UU Desa tersebut yang menuntut ketelitian dalam penyusunan pengajuan pendanaan, pelaksanaan dan pembuatan SPJ sebagai tanggung jawab akhir kepada masyarakat dan Pemerintah di atasnya atas segala alur yang digariskan aturan yang mengikuti berlakunya UU Desa tersebut.

Pembinaan tahap kedua diikuti oleh 8 desa di kecamatan Sragi bagian utara timur seperti Kedungjaran, Klunjukan, Tegalontar, Gebangkerep, Bulakpelem, Purwodadi, Sijeruk dan Tegalsuruh. Adapun peserta meliputi seluruh aparatur pemerintah desa dari sekretaris desa hingga kadus dan kaur.

Harapan dari Bapak Edi Sutanto selaku camat sragi melalui pembinaan ini aparatur pemerintah desa siap dan tak tergilas oleh akibat sampingan yang selama ini didengungkan media masa bahwa berlakunya UU DESA adalah kuburan masal untuk aparat desa terutama Kepala Desa.

Jumat, 07 Maret 2014

Kunjungan Kerja Bupati


Hari Sabtu, 8 Maret 2014 yang biasanya libur nampak lain di desa Krasak Ageng dan Ketanon Ageng. Semua sibuk bersiap diri, dari pakaian hingga makanan sajian dan tempat acara. Namun kali ini bukan di Balai Desa atau aula namun di pinggiran sawah. Apakah kantor Desa pindah ?. Tentu saja tidak, karena memang hari ini ada kunjungan kerja Bupati Pekalongan Bapak Amat antono ke kedua desa tersebut.

Camat Sragi Bapak Edi Sutanto dan Ibu tak kalah sibuk bersiap diri di bantu beberapa pengurus Paguyuban Kepala desa Praja Kusuma yang diketuai Bapak Bambang Udiyono. Penulis kebagian jadi juru jepret seperti biasanya.

Diawali di desa Krasak Ageng, kunjungan kerja hari ini ditujukan untuk mengevaluasi hasil bantuan Viberisasi Sawah untuk penanggulangan hama Tikus. Sebagai percontohan desa Krasak dan Desa Ketanon telah dibantu untuk menjadi desa percobaan program ini. Bila dikedua desa ini berhasil maka program ini akan diusulkan untuk ditindaklanjuti ke desa-desa lain karena hama tikus kian merajalela. Di pinggiran sawah sempat terjadi dialog santai dengan petani yang didampingi Kepala Desa Martopo. Ada yang menjadi catatan bahwa Bapak Bupati menghendaki acara seperti ini hendaknya disikapi bijak dengan tidak menyuguhkan buah Import, karena tak pro petani lokal.

Bupati yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pekalongan dalam kesempatan yang sama juga mengunjungi Desa Ketanon Ageng yang mendapatkan program serupa. Kepala desa Ketanon Ageng Husien menyampaikan berbagai masukan didampingi wakil petani Bapak Casmin agar program ini dilanjutakan karena keberhasilan nyata dalam mengurangi hama tikus.

Pembuatan Jalan baru tembus Lapangan


Pagi itu banyak warga yang berkerumun di sekitar lapangan sepak Bola desa Kedungjaran Sragi. Pantas hari itu Jumat Kliwon, 7 Maret 2014. Tapi yang ini bukan pada berziarah, melainkan kerja bhakti membuka jalan baru untuk memberi akses warga dusun 1 bagian selatan yang selama ini tak dapat akses kendaraan roda empat.

Hal ini disebabkan oleh tak adanya rencana tata desa yang baik dan benar hingga banyak wilayah yang akhirnya tak punya akses keluar karena banyak jalan yang sempit karena pembangunan rumah warga yng sudah terlanjur berdempetan.

Maka sudah barang tentu kesulitan akhirnya dialami oleh warga yang ada di dalam perkampungan. Kendaraan roda empat sama sekali tak bisa lewat hingga ketika ada pembangunan harus melangsir bahannya. Yang terparah bila ada warga yang harus mendapat pertolongan darurat terpaksa harus digotong ke jalan raya dulu baru bisa dibawa menggunakan roda empat.

Ketua BPD dan Kepala desa sangat antusias, demikian juga dengan warga sekitar yang bila jalan ini bisa terealisasi sangat memberi manfaat yang luar biasa untuk perkembangan ekonomi warga.

Sosialisasi Pemilihan Legislatif 2014


Bertempat di Aula Kecamatan Sragi, Kamis 6 Maret 2014 berlangsung Sosialisasi Pelaksanaan Pemilihan Legislatif 2014 untuk Daerah Pemilihan III yang meliputi wilayah kecamatan Sragi, Kesesi dan Bojong.

 
Dihadiri oleh Kepala desa dan ketua BPD dari Desa-desa ketiga kecamatan tersebut dan dikawal dari Muspika ketiga Kecamatan. Kehadiran yang mencapai 70 % dari undangan nampaknya angin segar ditengah berbagai pesimistis dari berbagai kalangan akan banyaknya pemilih yang tak menggunakan hal pilihnya.


Pemilihan Legislatif yang diikuti oleh 12 partai di Kabupaten Pekalongan sudah menampakkan geliatnya, dari mulai maraknya pemasangan alat peraga kampanye. Hanya sangat disayangkan Calon Legislatif yang seharusnya memberi contoh dengan Pemilu Bersih malah menunjukkan cara-cara negatif dengan berbagai pelanggaran. Dari pelanggaran kecil pemasangan gambar di pohon hingga saling curi start kampanye dan adanya riak money politik.

Dengan jumlah DPT 704.382 orang yang nantinya akan diarahkan untuk memilih di 1.726 TPS KPU dan Bawaslu mengharap agar Pemilu berlangsung Sukses. Hal tersebut ditegaskan juga oleh Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Pekalongan Bapak Bambang yang meminta kesatuan tekad dari segenap Jajaran Muspika dan Pemerintahan Desa untuk mensukseskan Pemilihan Legislatif tahun ini. Juga diharapkan kesiap siagaan tingkat tinggi karena tahun 2014 ini merupakan tahun politik yang perlu disikapi dengan bijak.

Untuk Kabupaten Pekalongan pembagian wilayah pemilihan terbagi menjadi 5 daerah pemilihan. Yang masing-masing dapil terdiri dari beberapa kecamatan. Semoga pemilu tahun ini sukses dan negara aman.

Rabu, 05 Maret 2014

PEMBINAAN PERANGKAT DESA

Guna menyiapkan perangkat desa untuk menghadapi berlakunya Undang-undang Desa TH 2014 dimana perlu kesiapan dalam segala aspek agar tak tergulung dalam gelombang masalah yang menyertainya. Karena santer terdengar diberbagai media yang menyatakan UU Desa adalah Penjara Masal untuk Perangkat Desa khususnya Kepala Desa.

Untuk menjawab masalah itu, Kecamatan Sragi jauh-jauh hari sering memberikan wawasan dan pembekalan kepada para Kepala desa akan perlunya kesiapan dari Desa menghadapi hal tersebut. Hanya memang untuk level Perangkat Desa di bawah Kepala Desa belum pernah disentuh, padahal Kepala desa tentu tak bisa sendirian menghadapi masalah ini. Acara digagas oleh Camat Sragi Bapak Edi Sutanto, S.IP bekerjasama dengan Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Sragi Praja Kusuma yang diketuai oleh Kepala Desa Sumub Lor Bambang Udiyono. Berlangsung di Balai desa Bulaksari diikuti 8 desa yang merupakan tahap pertama pembinaan.

Kedelapan desa tersebut antara lain Desa Krasak Ageng, Ketanon, Bulaksari, Sumub Lor, Sumub Kidul, Purworejo, Kalijambe dan Mrican. Materi yang diberikan secara marathon oleh Bapak Camat dan wakil Paguyuban sekaligus Kepala Desa Ketanon Bapak Husein bertujuan menyatukan visi dan persepsi agar ada satu tekad yang bulat menyongsong berlakunya UU DESA TH 2014.


Semoga dengan adanya pembekalan dan Pembinaan terhadap para Perangkat Desa dari Sekretaris desa hingga Kaur dan Kadus dapat meminimalisir kesalahan yang akan terjadi ketika Undang-Undang tersebut diberlakukan.