REKAM DATA e-ktp DI BALAI PERTEMUAN DESA KEDUNGJARAN / GEDUNG BUMDes PADA SENIN 20 NOVEMBER 2017

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Pelantikan Sekretaris Desa

Laelatun Nadifa dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Desa Kedungjaran Saridjo untuk menjalankan tugas menjadi Sekretaris Desa di Kedungjaran

Dana Desa Untuk Pemberdayaan Masyarakat

Desa Kedungjaran adalah salah satu desa yang paling menonjol dalam pemanfaatan Dana Desa guna memberdayakan Masyarakat dalam rangka mengurangi angka kemiskinan masyarakat desa.

Penyerahan Sertifikat Prona

Penyerahan Sertifikat Prona untuk warga Kabupaten Pekalongan dilakukan serentak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan

Perpustakaan Terbaik IT

Kepala Desa Kedungjaran menyampaikan Masukan dihadapan penggiat Literasi Indonesia yang tergabung di Perpuseru untuk mengkuti tahapan Pengusulan di Musyawarah Desa guna memasukkan Perpustakaan yang bisa didanai dari Dana Desa.

Kerja Bakti Drainase Lingkungan

Dalam upaya menghadapi musim penghujan 2018/2019, guna meminimalisir genangan air di linkungan warga dilakukan kerja bakti secara serentak di desa kedungjaran.

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Sabtu, 10 November 2018

Kerjabakti Lingkungan


Dalam rangka persiapan musim penghujan 2018/2019 yang biasanya intensitas hujan sangat tinggi. Terlebih sesuai perhitungan lima tahunan, pergantian tahun 2018/2019 adalah banjir lima tahunan. Sebagai catatan taun 2013/2014 terjadi banjir besar di kawasan pekalongan, termasuk desa kedungjaran. Banjir tersebut adalah luapan kali sragi yang ada di selatan desa.

Guna antisipasi banjir tersebut. Pemerintah desa kedungjaran mengajak warga untuk melakukan giat kerja bakti. Maka diputuskan pelaksanaan pada hari Jumat 9 November 2018. Hari tersebut diambil karena banyak warga libur kerja sehingga partisipasi warga lebih tinggi.


Fokus kerja bakti pada hari adalah pembersihan saluran drainase lingkungan. Dengan tujuan agar tak ada sumbatan-sumbatan yang bisa mengakibatkan banjir dilingkungan. Kalaupun terjadi banjir, maka genangan akan cepat surut karena air bisa mengalir lancar.

Diarahkan agar setiap kepala dusun dibantu setiap ketua RT mengerahkan warganya masing-masing. Dan syukur alhamdulillah, kegiatan hari itu berjalan sukses. Terlihat banyaknya warga yang turun langsung turut serta. Untuk konsumsi, ini catatan lebih. Warga secara swadaya menyediakan makanan kecil dan minuman ala kadar.

Secara serentak di beberapa titik desa warga bahu membahu membersihkan lingkungan. Sampah yang terkumpul diangkut dengan kendaraan Bank Sampah Kedung Lestari. Masih ada satu dua titik yang belum tersentuh yang akan ditindaklanjuti pada hari minggu saat para PNS dan pegawai lainnya libur.


Sabtu, 03 November 2018

Pelantikan Sekretaris Desa



Setelah melalui proses Penjaringan dan penyaringan ketat. Dari seleksi administrasi hingga ujian penyaringan yang dilakukan melibatkan pihak ketiga LPPM Unikal Pekalongan. Akhirnya dari kelimabelas calon perangkat desa yang ikut mendaftar, yang berhak menjadi perangkat desa adalah Laelatun Nadifa. 

Dengan perolehan nilai akhir 86,70 meninggalkan peringkat kedua Irma Navrati 82,13 dan peringkat tiga Triyanto dengan nilai 80,26. Maka Panitia Seleksi secara bulat menyerahkan hasil ujian ke kepala desa. Selanjutnya Kepala Desa melakukan konsultasi dengan Camat.

Lalu setelah melalui berbagai persiapan, Jumat 2 November 2018 pukul 09.00 WIB didepan masyarakat desa dilakukan pelantikan sekretaris desa. 

Nampak hadir Muspika kecamatan Sragi, Camat Sragi Drs. H. Hasanuddin, Kapolsek Sragi AKP Sumantri dan Danramil Sragi Kapten Inf. Sunarto. BPD, LPMD, TP PKK, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat dan Tokoh agama serta keluarga terlantik juga turut diundang.


Putra pasangan almarhum Bapak Jayidi dan Ibu Sunarti. Almarhum Bapak Jayidi sendiri adalah perangkat desa pada tahun 80-an. Sedang Ibu Sunarti adalah relawan pemulasaran jenazah perempuan untuk desa kedungjaran. Laelatun Nadifa sendiri, sebelum menjadi sekretaris desa selulus dari Unikal mengabdikan diri di BUMDes Kedungjaran sejak tahun 2015.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dilaksanakan dalam suasana sederhana namun penuh hikmad. Setelah dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah. Kepala Desa Kedungjaran Saridjo menyampaikan betapa beratnya tanggungjawab Sekretaris desa di Kedungjaran. Selain memikul beban administrasi untuk semakin menata tata administrasi supaya lebih baik. Sekretaris desa juga harus bisa menjadi pengatur ritme pemerintahan desa. Ia harus mampu membagi tugas dari kepala desa kepada perangkat desa lain.


Lebih berat lagi, kewajiban piket malam harus juga dilaksanakan walau perempuan sekalipun. Kalau merasa tak sanggup bisa mengundurkan diri sekarang juga pungkasnya. Dijawab tegas oleh Sekretaris desa terlantik bahwa ia akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya tentu dengan syarat dukungan seluruh perangkat dan masyarakat.

Camat Sragi Drs. H. Hasanuddin menambahkan, Sekretaris desa itu istri kalau diibaratkan Kepala Desa itu suami. Harus bisa mengatur rumah tangga dengan baik, menjaga harmonisasi pemerintahan desa. Jangan overlap mendahului kepala desa, lebih lebih melawan.

Acara pelantikan dan pengambilan sumpah diakhiri dengan doa oleh Rokhaniawan dari KUA Sragi dengan harapan Pelantikan Sekretaris Desa yang dilaksanakan hari itu menjadikan Desa Kedungjaran menjadi lebih baik lagi.

Kamis, 18 Oktober 2018

Tes Perangkat Desa

Bekerjasama dengan LPPM Unikal Pekalongan, tes tertulis, wawancara dan praktek pada Penjaringan dan Penyaringan perangkat desa sekecamatan sragi telah dilaksanakan. Dimulai Kamis 18 Oktober 2018 hingga Jumat 19 Oktober 2018, bertempat di Kampus Unikal Pekalongan.

Walau desa sebenarnya bisa melaksanakan tes secara mandiri, nanum guna menghindari kecurigaan benturan kepentingan di desa. Maka pelaksanaan tahap Tes dipercayakan pada pihak ketiga yaitu LPPM Unikal Pekalongan.

Secara serentak, 14 Desa di kecamatan sragi melaksanakan ujian penyaringan berupa tes tertulis, wawancara dan Tes Praktek Komputer di Kampus Unikal. Ada 220 calon perangkat desa untuk formasi Sekretaris desa dan 62 untuk formasi perangkat desa lainnya. Jumlah pendaftar sekretaris lebih banyak 14 desa peserta ada kekosongan di formasi tersebut. Sedang pada formasi perangkat desa lainnya, hanya satu-dua desa yang ada kekosongan.

Desa kedungjaran sendiri, ada 15 pendaftar. Diharapkan akan muncul satu yang terpilih dari yang terbaik. Harapannya, perangkat terpilih agar dapat meningkatkan kwalitas pengadministrasian di desa kedungjaran.

Senin, 15 Oktober 2018

Ayo... Senam Sehat Bersama PKK Kedungjaran!!!

Sebagian besar dari kita akan menghabiskan waktu untuk beraktifitas seperti kuliah dan waktu kerja dengan duduk di atas kursi atau tidak melakukan kegiatan olahraga sekalipun. Duduk dan tidak melakukan aktifitas apapun memang posisi yang nyaman, tapi jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama Justru bisa membahayakan kesehatanmu. Saat duduk atau tidak melakukan aktifitas apapun, otot-otot tubuh kita menjadi pasif. Jika terlalu lama ini bisa menghambat sinyal-sinyal biologis dari tubuh ke otak. Akibatnya, tubuh kita jadi lebih rentan terhadap stroke, serangan jantung, juga diabetes.
Oleh karena itu, PKK Desa Kedungjaran berinisiatif membuat kegiatan positif dengan mengadakan senam yang dilaksanakan rutin setiap hari Jumat sore. Kegiatan ini memiliki sasaran para remaja serta ibu-ibu warga Desa Kedungjaran. Bertempat di Lapangan futsal Desa Kedungajaran, peserta senam dilatih oleh instruktur senam Ibu Sri Handayani yang juga wara Desa Kedungjaran.

Kegiatan ini didanai oleh dana yang diberikan Desa ke PKK Desa Kedungjaran. Dengan adanya kegiatan senam seperti ini diharapkan bisa membawa dampak positif untuk masyarakat Desa Kedungjaran, terutama ibu-ibu dan remaja putri sehingga bisa menerapkan pola hidup sehat dengan olahraga secara rutin.

Kedepan harapannya, kegiatan akan dikembangkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian makanan tambahan. Ada pengusulan pula agar diadakan khusus manula tentu dengan Instruktur yang disesuaikan dengan gerakan manula yang terbatas.

Bapak kepala desa juga menginginkan agar ada Perpustakaan keliling yang standby disana. Agar sambil menunggu waktu senam mereka bisa sambil membaca buku-buku yang ada.



Selasa, 09 Oktober 2018

Pemeriksaan Penyakit Kulit Gratis di Kedungjaran


Pada hari Senin, 8 Oktober 2018 Kader Posyandu Desa Kedungjaran bekerjasama dengan DInas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melakukan kegiatan periksa penyakit kulit gratis. Tujuan utama pemeriksaan gratis ini adalah untuk menjaring berapa banyak warga Desa Kedungjaran khususnya yang menderita penyakit kulit jenis kusta. Meski pemeriksaan tidak hanya sebatas warga yang memiliki penyakit kulit jenis kusta, namun data prioritas yang akan diambil adalah mereka yang memiliki penyakit kulit kusta.

Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang bersifat intraselular obligat, artinya: bakteri tersebut harus berada di dalam sel makhluk hidup untuk dapat berkembang biak.Kusta juga adalah penyakit infeksi yang tidak hanya menyerang kulit tetapi juga jaringan saraf terutama pada lengan dan kaki. Penyakit kusta telah ada sejak zaman kuno, penyakit yang memiliki nama lain penyakit lepra ini begitu menakutkan dan memiliki stigma negatif di kalangan masyarakat pada masa itu.

Gejala utama penyakit kusta berupa bercak perubahan warna (menjadi putih seperti panu) atau lesi pada kulit, berbentuk benjolan, atau benjolan yang tidak hilang setelah beberapa minggu atau bulan.
Yang menjadi gejala khas dari penyakit kusta, bahwa lesi pada kulit yang disertai dengan kerusakan saraf akan menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:
  • Mati rasa pada bagian kulit yang terkena misalnya lengan dan kaki
  • Kelemahan Otot
Biasanya memerlukan waktu sekitar 3 sampai 5 tahun sampai gejala kusta muncul setelah seseorang kontak dengan bakteri lepra. Walau demikian, ada juga beberapa orang yang tidak mengalami gejala apapun sampai 20 tahun kemudian. Waktu antara kontak dengan bakteri sampai munculnya gejala disebut masa inkubasi.
Masa inkubasi pada penyakit kusta begitu panjang sehingga menjadi sangat sulit bagi dokter untuk menentukan kapan dan dari mana seseorang tertular bakteri lepra.

Mayoritas penderita kusta yang didiagnosis secara klinis akan diberi kombinasi antibiotik sebagai langkah pengobatan selama 6 bulan hingga 2 tahun. Dokter harus memastikan jenis kusta serta tersedianya tenaga medis yang mengawasi penderita untuk menentukan jenis, dosis antibiotik, serta durasi pengobatan.
Pembedahan umumnya dilakukan sebagai proses lanjutan setelah pengobatan antibiotik. Tujuan prosedur pembedahan bagi penderita kusta meliputi:
  • Menormalkan fungsi saraf yang rusak.
  • Memperbaiki bentuk tubuh penderita yang cacat.
  • Mengembalikan fungsi anggota tubuh.
Risiko komplikasi kusta dapat terjadi tergantung dari seberapa cepat penyakit tersebut didiagnosis dan diobati secara efektif. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi jika kusta terlambat diobati adalah:
  • Mati rasa atau kebas. Kehilangan sensasi merasakan rasa sakit yang bisa membuat orang berisiko cidera tanpa menyadari dan rentan terhadap infeksi.
  • Kerusakan saraf permanen.
  • Otot melemah.
Cacat progresif. Contohnya kehilangan alis, cacat pada jari kaki, tangan dan hidung. Oleh karena itu, dengan adanya pemeriksaan ini diharapkan dapat meminimalisir penyerangan penyakit kusta di Desa Kedungjaran khususnya dan dapat segera ditangani.


Senin, 01 Oktober 2018

Desa Sadar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan

Didasari kesadaran untuk melindungi setiap warga desanya dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan kematian. Pemerintah Desa Kedungjaran beserta seluruh jajaran kelembagaan desa, telah lama melakukan sosialisasi secara masif tentang jaminan sosial.


Diawalai dengan kenyataan bahwa setiap warga miskin belum seratus persen terlindungi dari jaminan sosial kesehatan. Terkadang gangguan kesehatan tersebut berujung kematian. Susahnya, jaminan sosial kesehatan secara mandiri bagi warga miskin sangat memberatkan karena ada keharusan mengikutkan seluruh anggota keluarga untuk mendaftar.

Bersyukur, BPJS Ketenagakerjaan sebagai penyelenggara jaminan Sosial meluncurkan program BPU. Sebuah program yang sangat sesuai untuk situasi dan keadaan masyarakat pedesaan yang tentunya mayoritas bermatapencaharian di sektor informal. Iuran yang kecil, dan tak harus seluruh anggota keluarga wajib mendaftar jadi pilihan yang pas bagi warga desa.


Maka dirembuglah kebijakan yang mewajibkan setiap kepala keluarga untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Untuk melandasi kebijakan tersebut disahkan Peraturan Desa Nomor 5 Tahun 2018 tentang Jaminan Sosial Masyarakat Desa. Dengan perdes tersebut, rencana jangka panjang desa di akhir 2020 seluruh angkatan kerja di desa Kedungjaran harus menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.


Guna menggaungkan kebijakan tersebut, bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan dilaksanakan Launching Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan pada Hari Minggu 30 September 2018. Acara launching yang diresmikan Oleh Bupati Pekalongan Bapak H. Asip Kholbihi didampingi Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Bapak Aditya Warman, Muhamad Triyono dari BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Semarang serta Ibu Septi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan.


Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas PMD P3A PPKB Bapak Muh. Afib serta Kepala Dinas PMPPT Bapak Janu Haryanto.

Acara berlangsung dari pagi hari diawali Senam Sehat yang diikuti hampir 500-an ibu-ibu dan remaja putri desa kedungjaran. Dilanjutkan pagelaran Campursari dan Tari tradisional. Adapun peresmian ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Bupati pekalongan diikuti seluruh hadirin. Pelepasan balon juga mewarnai acara launching tersebut.

Dalam sambutannya, Bapak Bupati menyampaikan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan ini sangat ideal. Direncanakan pemerintah kabupaten akan mengalokasikan dana sebesar 2 milyar untuk menjamin warga miskin dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Kalau selama ini pemerintah kabupaten memberi santunan kematian sebesar Rp.1.000.000,- maka dengan BPJS Ketenagakerjaan bisa antara Rp.24 - 54 juta rupiah.

Acara berlangsung meriah hingga jam 15.00 WIB yang diakhiri dengan pembagian doorprice. Tak lupa sesuai semangat melindungi keluarga, dilakukan penyantunan anak yatim. Dananya didapat dari spontan para karyawan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pekalongan sebesar Rp.2.000.000,-.

Adapun akusisi yang dilakukan dalam waktu 2 bulan terakhir sejumlah 300-an kepala keluarga atau pencari nafkah keluarga. Untuk keluarga miskin Pemerintah Desa Kedungjaran akan membayar iurannya dengan syarat tidak merokok dan ASI Eksklusif untuk ibu yang memiliki balita.

Sabtu, 29 September 2018

Festival Lapak Perpuseru 2018

Tanggal 28 September sampai 30 September Perpuseru yang bekerjasama dengan Coca Cola Foundation Indonesia mengadakan Festival Lapak Perpuseru di Grand Atrium Kota Kasablanka yang diikuti oleh 40 Kota dan Kabupaten di Indonesia dengan masing-masing terdiri dari 2 sampai 3 desa mitra Perpuseru, salah satunya adalah Perpustakaan Desa Kedungjaran Ki Hajar Dewantara. 

Kabupaten Pekalongan mendapatkan dua undangan mitra Perpuseru diantaranya adalah Dinas Perpustakaan Daerah dan Arsip Kabupaten Pekalongan, Perpustakaan Desa Ki Hajar Dewantara Desa Kedungjaran dan Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Pada kesempatan kali ini, Perpusdes Ki Hajar Dewanta membawa produk kerajinan dari bank sampah yang bermitra dengan Perpusdes Kedungjaran sebagai produk unggulan.


Acara festival lapak ini tidak hanya sekedar pameran biasa namun ada beberapa hiburan menarik serta games-games seru yang bisa diikuti oleh pengunjung dan talkshow. 

Booth Kabupaten Pekalongan mendapatkan kesempatan dikunjungi oleh ibu Woro selaku Kepala Perpusnas RI dan membeli beberapa produk dari Perpusdes Kedungajaran, Ibu Titik Sadarini selaku Chief Executive Coca Cola Indonesia, dan selebriti ternama Tasya Kamila yang mampir di booth Kabupaten Pekalongan.


Kegiatan ini diharapkan bisa dilakukan terus kedepannya, sehingga dapat mengenalkan pada masyarakat bahwa Perpustakaan tidak selalu terdiri dari buku dan buku, tapi Perpustakaan sekarang bisa menghasilkan dan menggali potensi desa masing-masing melalui program kemitraan dan pelatihan.

Praktek Kerja Lapangan SMK Negeri 1 Sragi di BUMDes Kedungjaran

Siswa PKL bersama guru dan Karyawan BUMDes

          Tanggal 22 Juli 2018, BUMDes Kedungjaran menjadi tempat para siswa siswi SMK Negeri 1 Sragi  juruasan Teknik Jaringan Komputer untuk Program Kerja Lapangan selama tiga bulan. BUMDes Kedungajaran dipilih menjadi tempat untuk belajar karena salah satu unit usaha yang BUMDes Kedungjaran miliki adalah Penyedia Jasa Layanan Internet. Ini merupakan awal kerjasama BUMDes dengan menggandeng SMK Negeri yang ada di Kabupaten Pekalongan, sebanyak empat siswa yang terdiri dari tiga putri dan satu putra SMK kelas XII. 

         
          
             Selama PKL siswa-siswi belajar bagaimana cara memanajemen sebuah jaringan internet, melakukan pemeliharaan dan mengatasi masalah yang ada. Selain di bidang jaringan, di BUMDes Kedungjaran siswa-siswi juga diajarkan untuk belajar Public Speaking dengan belajar menjadi seorang penyiar radio dengan siaran di Stasiun Radio Komunitas KDJ FM yang pemerintah desa Kedungjaran miliki. 




    Siswa juga diajarkan untuk mengelola perpustakaan digital di Perpusdes Ki Hajar Dewantara Desa Kedungjaran karena letak Perpustakaan dan Studio Radio masih satu kompleks dengan BUMDes Kedungajaran.

                Program kerjasama ini rencananya akan terus berlanjut, bahkan pihak sekolah akan mengirimkan tidak hanya satu jurusan saja, namun akan ada beberapa jurusan lain seperi akuntansi yang akan di turunkan pada Februari 2019 mendatang.













Jumat, 21 September 2018

Kelas Ibu Hamil

Pada hari Kamis, 20 September 2018 Puskesmas Sragi I bekerjasama dengan Kader Posyandu Desa Kedungjaran melakukan kegiatan kelas ibu hamil. 

Kegiatan ini berlangsung di rumah salah satu Kader Posyandu yaitu rumah milik Ibu Ristiyowati. Sasaran diadakan kelas ibu hamil ini adalah ibu-ibu hamil yang ada di Desa Kedungjaran. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi resiko angka kematian ibu dan anak yang saat ini sedang marak terjadi.

Kelas ibu hamil kali ini di hadiri 17 peserta ibu hamil, dengan narasumber Ibu Dwi Puspa Indah selaku narasumber dari Puskesmas Sragi I. Kegiatan ini rutin dilakukan 1 tahun enam kali dengan beberapa materi seperti penyuluhan dan senam ibu hamil.

Pemerintah desa sendiri, guna meminimalisir kejadian kematian Ibu melahirkan dan bayi baru lahir. Senantiasa melakukan pendampingan Ibu hamil. Melibatkan pengurus RT dan perangkat desa dengan program nginjen wong meteng. Mobil siaga juga disiapkan 24 jam untuk sewaktu-waktu dapat dipergunakan apabila ada ibu hamil yang butuh pertolongan atau menjelang persalinan.
Masyarakat Desa Kedungjaran merasa terbantu dengan adanya program kelas ibu hamil seperti ini, sehingga masyarakat berharap program ini bisa terus berlanjut.

Kamis, 20 September 2018

Musrenbangdes 2018

Sebagai bagian rangkaian pelaksanaan perencanaan Pembangunan. Setelah melaksanakan Musyawarah RT dan Musyawarah dusun. Rabu 19 September 2018, pukul 20.00 WIB sampai selesai dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa tahun 2018 untuk pembangunan tahun 2010.

Berlangsung di halaman balaidesa kedungjaran, dihadiri tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Perempuan serta Pemuda. Kelmbagaan Desa juga hadir. Dari Kecamatan hadir Kasi PMD, staf Kasi Tapem, Kasi Kesra dan dinas Kesehatan dalam hal ini Puskesmas 1 Sragi. Unsur keamanan juga ada dari Polsek Sragi.

Acara diawali dengan sambutan BPD dan Tim dari Kecamatan, dimana Musrenbangdes bertujuan menyusun Daftar Usulan rencana Kegiatan Pembangunan Desa dan Dokumen RKPDes serta memilih delegasi yang akan menjadi utusan desa kedungjaran di Musrenbangcam kedepan.

Selanjutnya, kepala desa kedungjaran menyampaikan laporan atas dokumen usulan musrenbangdes tahun sebelumnya. Mana saja yang telah terdanai dan mana yang belum. Juga dijabarkan bahwa dalam musrenbangdes ini disaring mana saja usulan kegiatan yang sekiranya tak bisa dibiayai dari apbdes dikarenakan besarnya anggaran maupun karena kewenangan daerha baik kabupaten, provinsi maupun pusat.

Dalam kesempatan tersebut akhirnya diputuskan, Daftar usulan dari dusun akan direkap oleh Tim. Adapun usulan ke Kabupaten dan Provinsi serta Pusat masing-masing adalah sebagai berikut :

         Usulan Kabupaten :

          - Jalan Poros Kedungjaran - Purworejo
          - Talud Jalan Sragi - Bojong

         Usulan Provinsi
          - Perbaikan Saluran Air PL 10 - PL 12

         Usulan Pusat
          -  Perbaikan Sarana Jalan Desa 
          -  Perbaikan Sarana Talud Jalan Desa

Adapun Tim yang mewakili Desa Kedungjaran adalah :
          1.   Kepala Desa
          2.   Haryoto ( BPD )
          3.   Ristyowati  ( TP PKK ). 

Kamis, 13 September 2018

Pergantian anggota pansel

Sesuai regulasi, seharusnya maksimal 5 hari setelah pansel terbentuk maka harus ada pengumuman ke masyarakat akan lowongan perangkat desa. Akan tetapi setelah dibentuk pada malam 30 Agustus 2018, ternyata ada anggota pansel yang mengundurkan diri karena ada keluarga yang akan turut mencalonkan diri. Hal ini berakibat Surat Keputusan Kepala Desa tentang pembentukan Panitia Seleksi diundur.

Akhirnya baru pada hari Rabu 12 September 2018, dilaksanakan Rapat Koordinasi antara Pemerintah Desa dan Kelembagaan desa. Membahas mundurnya Ibu Dyah Susilowati dari keanggotaan Pansel.

Setelah dilakukan koordinasi, serta penawaran kepada TP PKK untuk tetap memanfaatkan porsi kesetaraan gender. Maka ditunjuklah tokoh masyarakat laki-laki karena wakil perempuan tak mau mengambilnya karena keterbatasan waktu.

Maka terbentuklah Panitia Seleksi Final dengan Formasi sebagai berikut :

  • Ketua           : Wasdari
  • Sekretaris    : Siswandi
  • Bendahara   : Agus Tamtomo
  • Anggota      : Siswanto
  • Anggota      : Heru Susanto

Jumat, 31 Agustus 2018

Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa

Kamis 30 Agustus 2018, sesuai hasil musyawarah desa sebelumnya pada selasa 28 Agustus 2018 dilaksanakan musyawarah pembentukan Panitia seleksi Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa.

Panitia seleksi ini yang nantinya bertugas melaksanakan proses pendaftaran, penjaringan, penyaringan perangkat desa di esa kedungjaran. Walau sebetulnya panitia ini bisa dibentuk tanpa melalui musyawarah desa, namun kepala desa tetap melaksanakan dengan tujuan menggali masukan dan pemikiran masyarakat secara luas. Sekaligus sebagai pembelajaran masyarakat akan proses pengangkatan perangkat desa yang transparan.

Sesuai peraturan bupati pekalongan nomor 22 tahun 2018, untuk pengangkatan perangkat desa tak lebih dari 2 posisi lowongan cukup hanya dengan 5 anggota pansel. Lebih dari 2 maka jumlah panitia seleksi bisa dari 7 orang. Atau disesuaikan kemampuan keuangan desa, untuk add dibawah 300 juta hanya 5 orang dan add di atas 300 juta bisa berjumlah 7 orang.

Setelah melalui pengawalan dengan membaca bersama peraturan bupati 22 tahun 2018, maka secara otomatis kepala desa menunjuk 3 orang dari perangkat desa. Lalu 2 orang dipilih bersama peserta musyawarah desa dari tokoh masyarakat. Tak lupa keterwakilan perempuan juga diperhatikan.

Akhirnya terbentuklah Panitia Seleksi Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Kedungjaran tahun 2018 dengan formasi sebagai berikut :

  • Ketua          : Wasdari
  • Sekretaris    : Siswandi
  • Bendahara   : Agus Tamtomo
  • Anggota      : Siswanto
  • Anggota      : Dyah Susilowati

Selasa, 28 Agustus 2018

Sosialisasi pengisian perangkat desa


Pasca disahkannya Peraturan Daerah Nomor 20 tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Disusul terbitnya Peraturan Bupati kabupaten pekalongan Nomor 22 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 20 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Hampir seluruh desa di kabupaten pekalongan berbenah diri.

Banyak kekosongan perangkat desa yang tertunda pengisiannya kini sudah diperbolehkan diisi. Terlebih atas amanat Undang-undang No. 6 tahun 2014 tentang desa yang mengamanatkan seluruh perangkat desa dari sekretaris desa hingga perangkat desa teknis seperti kaur dan kasi, serta perangkat desa kewilayahan seperti kadus harus berazas hak asal-usul dari desa dan bukan pegawai negeri sipil.

Maka banyak kekosongan sekretaris desa karena awal agustus 2018, terjadi penarikan besar-besaran terhadap sekretaris desa pns.

Desa Kedungjaranpun merupakan salah satu desa dengan kondisi ada yang kosong peragkatnya. Bahkan ini sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Tercatat setelah sekretaris desa Bapak Soebagyo meninggal dunia, belum ada Sekretaris desa definitif yang menggantikannya.

Maka pada hari Selasa 28 Agustus 2018 dilakukan sosialisasi penjaringan sekretaris desa. Dilakukan di aula gedung balaidesa timur. Hadir sekitar 70-an peserta sosialisasi yang merupakan perwakilan dari kelembagaan dan masyarakat. BPD, LPMD, TP PKK, Karang Taruna, Pengurus RT-RW. Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat hadir semua.

Sosialisasi dilakukan guna menjelaskan peraturan yang berlaku, cara serta urutan jadwal penjaringan perangkat desa akan dilakukan. Syarat-syarat calon juga dikupas tuntas. Diputuskan pada malam hari itu, pembentukan pansel akan dilakukan pada kamis malam jumat 30 Agustus 2018. Diputuskan juga penentuan Tim Penguji apakah dari pihak ketiga atau secara mandiri diserahkan pada Panitia Seleksi.

Rabu, 22 Agustus 2018

Hari Raya Qurban 1439 H

Syukur Alhamdulillah. Hari Raya Idul Adha 1439 H yang bertepatan pada hari Rabu 22 Agustus 2018 bagi desa kedungjaran sangat menggembirakan. Kegembiraan itu dikarenakan jatuhnya hari raya untuk 2 organisasi keagamaan di desa kedungjaran bersamaan.

Hal lain nampak dari banyaknya warga masyarakat yang melakukan ibadah qurban. Ada 2 tempat utama penerima hewan Qurban di desa Kedungjaran yaitu Masjid Al-Iklash serta Masjid Baiturohman, serta di mushola - mushola yang ada di desa kedungjaran.

Masjid Baiturohman Kedungjaran di dusun 2 ada 5 ekor sapi dan 9 ekor kambing, sedang di Masjid Al-Iklash dusun 1 ada 2 ekor sapi serta 19 ekor kambing. Mushola Dukuh 1 Sapi dan 5 ekor kambing. Mushola Baitul Islah dari Bapak Harsono 2 ekor kambing. 

Pada hari itu juga, desa kedungjaran mendapat 1 ekor Sapi dari Kabupaten yang diserahkan langsung di Masjid Al-Muhtarom oleh Bupati Pekalongan Bapak H. Asip Kholbihi. Diterima oleh Bapak Saridjo selaku kepala desa kedungjaran didampingi Bapak Suhandi serta Bapak Siswandi.


Adapun Penyembelihan Hewan Qurban Masjid Al-Muhtarom Kajen, merupakan kurban dari keluarga besar Aparatur Sipil Negara (ASN) kabupaten pekalongan yang berhasil mengumpulkan hewan kurban sebanyak 19 ekor sapi dan 10 ekor kambing.

Dari 19 ekor sapi tersebut yang dipotong di halaman Masjid Jami Al-Muhataram Kajen sebanyak 10 ekor, sisanya 9 ekor didistribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan masing-masing satu ekor sapi, antara lain Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Desa Timbangsari, Kecamatan Lebakbarang, Desa Lemahabang, Kecamatan Doro, Desa Kedungjaran, Kecamatan Sragi, Dukuh Purbo, Desa Jolotigo, Kecamatan Talun, Desa Kemasan, Kecamatan Bojong.


Pada kesempatan penyerahan, Bapak Bupati berpesan kepada kepala desa kedungjaran agar dibagi dengan 2 masjid yang ada di kedungjaran.

Senin, 20 Agustus 2018

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73


Sederhana. Itu yang ada. Walau tak mengurangi kehikmatan seluruh warga dalam mengartikan makna kemerdekaan itu sendiri. Secara resmi pemerintah desa tak menganjurkan peringatan HUT Kemerdekaan dengan secara berlebihan mengingat banyak saudara di lombok yang sedang berduka.

Namun semangat kemerdekaan ternyata tetap membara di dada para warga. Tanpa komando, para pengurus RT bahu membahu menghias jalan-jalan lingkungan dengan umbul-umbul dan bendera. Pengecatan jalanpun dilembur hingga larut malam. Pos-pos kampling dihias meriah. Dalam sekejap wajah tiap gang dan jalan berubah semarak.

Pada malam 16 agustus, disetiap dusun ada malam tirakatan. Makanan selamatan dibawa dari masing-masing warga. Bahkan ada beberapa kawasan RT yang mengadakan juga. Sungguh pemandangan yang luar biasa.

Hari Jumat tepat tanggal 17 Agustus 2018, upacara dilakukan di sekolah-sekolah. Dusun 1 terlihat juga melaksanakan jalan sehat secara mandiri. Dilanjutkan pelaksanaan berbagai lomba-lomba rakyat. Setiap dusun serempak melaksanakan berbagai lomba. Sore harinya untuk level desa dilaksanakan Lomba Lari Marathon. 

Sabtu 18 Agustus 2018 malam, lomba Karaoke oleh warga RT 05 dusun 2 yang diikuti warga umum berlangsung meriah. Banyak peserta yang tak terduga, ibu-ibu yang biasanya kalem pemalu ternyata berani tampil luar biasa di atas panggung. Termasuk ada peserta difabilitas.

Minggu pagi 19 Agustus 2018, dilaksanakan Jalan Sehat tingkat desa dan diakhiri pada malam harinya dengan pentas seni pemuda desa kedungjaran. Ada seni tari serta penampilan pemenang lomba karaoke di dusun 2.

Sungguh sebuah wujud kesemangatan akan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan cara sederhana.

Minggu, 19 Agustus 2018

Top Ten Inovasi terbaik KIPP Jawa Tengah 2018

Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik selama 2 bulan ini. Pada hari Sabtu 28 Agustus 2018, bertempat di Pantai Widuri Pemalang diumumkan 10 terbaik Inovasi Pelayanan Publik Jawa Tengah 2018.

Bertepatan dengan hajat Pesta Rakyat Jawa Tengah 2018. Acara yang juga satu rangkaian peringatan hari lahir Provinsi Jawa Tengah ke 68. Para pemenang diberikan penghargaan Piagam.  Sebuah kebanggan tersendiri karena kesepuluh inovator berhasil mengalahkan sekitar 290-an inovator yang berasal dari seluruh kabupaten yang ada di Jawa tengah.

Terlebih untuk Inovasi Gemas Bunga Desa, karena merupakan satu-satunya inovasi yang berasal dari desa. Penyerahan Piagam Penghargaan diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dihadapan segenap tamu undangan dan peserta pesta rakyat. Ada Bupati Walikota, perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Konsulat Australia Surabaya, Kompak dan warga pemalang sekitarnya.

Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan apresiasi, karena inovasi ini sejalan dengan revolusi birokrasi yang ia canangkan Ora Ngapusi Mboten Korupsi.

Sebagai tindak lanjut pengharagaan dan pembinaan, terhadap 10 Inovasi terbaik dilakukan Coaching Clinic yang diselenggarakan Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah. Bekerja sama dengan KOMPAK dengan menghadirkan nara sumber yang berpengalaman di bidang Inovasi. Ada Wawan Sobari Juri Panel Sinovic nasional serta Redhi Setiadi yang merupakan pendamping majunya Inovasi di Jawa Timur.

Berlangsung selama 2 hari dari 19 - 20 Agustus 2018 di Hotel Santika Pekalongan. Diharapkan oleh Ir. Dyah Lukisari, Msi dari Setda Provinsi Jawa Tengah akan memberikan para Inovator wawasan dan pengalaman lebih luas. Selepas dari Coaching Clinic peserta bisa menyusun proposal yang lebih baik hingga bisa menembus Sinovic atau Kompetisi Inovasi tingkat nasional tahun 2018.

Rabu, 15 Agustus 2018

Terbaik 4 Provinsi Jawa Tengah

Ada yang istimewa pada tahun 2018 untuk desa Kedungjaran. Terlebih pada hari jadi Provinsi Jawa Tengah ke - 68 tahun. Selaras dengan kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam mereformasi Birokrasi. Dimana diharapkan dapat memangkas waktu dan meningkatkan kwalitas pelayanan pada masyarakat. Desa Kedungjaran mendapat predikat terbaik 4 perkembangan desa seprovinsi Jawa Tengah tahun 2018.

Dalam acara peringatan Hari Lahir JawaTengah ke - 68 yang dilaksanakan di Simpang Lima Semarang Gubernur Ganjar Pranowo yang kembali terpilih di Pilgub serentak 2018 menyampaikan berbagai perkembangan Jawa Tengah selama 5 tahun ia menjabat.
“Saya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh warga Jawa Tengah dan para pelaku pembangunan, baik yang tergabung dalam dunia usaha, akademisi, ASN, TNI/Polri. Langkah strategis dari Jawa Tengah telah memperoleh apresiasi dari pemerintah pusat, bahkan ada yang diadopsi karena memberikan manfaat bagi masyarakat. Tapi kerja kita belum selesai. Kita masih harus terus bekerja bersama mbangun Jawa Tengah,” ujarnya.

Ganjar memaparkan perkembangan Jawa Tengah secara makro. Di bidang reformasi birokrasi, sejak awal memimpin, dia berupaya membuka komunikasi dengan masyarakat, melalui pendayagunaan teknologi informasi, baik media sosial, Lapor Gub, dan SMS. Sehingga, masyarakat bisa menyampaikan aspirasi maupun keluhannya, dan pemerintah dapat merespons cepat. 

Pembenahan birokrasi juga diikuti perbaikan akuntabilitas publik dengan motto Mboten Korupsi Mboten Ngapusi. Komitmen tersebut memperoleh penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam hal pengendalian pelaporan Gratifikasi serta tertib pelaporan harta kekayaan dari pejabat negara, melalui penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) maupun pelaporan dari seluruh pejabat struktural Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penyampaian LHK ASN.

Pencapaian dalam Perkembangan Perekonomian dengan memberikan kemudahan permodalan menampakkan hasil yang memuaskan. Kebijakan Kartu Tani juga terbukti menjawab permasalahan distribusi pupuk agar bisa tersalur pada yang berhak terutama pupuk subsidi. Pembangunan Insfrastruktur juga kian masif, dan akan dilanjutkan dalam 5 tahun kedepan kepemimpinannya.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan berbagai penghargaan terhadap Organisasi Pemerintahan daerah, Kelurahan, desa dan Tokoh-tokoh masyarakat yang telah berhasil dalam menjalankan program pembangunan di Jawa tengah. 

Salah satunya Desa Kedungjaran, tahun 2018 mendapatkan predikat terbaik 4 evaluasi perkembangan desa tahun 2018. Pada kesempatan tersebut Desa Kedungjaran mendapatkan penghargaan Piagam, Trophy dan Dana Pembinaan. Diterima Bapak Ridhowi mewakili Bapak Saridjo yang pada kesempatan sama ada tugas yang tak bisa ditiggalkan.

Dilihat sekilas ada penurunan karena tahun 2017, dalam lomba yang berbeda mendapat predikat terbaik ke-2. Namun disampaikan Bapak Saridjo, justru 2018 prestasi Kedungjaran semakin baik karena murni diikuti oleh perangkat desa kedungjaran tanpa campur tangan Kepala Desa karena dalam keadaan sakit.

Ini menunjukkan reformasi birokrasi di Kedungjaran sudah berjalan, systemnya sudah baik. Tinggal diteruskan dan ditingkatkan agar semakin bermanfaat bagi desa dan masyarakatnya.

Selasa, 07 Agustus 2018

Verifikasi Lapangan Inovasi Pelayanan Publik

Rangkaian pelaksanaan Kompetisi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Tengah 2018 berlanjut. Selasa 7 Agustus 2018 pukul 13.00 wibb rombongan Verifikator Evaluasi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Tengah 2018 tiba di balaidesa kedungjaran kecamatan sragi kabupaten pekalongan. Dengan Gerakan Masyarakat Menabung Desa Sejahtera, desa kedungjaran masuk 10 besar Inovasi yang dilakukan verifikasi lapangan oleh Tim Verifikator dari Provinsi Jawa Tengah.

Tim Verifikasi terdiri dari 4 orang yaitu Ir. Sunaryo Murp, PH.d Staf Khusus Gubernur Jawa Tengah, Dr. Hardi Warsono , MTP dosen Universitas Diponegoro, Muhammad Taufiq, S.STP Kasubag Tata Laksana Pelayanan Publik, Setyo Prakoso, SH Staf Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah.

Mewakili Bapak Bupati Pekalongan yang saat acara berlangsung sedang melaksanakan tugas di Moskow Rusia, Assisten III Setda Kabupaten Pekalongan Drs. Amat Rosyidin, SH. M.Si menyampaikan sambutan penerimaan. Sangat berbangga dengan inovasi yang dilakukan oleh desa kedungjaran yang telah melakukan peningkatan kwalitas pelayanan publik dengan Gemas Bunga Desa. Hal ini sejalan dengan Bapak Bupati dan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara yang menginginkan setiap Instansi mempunyai satu Inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dr. Hardi Warsono, MTP dari Universitas Diponegoro mewakili Tim Verifikator menyampaikan maksud dan Tujuan kedatangan Tim adalah untuk melihat sejauh mana realitas dilapangan atas Inovasi yang sudah dipaparkan dalam sesi Pemaparan dan Wawancara yang sudah dilaksanakan di Semarang sebelumnya.


Tanpa banyak membuang waktu, Tim langsung melakukan verifikasi pada pelayanan administrasi yang mensyaratkan pemohon layanan untuk menabung. Setelah itu dilanjut ke BUMDes Desa Kedungjaran yang merupakan Inti dari Inovasi Gemas Bunga Desa di Kedungjaran. Wawancara kepada masyarakat yang pada saat yang sama sedang melakukan kegiatan menabung juga dilakukan oleh Tim Verifikator.

Pada akhir acara disampaikan berbagai temuan oleh Tim, bahwa harus ada penajaman terhadap Inovasi. Perbaikan pada manajemen BUMDes agar bisa lebih bisa ditingkatkan kemanfaatannya untuk masyarakat. Peran serta Pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan dan pendampingan juga perlu ditingkatkan agar rintisan yang sudah baik ini bisa semakin berdaya guna.

Jumat, 03 Agustus 2018

Gemas Bunga Desa ikut Lomba Inovasi



Inovasi layanan Publik dari Pemerintah Desa Kedungjaran, GEMAS BUNGA DESA yaitu Gerakan Masyarakat Menabung Desa Sejahtera. Mewakili kabupaten Pekalongan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Tengah tahun 2018.
Kegiatan yang bertujuan menciptakan Satu Instansi, Satu Inovasi (One Agency, One Innovation) juga telah dicanangkan oleh Menteri PAN dan RB dalam Gelar Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik Nasional Tahun 2015 di Jakarta.
Sejalan dengan kegiatan yang dicanangkan pemerintah pusat, sejak tahun 2015 / 2016 Pemerintah Desa Kedungjaran telah melakukan Inovasi Pelayanan Publik berupa Gerakan Masyarakat Menabung Desa Sejahtera atau GEMAS BUNGA DESA. Sebuah Inovasi yang diberikan pemerintah desa berupa edukasi dan pelayanan keuangan inklusif yang dipadupadankan dengan pelayanan administrasi desa.
Keikutsertaan Pemerintah Desa Kedungjaran dengan Gemas Bunga Desa sendiri merupakan pencapaian tersendiri karena dari 229 inovasi pelayanan publik dari unit penyelenggara pelayanan publik di Provinsi maupun Kab/Kota se Jawa Tengah, desa Kedungjaran merupakan satu-satunya peserta dari Desa.
Dari 229 inovasi tersebut, dilakukan seleksi administrasi oleh Tim dari Biro Organisasi Setda Provinsi Jateng dan lolos diusulkan ke Tim Penilai independen dari kalangan media Suara Merdeka, Perguruan Tinggi, sejumlah 170 inovasi. Selanjutnya diperoleh hasil penilaian 20 inovasi yang diikutkan dalam seleksi presentasi dan wawancara pada tanggal 1 dan 2 Agustus 2018.
Dalam seleksi presentasi dan wawancara Pemerintah Desa Kedungjaran diwakili Bapak Saridjo sebagai penggagas inovasi didampingi Laelatul Nadifa dari BUMDes Kedungjaran serta Ibu Tri dan Ibu Nia dari Bagian Organisasi Setda Kabupaten Pekalongan''.
Hasil seleksi dan wawancara akan diambil 10 inovasi terbaik yang akan menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah, pada Pesta Rakyat Jawa Tengah Tahun 2018 tanggal 18 Agustus 2018 di Pemalang,'' jelas Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Jateng, Dyah Lukisari..
Semoga Inovasi Gemas Bunga Desa bisa tembus ke 10 besar agar bisa membawa nama baik kabupaten pekalongan.

Rabu, 27 Juni 2018

Pilkada Jateng


Hajat besar rakyat Jawa Tengah digelar hari ini, Rabu 27 Juni 2018. Pemilihan Kepala Daerah serentak yang salah satunya adalah Provinsi Jawa tengah. Setelah berbagai persiapan dilaksanakan, dari pembentukan panitia hingga rangkaian panjang pendaftaran pemilih, coklit hingga hari H pelaksanaan pemilihan.


Desa Kedungjaran sendiri dengan jumlah pemilih tetap ( DPT ) 2002 pemilih melaksanakan pemilihan di 4 TPS sesuai jumlah dusun yang ada di desa. Hingga akhir masa pencoblosan tercatat sejumlah 1346 pemilih yang menggunakan hak pilihnya atau sekitar 67 % dari Daftar pemilih Tetap. Jumlah yang menggembirakan dibandingkan dengan pilgub-pilgub sebelumnya yang tercatat hanya pada angka 60-an persen.


Adapun hasil penghitungan dari keempat TPS di Desa Kedungjaran pasangan Ganjar Pranowo Taj Yasin memperoleh 765 suara, pasangan Sudirman Said - Ida memperoleh 545 dan suara blangko maupun rusak sebanyak 36 suara.


berdasar pengamatan bawaslu maupun pemerintah desa, pilgub kali ini berlangsung sangat lancar dan damai tanpa ada kejadian yang menodai makna luber sedikitpun.

Kekwatiran adanya praktek money politik juga tak terbukti sama sekali. Ini membuktikan bahwa masyarakat sudah semakin sadar akan haknya menyalurkan suara tanpa iming-iming uang.

Selasa, 22 Mei 2018

Akses Internet Gratis di Perpusdes Ki Hajar Dewantara

       Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, Perpustakaan Desa Ki Hajar Dewantara memberikan akses internet gratis kepada semua pengunjung Perpustakaan baik menggunakan HP, Tablet, Laptop atau dekstop yang disediakan oleh Perpustakaan selama 24 jam. Pengunjung hanya perlu mengisi data diri untuk akses internet, Perpusdes Ki Hajar Dewantara bekerjasama dengan Coca Cola Foundation Indonesia sebagai penyedia manajemen akses internet tersebut yang disebut  dengan program Kunang-kunang. 

               Adanya spot akses internet gratis diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat dalam mencari informasi melalui media online atau internet. Selain akses internet, di Peprusdes pengunjung juga bisa mengakses buku-buku digital yang di dukung oleh aplikasi PaDi dari Telkom atau membaca buku-buku koleksi Perpustakaan. Jika anda bukan warga Kedungjaran dan ingin tahu dimana lokasinya silahkan klik Alamat Perpustakaan

                Untuk dapat mengakses internet, readers dapat melihat panduan video di bawah ini


Minggu, 13 Mei 2018

Pelatihan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Untuk Perpustakaan Desa

Peserta Pelatihan
           Tanggal 5 Mei - 9 Mei 2018 di Bekasi, tepatnya di Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah Bekasi, Coca Cola Foundation mengadakan pelatihan Sistem Informasi Manajemen (SIM) bagi pengelola Perpustakaan Desa/Kelurahan/Taman Baca Masyarakat (TBM) . Perpustakaan Desa Ki Hajar Dewantara Desa Kedungjaran menjadi salah satu peserta yang mengikuti pelatihan, dimana Kabupaten Pekalongan mengirimkan dua Perpusdes yaitu Perpusdes Cerah Desa Wonopringgo dan Perpusdes Ki Hajar Dewantara Des Kedungjaran.


Direktur CCFI memberikan materi
        Sebelum mengikuti pelatihan Perpusdes/Kelurahan/TBM diseleksi terlebih dahulu oleh tim Coca Cola Foundation dan harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu sudah bekerja sama dengan CCFI dalam bentuk bantuan program PerpuSeru, memiliki jaringan internet dengan topologi jaringan yang bagus, dan sudah terintegrasi dengan sistem otomasi Perpustakaan. Pelatihan ini diikuti oleh 82 peserta dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berbagai Kabupaten dan Kota serta 100 peserta dari berbagai Perpusdes/Kelurahan/TBM tingkat nasional. 

Kegiatan ini mendatangkan banyak trainner dan narasumber yang berkualitas diantaranya dari direktur umum Coca Cola Foundation Indonesia, ibu Erlyn yang memberikan penjelasan tentang Sistem Infornasi Manajemen Perpustakaan dalam transformasi Perpustakaan. 

          Narasumber selanjutnya adalah Trainer Sistem Informasi Manajemen dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang memberikan materi tentang fungsi dan sistem Kunang-kunang, kunang-kunang merupakan sebuah sistem peningkatan layanan perpustakaan yang berkelanjutan, yang berguna untuk mengevaluasi dan monitoring yang menjadi salah satu kebutuhan untuk membantu dan mendorong perpustakaan dalam melakukan dokumentasi layanan perpusatakaan. Sistem kunang-kunang merupakan sebuah sistem terintegrasi dengan sistem Otomasi Perpustakaan umum untuk pengelolaan layanan internet untuk menghasilkan informasi terkait penggunaan layanan internet di Perpustakaan dan informasi jumlah kunjungan perpustakaan.

Penjelasan instalasi sistem KK
        

          Narasumber ketiga adalah ibu Ratna Pinasti yang merupakan jurnalis televisi yang sudah lama berkecimpung dalam dunia jurnalistik dan beliau merupakan Pembawa Berita di SCTV, beliau memberikan materi tentang komunikasi Persuasif untuk keberlanjutan pengembangan perpustakaan. Para peserta diajarkan bagaimana membuat presentasi yang baik dan benar serta bagaimana menyampaikan presentasi. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, namun juga praktek langsung dan dinilai oleh juri. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok lalu diberi tema masing-masing lalu dipraktekan dalam berbagai cara seperti simulasi, presentasi menggunakan media Power Point, dll. Narasumber yang terakhir yaitu dari Kementrian Desa, Ibu Ismi yang menyampaikan perihal mekanisme pemanfaatan Dana Desa untuk pengembangan Perpustakaan Desa. Ibu Ismi menjelaskan apa saja dasar-dasar peraturan yang mengatur pemanfaatan Dana Desa untuk Perpustakaan. Bahkan, tahun 2019 Perpustakaan merupakan prioritas yang harus di danai oleh Dana Desa.