REKAM DATA e-ktp DI BALAI PERTEMUAN DESA KEDUNGJARAN / GEDUNG BUMDes PADA SENIN 20 NOVEMBER 2017

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Pelantikan Sekretaris Desa

Laelatun Nadifa dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Desa Kedungjaran Saridjo untuk menjalankan tugas menjadi Sekretaris Desa di Kedungjaran

Pemilu Serentak 2019

Pemilihan Umum Serentak yang menyatukan kegiatan Pemilihan Legislatif sekaligus Pemilihan Presiden untuk pertama kalinya dilakukan di Indonesia pada Rabu 17 April 2019

Penyerahan Sertifikat Prona

Penyerahan Sertifikat Prona untuk warga Kabupaten Pekalongan dilakukan serentak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan

Perpustakaan Terbaik IT

Kepala Desa Kedungjaran menyampaikan Masukan dihadapan penggiat Literasi Indonesia yang tergabung di Perpuseru untuk mengkuti tahapan Pengusulan di Musyawarah Desa guna memasukkan Perpustakaan yang bisa didanai dari Dana Desa.

Kerja Bakti Drainase Lingkungan

Dalam upaya menghadapi musim penghujan 2018/2019, guna meminimalisir genangan air di linkungan warga dilakukan kerja bakti secara serentak di desa kedungjaran.

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Sabtu, 15 Desember 2018

Rehab Rumah Tak Layak Huni



Salah satu tujuan pembangunan adalah mengentaskan kemiskinan. Merubah kondisi warga yang miskin menjadi sejahtera. Tercukupi kebutuhan dasar hidupnya. Baik dari kebutuhan Pangan, Sandang, Papan serta kebutuhan dasar lainnya berupa kesehatan, pendidikan dan kebututuhan sosial lainnya.


Atas tanggungjawab tersebut, pemerintah desa kedungjaran telah melakukan berbagai program. Baik peningkatan ekonomi, layanan kesehatan, edukasi dan pendampingan pendidikan. Di tahun 2018, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan papan berupa tempat tinggal yang layak huni. Pemerintah melakukan rehab terhadap Rumah Tidak Layak Huni terhadap 5 rumah warga. Bersumber dari Dana ADD Kabupaten pekalongan sebesar Rp.20.000.000 dan Bantuan Gubernur sebesar Rp.30.000.000.-

Masing masing warga memperoleh dana stimulan sebesar Rp.10.000.000,- Sebuah angka yang minim ditengah harga harga bahan bangunan yang melambung tinggi. Maka dilakukan penyiapan dari jauh hari. Pada awal tahun dilakukan sosialisasi secara terpadu. Terhadap penerima diwajibkan menabung untuk keperluan dana lainnya, kepada masyarakat sekitar penerima dihimbau agar mau saling bantu pada saat pelaksanaan.

Sebelum
Sesudah
Alhamdulillah, dari kelima warga tak mengalami kendala berarti. Pelaksanaan bisa berjalan dengan baik. Yang lebih membanggakan gotong royong masyarakat sekitar masih tetap ada. Dengan pola 'sambatan' baik membantu tenaga maupun bantuan uang dengan pola gantian atau ' sumbangan bergilir '

Diharapkan setelah 5 rumah ini tak ada lagi RTLH yang ada di kedungjaran. Penuturan Bapak Kepala Desa Kedungjaran Bapak Saridjo, tahun 2019 kita fokus ke Jamban Sehat. Kalaupun ada rumah yang perlu dibantu sifatnya hanya peningkatan kwalitas lantai. Tahun 2019 ODF untuk seluruh Desa dan Zero untuk RTLH.

Jumat, 14 Desember 2018

Sosialisasi Jamban Sehat


Jumat 14 Desember 2018 pukul 16.00 WIB Pemerintah Desa Kedungjaran melakukan sosialisasi bantuan Jamban Sehat. Sebanyak 28 kepala keluarga atau yang mewakili hadir dalam acara tersebut. Sementara dari Pemerintah Desa hadir Kepala Desa di dampingi perangkat desa terkait dan kepala dusun yang ada di desa kedungjaran.


Dalam arahan kepala desa, Pak Saridjo menyampaikan adalah tugas pemerintah menuntaskan permasalahan kesehatan. Dari kesehatan terkait gangguan penyakit, pola makan sehat serta pola hidup sehat terkait ketika buang hajat.

Kedungjaran sampai saat ini masih ada 28 rumah dari sekitar 500-an rumah yang belum berjamban. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang sesuai rencana harus terselesaikan pada tahun 2019.


Maka setelah dilakukan survey kelayakan, diputuskan akan dilakukan bantuan stimulan jamban sehat. Setiap rumah diberikan dana stimulan sebesar Rp.1.000.000,- yang bersumber dari Dana Desa tahun 2019. Bantuan tersebut rencananya akan diberikan dalam bentuk material pembuatan jamban. Sementara biaya tukang akan ditanggung swadaya oleh penerima. Adapun bagi Rumah Tangga Miskin akan dilakukan dengan pola gotong royong.

Sosialisasi dilakukan jauh hari, dengan tujuan agar penerima bantuan dapat mempersiapkan dana tukang. Maklum, hampir rata-rata penerima berasal dari rumah tangga miskin. Diberi waktu 3 bulan kepada penerima untuk menabung hingga cukup untuk biaya tukang.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan mengenai persiapan Pilkades anti Money politik dan hal lain terkait pemerintahan desa kedungjaran. Juga terkait pajak 2014 - 2015 yang akan dilakukan pemutihan.

Kamis, 13 Desember 2018

Pelatihan SID Kabupaten Pekalongan

Kamis, 13 Desember 2018 pukul 09.00 WIB berlangsung pelatihan Sistem Informasi Desa ( SID ). Sebuah platform kebijakan dalam mendukung transparansi kebijakan di desa. Dimana program ini akan membuat desa selangkah lebih maju dalam mensosialisasikan kegiatan di desanya. Baik perencanaan, pelaksanaan dan pengspj-an kegiatan itu sendiri. Juga terkait transparansi dan keterbukaan Pemerintah Desa terhadap data-data Desa seperti Laporan Keuangan, Kependudukan, Profil Desa dan lain-lain.



Kalau dulu melalui papan pengumuman atau pamflet. Dengan SID desa wajib membuat website yang terkoneksi dengan media sosial lainnya seperti Facebook, Twitter, WA dan Instagram. Tepatnya media sosial kekinian dengan tujuan lebih luas menjangkau warga.

Kegiatan Pelatihan bertempat di aula BKD & Diklat Kabupaten Pekalongan di kajen. Adapun peserta untuk hari ini adalah perwakilan desa dari tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Sragi, Bojong dan Kesesi. Perwakilan desa diharapkan akan menjadi admin atau penanggungjawab penerapan SID atau Sistem Informasi Desa di desa masing-masing.

Pelatihan SID hari ini merupakan bagian Kegiatan yang diikuti oleh seluruh Desa di Kabupaten Pekalongan. Adapun pelaksanaannya dibagi menjadi pertiga kecamatan dengan lokasi pelatihan yang berbeda-beda. Pelatihan ini dilatih oleh relawan TIK yang ditunjuk dari Dinas PMD P3A PPKB Kabupaten Pekalongan.

Para trainer melatih peserta bagaimana cara membuat website desa, cara memanjamen website desa, membuat sosial media seperti twitter, facebook dan instagram. Domain  untuk website disediakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah  gratis, namun mereka tidak mengharuskan desa menggunakan domain gratis ini. Desa yang memang sudah memiliki website sendiri seperti Desa Kedungjaran masih bisa menggunakan alamat yang sudah digunakan.

Kebetulan jauh sebelum ada pelatihan SID ini Desa Kedungjaran sudah terlebih dahulu memiliki sistem yang hampir sama dan sudah melakukan transparansi data yang di publikasikan melalui sosial media online seperti website, FB, Twitter maupun media konvensional seperti banner dan bahan cetak lainnya. 

Senin, 10 Desember 2018

Nyadran Sawah



Berlangsung 2 hari, Jumat 7 Desember 2018 dan Minggu 9 Desember 2018 nyadran sawah dilakasanakan. Sebuah tradisi turun temurun yang mengedepankan semangat gotong royong pedesaan. Biasanya dilaksanakan menjelang hajat desa seperti bersih desa maupun menjelang masa tanam padi.

Pelaksanaan Nyadran hari itu dalam rangka persiapan musim tanam oktober maret 2018/2019. Agak telat memang, karena musim hujan yang juga terlambat.

Pelaksanaan nyadran dilakukan 2 tahap. Jumat 7 Desember dilaksanakan di blok kedungrejo sisi utara sawah kedungjaran. Seperti biasa, warga lelaki bahu membahu bersih-bersih dan perbaikan saluran air sawah utara. Sementara para ibu sibuk menyiapkan panganan dan makanan untuk para bapak di sawah.


Lalu setelah waktunya, makanan matang dibungkus daun disebut golong. Selanjutnya berduyun kaum ibu dan remaja ke sawah mengantarkan makanan golong tadi. Biasanya Pak Lebe setelah dianggap cukup mendoakan agar hajat desa berjalan lancar tanpa halangan apapun. Setelah di doakan, kaum ibu pulang dengan membawa sebagian makanan dengan tukar menukar golong. Dan kaum bapak selepas gotong royong menikmati golong langsung di pinggiran sawah. Sungguh pemandangan pedesaan yang membuat nyaman.


Pelaksanaan berikutnya di blok siluwih sawah selatan. Kegiatan yang sama juga dilakukan kaum bapak ke sawah dan kaum ibu menyiapkan golong. Kali ini saluran sawah selatan yang dikerjakan.
Semoga masa tanam Oktober Maret 2018/2019 bisa lancar tanpa gangguan hama dan menghasilkan panen yang sukses.

Senin, 12 November 2018

Pilkades Bebas Money Politik

Akhir-akhir ini sering kita saksikan di berbagai media, kepala desa tertangkap oleh Aparat Penegak Hukum. Permasalahannya bermacam-macam. Namun hampir keseluruhannya terkait tindak pidana korupsi dan pungutan liar. Ada juga penyalahgunaan jabatan, sedikit yang dikarenakan kesalahan administrasi.

Dari hasil penelusuran hampir mayoritas dikarenakan permasalahan uang. Secara terang-terangan bisa dikatakan untuk mengembalikan modal. Atau ada yang mengatakan juga mencari modal untuk pencalonan Pilkades yang akan datang. Tentu ada juga yang kesalahan pergaulan, terjerumus pola hidup pejabat yang salah. Terlebih saat ini anggaran yang dikelola luar biasa banyak dengan dana desa.

Apakah begitu besar biaya yang dibutuhkan untuk pilkades ?.
Ternyata memang sangat banyak, mari kita hitung bersama-sama. 

Biasanya, 1 tahun menjelang pilkades mulai muncul kasak kusuk dukung mendukung. Yang mendukung, bila ia dari kalangan berduit sudah mulai mengkampanyekan dukungannya. Dari mulai membayari warga yang makan minum di warung, hingga aktif menyuarakan jagoannya. Terlebih untuk seseorang yang nyata-nyata akan mencalonkan. Biasanya ia akan aktif di tengah masyarakat. Kegiatan sosial keagamaan ia suport maksimal. Membayari makan minum warga di warung juga gencar ia lakukan, baik olehnya sendiri maupun oleh agen-agen juru kampanyenya yang terkenal dengan sebutan pecut.

Bisa dibayangkan, hal itu dilakukan dari 1 tahun sebelum Pilkades. Katakanlah 1 minggu 1 juta saja, dalam 1 bulan 4 juta. Belum sumbangan-sumbangan yang secara otomatis berdatangan memintanya karena alih-alih agar mendapat dukungan. Biasanya ini berlangsung dalam 10 bulanan. Karena 2 bulan terakhir ini merupakan puncaknya.

Pada 2 bulan terakhir inilah, seorang calon kepala desa harus menyiapkan pundi-pundi pendanaan. Penggalangan masa dilakukan. Bahkan ada yang hingga menyewa gedung pertemuan full hiburan dan sajiannya. Paling sederhana di rumah makan tertentu. Biasanya diawali dengan pertemuan tokoh-tokoh. Selanjutnya ketua kelompok hingga warga umum.

Hitung saja perlu pertemuan Tokoh dengan jumlah 50-an, menu makan yang harus istemewa karena mereka tokoh. Belum uang sakunya. Satu kali pertemuan 5 - 10 juta dibutuhkan. Koordinasi seperti ini biasanya 2 - 3 kali. Lalu dilanjut dengan pertemuan Ketua kelompok, 1 orang ketua kelompok biasanya memegang 2-3 rumah. Jumlahnya bisa hampir 100 - 200 orang, tetap dengan layanan istimewa dan uang saku. Dengan menu sederhana 1 orang 30ribuan, uang saku 50ribuan dan rokok perorang tentu bisa dihitung berapa biaya yang dibutuhkan.

Bersamaan dengan itu, dirumah calon kepala desa dilakukan open house, khususnya pada malam hari. Waktunya bisa dalam 10 - 20 harian menjelang waktu hari tenang. Berbagai makanan kecil dihidangkan, rokok bebas berapapun mau. Hingga sering didapati sales rokok yang menawarkan produknya di rumah calon kepala desa. Dalam 1 malam, minimal membutuhkan 10 Pak Rokok dengan isi 20 bungkus. Belum makanan, minuman dan lainnya. Dalam 1 malam minimal 1 - 2 juta dihabiskan.

Siangnya Calon Kepala desa akan keliling rumah warga, memberitahu dirinya mencalonkan diri sekaligus meminta dukungan. Ada yang hanya 1 kali, ada pula yang 2 kali. Diawal mau mendaftarkan diri dan setelah resmi menjadi calon tetap. Contoh desa kecil dengan jumlah rumah 500 rumah, ia harus mengeluarkan uang ganti gula atau untuk jajan anak di setiap rumah dengan besaran 25 - 50 ribu rupiah. Kalau satu kali kunjungan saja bisa menghabiskan 15 - 25 juta rupiah, kalau 2 kali bisa dihitung berapa rupiah yang harus disediakan. Itu hanya dihitung perumah, kalau dalam 1 rumah ada dua lebih kepala keluarga maka biaya yang dikeluarkan akan semakin lebih banyak.

Puncaknya di hari H pemilihan. Melalui Panitia ada istilah uang ganti kerja, besaranya 25 - 50ribu rupiah perpemilih tergantung kesepakatan semua calon. Dengan jumlah Pemilih hadir 1500-an saja, uang yang harus diserahkan ke panitia bisa sejumlah 30 - 75 juta rupiah percalon kepala desa. Itu yang resmi melalui panitia.

Yang melalui Tim Pemenangan beda lagi, justru ini yang paling membutuhkan biaya besar. Disebut sebagai serangan fajar. Angka terakhir di tahun 2013/2014, untuk setiap pemilih, ia datang atau tidak. Karena biasanya diberikan kepada kepala keluarga adalah antara 50 - 100 ribu rupiah. Dengan jumlah hak pilih 2000 orang saja, maka sebesar 150 - 200 juta rupiah harus ia siapkan.

Belum lagi Pemulangan warga yang merantau, panitia yang sigap akan mengatur agar dibiayai bersama. Namun sering masing-masing menyediakan armada bus sesuai laporan tim pemenangan di rantau. Tak kurang 3 - 5 bus disiapkan oleh masing masing calon dengan lengkap akomodasi diperjalanan.

Pagi hari pada hari pemilihan, di rumah calon kepala desa juga ada dapur umum. Pagi hari sehabis subuh makanan pagi dihantarkan ke setiap warga, makan ditempatpun bisa. Lalu mereka mengiring calon ke tempat pemungutan suara. Tentu dengan masing-masing ketua Kelompok masing-masing sebungkus rokok diluar uang serangan fajar dan Uang Ganti Kerja dari panitia.

Sepulangnya pemilihan, sebelum penghitungan di masing-masing rumah calon kepala desa telah disiapkan makanan dan minuman lengkap untuk jumlah tak terkira. Semua siap menang, hingga saatnya nanti pendukung pulang dari Tempat Pemilihan bisa dijamu sepuasnya untuk yang menang. Tempat sikalah biasanya makan mubazir terbuang, karena kesedihan melanda.

Sudah selesaikah ?. Belum kawan.
Setelah dipastikan siapa yang menjadi kepala desa, Kepala desa terpilih harus tetap siap menerima tamu. Bahkan untuk yang ini tamu dari pemerintahan hingga media berdatangan. Sebagai tanda syukur ada pula yang diselipkan dengan jumlah variatif. Dan puncaknya diakhiri dengan tasyakuran, seluruh warga diundang selamatan. Yang royal, ada hiburan dangdut atau lainnya seuai janji sebelumnya.

Maka tak heran ada cerita untuk menjadi Kepala Desa membutuhkan antara 500 - 1,5 milyar. Angka yang fantastis. Tapi bukankah penghasilan kepala Desa juga besar ?. Wajar saja untuk menjadi kepala desa juga butuh biaya besar.

Mari kita hitung. Dengan Penghasilan tetap dibawah 4 juta rupiah sebulan, dalam 1 masa jabatan kepala desa hanya bisa mengumpulkan 4jt X 12 X 6 = Rp.288.000.000,-.  Ditambah Tunjangan berupa sawah bengkok. Rata-rata Kepala Desa mendapat 40 - 60 petak/iring lahan sesuai kekayaan desa yang ada. Untuk 1 petak disewakan bisa laku 800 - 1 juta rupiah untuk 2 kali sewa pertahun. Maka bila ia menerima hak 40 petak bisa dihitung 2 ( sewa ) X 40 ( petak ) X 6 ( tahun ) X 1 juta = Rp.480.000.000,- . Total ia mendapat Rp.700.000.000, - dari sewa lahan dan Penghasilan tetap dari Pemerintah.

Ingat, setelah jadi kepala desa bukan berarti tak ada pengeluaran lagi. Justru Biaya Sosial Kepala Desa semakin wajib dikeluarkan. Untuk setiap hajat warga ia harus hadir dan menyumbang, orang sakit, orang musibah. Singkatnya dari lahir hingga warga meninggal Kepala Desa harus ada dana yang dikeluarkan. Tamu terkait tugas, tamu kemitraan dan lain sebagainya. Yang jumlahnya juga sangat luar biasa.

Maka wajar dengan pola Pilkades seperti itu jarang muncul kepala desa - kepala desa yang berhasil. Dari 75 ribu kepala desa di Indonesia hanya  1 - 2 persen yang bisa mengangkat desanya menjadi lebih baik. Sisanya normatif, karena bila ia semakin aktif butuh biaya tambahan untuk menopang keaktifannya.

Belum lagi rival yang kalah, setiap hari akan berupaya menjatuhkan. Terlebih bila ia  tak bisa bangun dari kekalahannya. Ia akan membabi buta mencari kelemahan kepala desa. Terlebih bila ia masih ingin mencalonkan diri di tahun berikutnya.

Maka sudah menjadi rahasia umum pada Kepala Desa terpilih muncul prinsip balik modal, atau mengumpulkan modal untuk Pilkades yang akan datang.

Dampak negatif yang luar biasa, yang seharusnya menjadi perhatian kita bersama. Bagaimana mewujudkan Pilkades yang bermartabat yang menghasilkan Kepala Desa terpilih tanpa beban. Agar Kepala Desa terpilih bisa fokus bekerja menjalankan amanah rakyat memajukan desa mensejahterakan warganya.

Regulasi harus dibenahi, seluruh lini harus disadarkan. Ada masalah besar pada Bangsa ini yang harus diperbaiki. Percuma bicara besar tentang membangun bangsa bila ujung tombak pembangunan di desa terjerat belitan masalah.

Bisakah ?. Bisa walau berat. Asal ada kemauan bersama pasti bisa. Bila ini berhasil, maka rentetan praktek money politik bisa dihilangkan dari bumi Indonesia. Mulai dari Desa. Kepala Desa yang terpilih bukan dari Money Politik akan mengawal pelaksanaan Pemilihan apapun di desanya dengan anti Money Politik Pula.

Maka tidak mustahil, akan terwujud Pemimpin-pemimpin di semua lini pemerintahan. Dari Kepala Desa, Bupati Walikota, Gurbernur hingga Presiden juga dengan dewannya. Hingga pimpinan OPD hingga Para Menterinya terpilih bukan karena pemberian dan apa yang akan diberikan. Namun semata-mata ia terpilih karena kemampuan dan pilihan rakyatnya.

Indonesia bermartabat dengan pemimpin-pemimpinnya yang jujur, adil dan berwibawa akan terwujud. Indonesia maju adil sejahtera akan tercipta. Negeri Baldatun Toyyibatun Wa Rabun Ghofur akan menjelma.

Sabtu, 10 November 2018

Kerjabakti Lingkungan


Dalam rangka persiapan musim penghujan 2018/2019 yang biasanya intensitas hujan sangat tinggi. Terlebih sesuai perhitungan lima tahunan, pergantian tahun 2018/2019 adalah banjir lima tahunan. Sebagai catatan taun 2013/2014 terjadi banjir besar di kawasan pekalongan, termasuk desa kedungjaran. Banjir tersebut adalah luapan kali sragi yang ada di selatan desa.

Guna antisipasi banjir tersebut. Pemerintah desa kedungjaran mengajak warga untuk melakukan giat kerja bakti. Maka diputuskan pelaksanaan pada hari Jumat 9 November 2018. Hari tersebut diambil karena banyak warga libur kerja sehingga partisipasi warga lebih tinggi.


Fokus kerja bakti pada hari adalah pembersihan saluran drainase lingkungan. Dengan tujuan agar tak ada sumbatan-sumbatan yang bisa mengakibatkan banjir dilingkungan. Kalaupun terjadi banjir, maka genangan akan cepat surut karena air bisa mengalir lancar.

Diarahkan agar setiap kepala dusun dibantu setiap ketua RT mengerahkan warganya masing-masing. Dan syukur alhamdulillah, kegiatan hari itu berjalan sukses. Terlihat banyaknya warga yang turun langsung turut serta. Untuk konsumsi, ini catatan lebih. Warga secara swadaya menyediakan makanan kecil dan minuman ala kadar.

Secara serentak di beberapa titik desa warga bahu membahu membersihkan lingkungan. Sampah yang terkumpul diangkut dengan kendaraan Bank Sampah Kedung Lestari. Masih ada satu dua titik yang belum tersentuh yang akan ditindaklanjuti pada hari minggu saat para PNS dan pegawai lainnya libur.


Sabtu, 03 November 2018

Pelantikan Sekretaris Desa



Setelah melalui proses Penjaringan dan penyaringan ketat. Dari seleksi administrasi hingga ujian penyaringan yang dilakukan melibatkan pihak ketiga LPPM Unikal Pekalongan. Akhirnya dari kelimabelas calon perangkat desa yang ikut mendaftar, yang berhak menjadi perangkat desa adalah Laelatun Nadifa. 

Dengan perolehan nilai akhir 86,70 meninggalkan peringkat kedua Irma Navrati 82,13 dan peringkat tiga Triyanto dengan nilai 80,26. Maka Panitia Seleksi secara bulat menyerahkan hasil ujian ke kepala desa. Selanjutnya Kepala Desa melakukan konsultasi dengan Camat.

Lalu setelah melalui berbagai persiapan, Jumat 2 November 2018 pukul 09.00 WIB didepan masyarakat desa dilakukan pelantikan sekretaris desa. 

Nampak hadir Muspika kecamatan Sragi, Camat Sragi Drs. H. Hasanuddin, Kapolsek Sragi AKP Sumantri dan Danramil Sragi Kapten Inf. Sunarto. BPD, LPMD, TP PKK, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat dan Tokoh agama serta keluarga terlantik juga turut diundang.


Putra pasangan almarhum Bapak Jayidi dan Ibu Sunarti. Almarhum Bapak Jayidi sendiri adalah perangkat desa pada tahun 80-an. Sedang Ibu Sunarti adalah relawan pemulasaran jenazah perempuan untuk desa kedungjaran. Laelatun Nadifa sendiri, sebelum menjadi sekretaris desa selulus dari Unikal mengabdikan diri di BUMDes Kedungjaran sejak tahun 2015.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dilaksanakan dalam suasana sederhana namun penuh hikmad. Setelah dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah. Kepala Desa Kedungjaran Saridjo menyampaikan betapa beratnya tanggungjawab Sekretaris desa di Kedungjaran. Selain memikul beban administrasi untuk semakin menata tata administrasi supaya lebih baik. Sekretaris desa juga harus bisa menjadi pengatur ritme pemerintahan desa. Ia harus mampu membagi tugas dari kepala desa kepada perangkat desa lain.


Lebih berat lagi, kewajiban piket malam harus juga dilaksanakan walau perempuan sekalipun. Kalau merasa tak sanggup bisa mengundurkan diri sekarang juga pungkasnya. Dijawab tegas oleh Sekretaris desa terlantik bahwa ia akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya tentu dengan syarat dukungan seluruh perangkat dan masyarakat.

Camat Sragi Drs. H. Hasanuddin menambahkan, Sekretaris desa itu istri kalau diibaratkan Kepala Desa itu suami. Harus bisa mengatur rumah tangga dengan baik, menjaga harmonisasi pemerintahan desa. Jangan overlap mendahului kepala desa, lebih lebih melawan.

Acara pelantikan dan pengambilan sumpah diakhiri dengan doa oleh Rokhaniawan dari KUA Sragi dengan harapan Pelantikan Sekretaris Desa yang dilaksanakan hari itu menjadikan Desa Kedungjaran menjadi lebih baik lagi.

Kamis, 18 Oktober 2018

Tes Perangkat Desa

Bekerjasama dengan LPPM Unikal Pekalongan, tes tertulis, wawancara dan praktek pada Penjaringan dan Penyaringan perangkat desa sekecamatan sragi telah dilaksanakan. Dimulai Kamis 18 Oktober 2018 hingga Jumat 19 Oktober 2018, bertempat di Kampus Unikal Pekalongan.

Walau desa sebenarnya bisa melaksanakan tes secara mandiri, nanum guna menghindari kecurigaan benturan kepentingan di desa. Maka pelaksanaan tahap Tes dipercayakan pada pihak ketiga yaitu LPPM Unikal Pekalongan.

Secara serentak, 14 Desa di kecamatan sragi melaksanakan ujian penyaringan berupa tes tertulis, wawancara dan Tes Praktek Komputer di Kampus Unikal. Ada 220 calon perangkat desa untuk formasi Sekretaris desa dan 62 untuk formasi perangkat desa lainnya. Jumlah pendaftar sekretaris lebih banyak 14 desa peserta ada kekosongan di formasi tersebut. Sedang pada formasi perangkat desa lainnya, hanya satu-dua desa yang ada kekosongan.

Desa kedungjaran sendiri, ada 15 pendaftar. Diharapkan akan muncul satu yang terpilih dari yang terbaik. Harapannya, perangkat terpilih agar dapat meningkatkan kwalitas pengadministrasian di desa kedungjaran.

Senin, 15 Oktober 2018

Ayo... Senam Sehat Bersama PKK Kedungjaran!!!

Sebagian besar dari kita akan menghabiskan waktu untuk beraktifitas seperti kuliah dan waktu kerja dengan duduk di atas kursi atau tidak melakukan kegiatan olahraga sekalipun. Duduk dan tidak melakukan aktifitas apapun memang posisi yang nyaman, tapi jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama Justru bisa membahayakan kesehatanmu. Saat duduk atau tidak melakukan aktifitas apapun, otot-otot tubuh kita menjadi pasif. Jika terlalu lama ini bisa menghambat sinyal-sinyal biologis dari tubuh ke otak. Akibatnya, tubuh kita jadi lebih rentan terhadap stroke, serangan jantung, juga diabetes.
Oleh karena itu, PKK Desa Kedungjaran berinisiatif membuat kegiatan positif dengan mengadakan senam yang dilaksanakan rutin setiap hari Jumat sore. Kegiatan ini memiliki sasaran para remaja serta ibu-ibu warga Desa Kedungjaran. Bertempat di Lapangan futsal Desa Kedungajaran, peserta senam dilatih oleh instruktur senam Ibu Sri Handayani yang juga wara Desa Kedungjaran.

Kegiatan ini didanai oleh dana yang diberikan Desa ke PKK Desa Kedungjaran. Dengan adanya kegiatan senam seperti ini diharapkan bisa membawa dampak positif untuk masyarakat Desa Kedungjaran, terutama ibu-ibu dan remaja putri sehingga bisa menerapkan pola hidup sehat dengan olahraga secara rutin.

Kedepan harapannya, kegiatan akan dikembangkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian makanan tambahan. Ada pengusulan pula agar diadakan khusus manula tentu dengan Instruktur yang disesuaikan dengan gerakan manula yang terbatas.

Bapak kepala desa juga menginginkan agar ada Perpustakaan keliling yang standby disana. Agar sambil menunggu waktu senam mereka bisa sambil membaca buku-buku yang ada.



Selasa, 09 Oktober 2018

Pemeriksaan Penyakit Kulit Gratis di Kedungjaran


Pada hari Senin, 8 Oktober 2018 Kader Posyandu Desa Kedungjaran bekerjasama dengan DInas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melakukan kegiatan periksa penyakit kulit gratis. Tujuan utama pemeriksaan gratis ini adalah untuk menjaring berapa banyak warga Desa Kedungjaran khususnya yang menderita penyakit kulit jenis kusta. Meski pemeriksaan tidak hanya sebatas warga yang memiliki penyakit kulit jenis kusta, namun data prioritas yang akan diambil adalah mereka yang memiliki penyakit kulit kusta.

Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang bersifat intraselular obligat, artinya: bakteri tersebut harus berada di dalam sel makhluk hidup untuk dapat berkembang biak.Kusta juga adalah penyakit infeksi yang tidak hanya menyerang kulit tetapi juga jaringan saraf terutama pada lengan dan kaki. Penyakit kusta telah ada sejak zaman kuno, penyakit yang memiliki nama lain penyakit lepra ini begitu menakutkan dan memiliki stigma negatif di kalangan masyarakat pada masa itu.

Gejala utama penyakit kusta berupa bercak perubahan warna (menjadi putih seperti panu) atau lesi pada kulit, berbentuk benjolan, atau benjolan yang tidak hilang setelah beberapa minggu atau bulan.
Yang menjadi gejala khas dari penyakit kusta, bahwa lesi pada kulit yang disertai dengan kerusakan saraf akan menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:
  • Mati rasa pada bagian kulit yang terkena misalnya lengan dan kaki
  • Kelemahan Otot
Biasanya memerlukan waktu sekitar 3 sampai 5 tahun sampai gejala kusta muncul setelah seseorang kontak dengan bakteri lepra. Walau demikian, ada juga beberapa orang yang tidak mengalami gejala apapun sampai 20 tahun kemudian. Waktu antara kontak dengan bakteri sampai munculnya gejala disebut masa inkubasi.
Masa inkubasi pada penyakit kusta begitu panjang sehingga menjadi sangat sulit bagi dokter untuk menentukan kapan dan dari mana seseorang tertular bakteri lepra.

Mayoritas penderita kusta yang didiagnosis secara klinis akan diberi kombinasi antibiotik sebagai langkah pengobatan selama 6 bulan hingga 2 tahun. Dokter harus memastikan jenis kusta serta tersedianya tenaga medis yang mengawasi penderita untuk menentukan jenis, dosis antibiotik, serta durasi pengobatan.
Pembedahan umumnya dilakukan sebagai proses lanjutan setelah pengobatan antibiotik. Tujuan prosedur pembedahan bagi penderita kusta meliputi:
  • Menormalkan fungsi saraf yang rusak.
  • Memperbaiki bentuk tubuh penderita yang cacat.
  • Mengembalikan fungsi anggota tubuh.
Risiko komplikasi kusta dapat terjadi tergantung dari seberapa cepat penyakit tersebut didiagnosis dan diobati secara efektif. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi jika kusta terlambat diobati adalah:
  • Mati rasa atau kebas. Kehilangan sensasi merasakan rasa sakit yang bisa membuat orang berisiko cidera tanpa menyadari dan rentan terhadap infeksi.
  • Kerusakan saraf permanen.
  • Otot melemah.
Cacat progresif. Contohnya kehilangan alis, cacat pada jari kaki, tangan dan hidung. Oleh karena itu, dengan adanya pemeriksaan ini diharapkan dapat meminimalisir penyerangan penyakit kusta di Desa Kedungjaran khususnya dan dapat segera ditangani.


Senin, 01 Oktober 2018

Desa Sadar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan

Didasari kesadaran untuk melindungi setiap warga desanya dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan kematian. Pemerintah Desa Kedungjaran beserta seluruh jajaran kelembagaan desa, telah lama melakukan sosialisasi secara masif tentang jaminan sosial.


Diawalai dengan kenyataan bahwa setiap warga miskin belum seratus persen terlindungi dari jaminan sosial kesehatan. Terkadang gangguan kesehatan tersebut berujung kematian. Susahnya, jaminan sosial kesehatan secara mandiri bagi warga miskin sangat memberatkan karena ada keharusan mengikutkan seluruh anggota keluarga untuk mendaftar.

Bersyukur, BPJS Ketenagakerjaan sebagai penyelenggara jaminan Sosial meluncurkan program BPU. Sebuah program yang sangat sesuai untuk situasi dan keadaan masyarakat pedesaan yang tentunya mayoritas bermatapencaharian di sektor informal. Iuran yang kecil, dan tak harus seluruh anggota keluarga wajib mendaftar jadi pilihan yang pas bagi warga desa.


Maka dirembuglah kebijakan yang mewajibkan setiap kepala keluarga untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Untuk melandasi kebijakan tersebut disahkan Peraturan Desa Nomor 5 Tahun 2018 tentang Jaminan Sosial Masyarakat Desa. Dengan perdes tersebut, rencana jangka panjang desa di akhir 2020 seluruh angkatan kerja di desa Kedungjaran harus menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.


Guna menggaungkan kebijakan tersebut, bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan dilaksanakan Launching Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan pada Hari Minggu 30 September 2018. Acara launching yang diresmikan Oleh Bupati Pekalongan Bapak H. Asip Kholbihi didampingi Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Bapak Aditya Warman, Muhamad Triyono dari BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Semarang serta Ibu Septi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan.


Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas PMD P3A PPKB Bapak Muh. Afib serta Kepala Dinas PMPPT Bapak Janu Haryanto.

Acara berlangsung dari pagi hari diawali Senam Sehat yang diikuti hampir 500-an ibu-ibu dan remaja putri desa kedungjaran. Dilanjutkan pagelaran Campursari dan Tari tradisional. Adapun peresmian ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Bupati pekalongan diikuti seluruh hadirin. Pelepasan balon juga mewarnai acara launching tersebut.

Dalam sambutannya, Bapak Bupati menyampaikan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan ini sangat ideal. Direncanakan pemerintah kabupaten akan mengalokasikan dana sebesar 2 milyar untuk menjamin warga miskin dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Kalau selama ini pemerintah kabupaten memberi santunan kematian sebesar Rp.1.000.000,- maka dengan BPJS Ketenagakerjaan bisa antara Rp.24 - 54 juta rupiah.

Acara berlangsung meriah hingga jam 15.00 WIB yang diakhiri dengan pembagian doorprice. Tak lupa sesuai semangat melindungi keluarga, dilakukan penyantunan anak yatim. Dananya didapat dari spontan para karyawan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pekalongan sebesar Rp.2.000.000,-.

Adapun akusisi yang dilakukan dalam waktu 2 bulan terakhir sejumlah 300-an kepala keluarga atau pencari nafkah keluarga. Untuk keluarga miskin Pemerintah Desa Kedungjaran akan membayar iurannya dengan syarat tidak merokok dan ASI Eksklusif untuk ibu yang memiliki balita.

Sabtu, 29 September 2018

Festival Lapak Perpuseru 2018

Tanggal 28 September sampai 30 September Perpuseru yang bekerjasama dengan Coca Cola Foundation Indonesia mengadakan Festival Lapak Perpuseru di Grand Atrium Kota Kasablanka yang diikuti oleh 40 Kota dan Kabupaten di Indonesia dengan masing-masing terdiri dari 2 sampai 3 desa mitra Perpuseru, salah satunya adalah Perpustakaan Desa Kedungjaran Ki Hajar Dewantara. 

Kabupaten Pekalongan mendapatkan dua undangan mitra Perpuseru diantaranya adalah Dinas Perpustakaan Daerah dan Arsip Kabupaten Pekalongan, Perpustakaan Desa Ki Hajar Dewantara Desa Kedungjaran dan Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Pada kesempatan kali ini, Perpusdes Ki Hajar Dewanta membawa produk kerajinan dari bank sampah yang bermitra dengan Perpusdes Kedungjaran sebagai produk unggulan.


Acara festival lapak ini tidak hanya sekedar pameran biasa namun ada beberapa hiburan menarik serta games-games seru yang bisa diikuti oleh pengunjung dan talkshow. 

Booth Kabupaten Pekalongan mendapatkan kesempatan dikunjungi oleh ibu Woro selaku Kepala Perpusnas RI dan membeli beberapa produk dari Perpusdes Kedungajaran, Ibu Titik Sadarini selaku Chief Executive Coca Cola Indonesia, dan selebriti ternama Tasya Kamila yang mampir di booth Kabupaten Pekalongan.


Kegiatan ini diharapkan bisa dilakukan terus kedepannya, sehingga dapat mengenalkan pada masyarakat bahwa Perpustakaan tidak selalu terdiri dari buku dan buku, tapi Perpustakaan sekarang bisa menghasilkan dan menggali potensi desa masing-masing melalui program kemitraan dan pelatihan.

Praktek Kerja Lapangan SMK Negeri 1 Sragi di BUMDes Kedungjaran

Siswa PKL bersama guru dan Karyawan BUMDes

          Tanggal 22 Juli 2018, BUMDes Kedungjaran menjadi tempat para siswa siswi SMK Negeri 1 Sragi  juruasan Teknik Jaringan Komputer untuk Program Kerja Lapangan selama tiga bulan. BUMDes Kedungajaran dipilih menjadi tempat untuk belajar karena salah satu unit usaha yang BUMDes Kedungjaran miliki adalah Penyedia Jasa Layanan Internet. Ini merupakan awal kerjasama BUMDes dengan menggandeng SMK Negeri yang ada di Kabupaten Pekalongan, sebanyak empat siswa yang terdiri dari tiga putri dan satu putra SMK kelas XII. 

         
          
             Selama PKL siswa-siswi belajar bagaimana cara memanajemen sebuah jaringan internet, melakukan pemeliharaan dan mengatasi masalah yang ada. Selain di bidang jaringan, di BUMDes Kedungjaran siswa-siswi juga diajarkan untuk belajar Public Speaking dengan belajar menjadi seorang penyiar radio dengan siaran di Stasiun Radio Komunitas KDJ FM yang pemerintah desa Kedungjaran miliki. 




    Siswa juga diajarkan untuk mengelola perpustakaan digital di Perpusdes Ki Hajar Dewantara Desa Kedungjaran karena letak Perpustakaan dan Studio Radio masih satu kompleks dengan BUMDes Kedungajaran.

                Program kerjasama ini rencananya akan terus berlanjut, bahkan pihak sekolah akan mengirimkan tidak hanya satu jurusan saja, namun akan ada beberapa jurusan lain seperi akuntansi yang akan di turunkan pada Februari 2019 mendatang.













Jumat, 21 September 2018

Kelas Ibu Hamil

Pada hari Kamis, 20 September 2018 Puskesmas Sragi I bekerjasama dengan Kader Posyandu Desa Kedungjaran melakukan kegiatan kelas ibu hamil. 

Kegiatan ini berlangsung di rumah salah satu Kader Posyandu yaitu rumah milik Ibu Ristiyowati. Sasaran diadakan kelas ibu hamil ini adalah ibu-ibu hamil yang ada di Desa Kedungjaran. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi resiko angka kematian ibu dan anak yang saat ini sedang marak terjadi.

Kelas ibu hamil kali ini di hadiri 17 peserta ibu hamil, dengan narasumber Ibu Dwi Puspa Indah selaku narasumber dari Puskesmas Sragi I. Kegiatan ini rutin dilakukan 1 tahun enam kali dengan beberapa materi seperti penyuluhan dan senam ibu hamil.

Pemerintah desa sendiri, guna meminimalisir kejadian kematian Ibu melahirkan dan bayi baru lahir. Senantiasa melakukan pendampingan Ibu hamil. Melibatkan pengurus RT dan perangkat desa dengan program nginjen wong meteng. Mobil siaga juga disiapkan 24 jam untuk sewaktu-waktu dapat dipergunakan apabila ada ibu hamil yang butuh pertolongan atau menjelang persalinan.
Masyarakat Desa Kedungjaran merasa terbantu dengan adanya program kelas ibu hamil seperti ini, sehingga masyarakat berharap program ini bisa terus berlanjut.

Kamis, 20 September 2018

Musrenbangdes 2018

Sebagai bagian rangkaian pelaksanaan perencanaan Pembangunan. Setelah melaksanakan Musyawarah RT dan Musyawarah dusun. Rabu 19 September 2018, pukul 20.00 WIB sampai selesai dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa tahun 2018 untuk pembangunan tahun 2010.

Berlangsung di halaman balaidesa kedungjaran, dihadiri tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Perempuan serta Pemuda. Kelmbagaan Desa juga hadir. Dari Kecamatan hadir Kasi PMD, staf Kasi Tapem, Kasi Kesra dan dinas Kesehatan dalam hal ini Puskesmas 1 Sragi. Unsur keamanan juga ada dari Polsek Sragi.

Acara diawali dengan sambutan BPD dan Tim dari Kecamatan, dimana Musrenbangdes bertujuan menyusun Daftar Usulan rencana Kegiatan Pembangunan Desa dan Dokumen RKPDes serta memilih delegasi yang akan menjadi utusan desa kedungjaran di Musrenbangcam kedepan.

Selanjutnya, kepala desa kedungjaran menyampaikan laporan atas dokumen usulan musrenbangdes tahun sebelumnya. Mana saja yang telah terdanai dan mana yang belum. Juga dijabarkan bahwa dalam musrenbangdes ini disaring mana saja usulan kegiatan yang sekiranya tak bisa dibiayai dari apbdes dikarenakan besarnya anggaran maupun karena kewenangan daerha baik kabupaten, provinsi maupun pusat.

Dalam kesempatan tersebut akhirnya diputuskan, Daftar usulan dari dusun akan direkap oleh Tim. Adapun usulan ke Kabupaten dan Provinsi serta Pusat masing-masing adalah sebagai berikut :

         Usulan Kabupaten :

          - Jalan Poros Kedungjaran - Purworejo
          - Talud Jalan Sragi - Bojong

         Usulan Provinsi
          - Perbaikan Saluran Air PL 10 - PL 12

         Usulan Pusat
          -  Perbaikan Sarana Jalan Desa 
          -  Perbaikan Sarana Talud Jalan Desa

Adapun Tim yang mewakili Desa Kedungjaran adalah :
          1.   Kepala Desa
          2.   Haryoto ( BPD )
          3.   Ristyowati  ( TP PKK ). 

Kamis, 13 September 2018

Pergantian anggota pansel

Sesuai regulasi, seharusnya maksimal 5 hari setelah pansel terbentuk maka harus ada pengumuman ke masyarakat akan lowongan perangkat desa. Akan tetapi setelah dibentuk pada malam 30 Agustus 2018, ternyata ada anggota pansel yang mengundurkan diri karena ada keluarga yang akan turut mencalonkan diri. Hal ini berakibat Surat Keputusan Kepala Desa tentang pembentukan Panitia Seleksi diundur.

Akhirnya baru pada hari Rabu 12 September 2018, dilaksanakan Rapat Koordinasi antara Pemerintah Desa dan Kelembagaan desa. Membahas mundurnya Ibu Dyah Susilowati dari keanggotaan Pansel.

Setelah dilakukan koordinasi, serta penawaran kepada TP PKK untuk tetap memanfaatkan porsi kesetaraan gender. Maka ditunjuklah tokoh masyarakat laki-laki karena wakil perempuan tak mau mengambilnya karena keterbatasan waktu.

Maka terbentuklah Panitia Seleksi Final dengan Formasi sebagai berikut :

  • Ketua           : Wasdari
  • Sekretaris    : Siswandi
  • Bendahara   : Agus Tamtomo
  • Anggota      : Siswanto
  • Anggota      : Heru Susanto

Jumat, 31 Agustus 2018

Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa

Kamis 30 Agustus 2018, sesuai hasil musyawarah desa sebelumnya pada selasa 28 Agustus 2018 dilaksanakan musyawarah pembentukan Panitia seleksi Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa.

Panitia seleksi ini yang nantinya bertugas melaksanakan proses pendaftaran, penjaringan, penyaringan perangkat desa di esa kedungjaran. Walau sebetulnya panitia ini bisa dibentuk tanpa melalui musyawarah desa, namun kepala desa tetap melaksanakan dengan tujuan menggali masukan dan pemikiran masyarakat secara luas. Sekaligus sebagai pembelajaran masyarakat akan proses pengangkatan perangkat desa yang transparan.

Sesuai peraturan bupati pekalongan nomor 22 tahun 2018, untuk pengangkatan perangkat desa tak lebih dari 2 posisi lowongan cukup hanya dengan 5 anggota pansel. Lebih dari 2 maka jumlah panitia seleksi bisa dari 7 orang. Atau disesuaikan kemampuan keuangan desa, untuk add dibawah 300 juta hanya 5 orang dan add di atas 300 juta bisa berjumlah 7 orang.

Setelah melalui pengawalan dengan membaca bersama peraturan bupati 22 tahun 2018, maka secara otomatis kepala desa menunjuk 3 orang dari perangkat desa. Lalu 2 orang dipilih bersama peserta musyawarah desa dari tokoh masyarakat. Tak lupa keterwakilan perempuan juga diperhatikan.

Akhirnya terbentuklah Panitia Seleksi Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Kedungjaran tahun 2018 dengan formasi sebagai berikut :

  • Ketua          : Wasdari
  • Sekretaris    : Siswandi
  • Bendahara   : Agus Tamtomo
  • Anggota      : Siswanto
  • Anggota      : Dyah Susilowati

Selasa, 28 Agustus 2018

Sosialisasi pengisian perangkat desa


Pasca disahkannya Peraturan Daerah Nomor 20 tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Disusul terbitnya Peraturan Bupati kabupaten pekalongan Nomor 22 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 20 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Hampir seluruh desa di kabupaten pekalongan berbenah diri.

Banyak kekosongan perangkat desa yang tertunda pengisiannya kini sudah diperbolehkan diisi. Terlebih atas amanat Undang-undang No. 6 tahun 2014 tentang desa yang mengamanatkan seluruh perangkat desa dari sekretaris desa hingga perangkat desa teknis seperti kaur dan kasi, serta perangkat desa kewilayahan seperti kadus harus berazas hak asal-usul dari desa dan bukan pegawai negeri sipil.

Maka banyak kekosongan sekretaris desa karena awal agustus 2018, terjadi penarikan besar-besaran terhadap sekretaris desa pns.

Desa Kedungjaranpun merupakan salah satu desa dengan kondisi ada yang kosong peragkatnya. Bahkan ini sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Tercatat setelah sekretaris desa Bapak Soebagyo meninggal dunia, belum ada Sekretaris desa definitif yang menggantikannya.

Maka pada hari Selasa 28 Agustus 2018 dilakukan sosialisasi penjaringan sekretaris desa. Dilakukan di aula gedung balaidesa timur. Hadir sekitar 70-an peserta sosialisasi yang merupakan perwakilan dari kelembagaan dan masyarakat. BPD, LPMD, TP PKK, Karang Taruna, Pengurus RT-RW. Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat hadir semua.

Sosialisasi dilakukan guna menjelaskan peraturan yang berlaku, cara serta urutan jadwal penjaringan perangkat desa akan dilakukan. Syarat-syarat calon juga dikupas tuntas. Diputuskan pada malam hari itu, pembentukan pansel akan dilakukan pada kamis malam jumat 30 Agustus 2018. Diputuskan juga penentuan Tim Penguji apakah dari pihak ketiga atau secara mandiri diserahkan pada Panitia Seleksi.

Rabu, 22 Agustus 2018

Hari Raya Qurban 1439 H

Syukur Alhamdulillah. Hari Raya Idul Adha 1439 H yang bertepatan pada hari Rabu 22 Agustus 2018 bagi desa kedungjaran sangat menggembirakan. Kegembiraan itu dikarenakan jatuhnya hari raya untuk 2 organisasi keagamaan di desa kedungjaran bersamaan.

Hal lain nampak dari banyaknya warga masyarakat yang melakukan ibadah qurban. Ada 2 tempat utama penerima hewan Qurban di desa Kedungjaran yaitu Masjid Al-Iklash serta Masjid Baiturohman, serta di mushola - mushola yang ada di desa kedungjaran.

Masjid Baiturohman Kedungjaran di dusun 2 ada 5 ekor sapi dan 9 ekor kambing, sedang di Masjid Al-Iklash dusun 1 ada 2 ekor sapi serta 19 ekor kambing. Mushola Dukuh 1 Sapi dan 5 ekor kambing. Mushola Baitul Islah dari Bapak Harsono 2 ekor kambing. 

Pada hari itu juga, desa kedungjaran mendapat 1 ekor Sapi dari Kabupaten yang diserahkan langsung di Masjid Al-Muhtarom oleh Bupati Pekalongan Bapak H. Asip Kholbihi. Diterima oleh Bapak Saridjo selaku kepala desa kedungjaran didampingi Bapak Suhandi serta Bapak Siswandi.


Adapun Penyembelihan Hewan Qurban Masjid Al-Muhtarom Kajen, merupakan kurban dari keluarga besar Aparatur Sipil Negara (ASN) kabupaten pekalongan yang berhasil mengumpulkan hewan kurban sebanyak 19 ekor sapi dan 10 ekor kambing.

Dari 19 ekor sapi tersebut yang dipotong di halaman Masjid Jami Al-Muhataram Kajen sebanyak 10 ekor, sisanya 9 ekor didistribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan masing-masing satu ekor sapi, antara lain Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Desa Timbangsari, Kecamatan Lebakbarang, Desa Lemahabang, Kecamatan Doro, Desa Kedungjaran, Kecamatan Sragi, Dukuh Purbo, Desa Jolotigo, Kecamatan Talun, Desa Kemasan, Kecamatan Bojong.


Pada kesempatan penyerahan, Bapak Bupati berpesan kepada kepala desa kedungjaran agar dibagi dengan 2 masjid yang ada di kedungjaran.

Senin, 20 Agustus 2018

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73


Sederhana. Itu yang ada. Walau tak mengurangi kehikmatan seluruh warga dalam mengartikan makna kemerdekaan itu sendiri. Secara resmi pemerintah desa tak menganjurkan peringatan HUT Kemerdekaan dengan secara berlebihan mengingat banyak saudara di lombok yang sedang berduka.

Namun semangat kemerdekaan ternyata tetap membara di dada para warga. Tanpa komando, para pengurus RT bahu membahu menghias jalan-jalan lingkungan dengan umbul-umbul dan bendera. Pengecatan jalanpun dilembur hingga larut malam. Pos-pos kampling dihias meriah. Dalam sekejap wajah tiap gang dan jalan berubah semarak.

Pada malam 16 agustus, disetiap dusun ada malam tirakatan. Makanan selamatan dibawa dari masing-masing warga. Bahkan ada beberapa kawasan RT yang mengadakan juga. Sungguh pemandangan yang luar biasa.

Hari Jumat tepat tanggal 17 Agustus 2018, upacara dilakukan di sekolah-sekolah. Dusun 1 terlihat juga melaksanakan jalan sehat secara mandiri. Dilanjutkan pelaksanaan berbagai lomba-lomba rakyat. Setiap dusun serempak melaksanakan berbagai lomba. Sore harinya untuk level desa dilaksanakan Lomba Lari Marathon. 

Sabtu 18 Agustus 2018 malam, lomba Karaoke oleh warga RT 05 dusun 2 yang diikuti warga umum berlangsung meriah. Banyak peserta yang tak terduga, ibu-ibu yang biasanya kalem pemalu ternyata berani tampil luar biasa di atas panggung. Termasuk ada peserta difabilitas.

Minggu pagi 19 Agustus 2018, dilaksanakan Jalan Sehat tingkat desa dan diakhiri pada malam harinya dengan pentas seni pemuda desa kedungjaran. Ada seni tari serta penampilan pemenang lomba karaoke di dusun 2.

Sungguh sebuah wujud kesemangatan akan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan cara sederhana.