REKAM DATA e-ktp DI BALAI PERTEMUAN DESA KEDUNGJARAN / GEDUNG BUMDes PADA SENIN 20 NOVEMBER 2017

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Pelantikan Sekretaris Desa

Laelatun Nadifa dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Desa Kedungjaran Saridjo untuk menjalankan tugas menjadi Sekretaris Desa di Kedungjaran

Dana Desa Untuk Pemberdayaan Masyarakat

Desa Kedungjaran adalah salah satu desa yang paling menonjol dalam pemanfaatan Dana Desa guna memberdayakan Masyarakat dalam rangka mengurangi angka kemiskinan masyarakat desa.

Penyerahan Sertifikat Prona

Penyerahan Sertifikat Prona untuk warga Kabupaten Pekalongan dilakukan serentak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan

Perpustakaan Terbaik IT

Kepala Desa Kedungjaran menyampaikan Masukan dihadapan penggiat Literasi Indonesia yang tergabung di Perpuseru untuk mengkuti tahapan Pengusulan di Musyawarah Desa guna memasukkan Perpustakaan yang bisa didanai dari Dana Desa.

Kerja Bakti Drainase Lingkungan

Dalam upaya menghadapi musim penghujan 2018/2019, guna meminimalisir genangan air di linkungan warga dilakukan kerja bakti secara serentak di desa kedungjaran.

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Sabtu, 10 November 2018

Kerjabakti Lingkungan


Dalam rangka persiapan musim penghujan 2018/2019 yang biasanya intensitas hujan sangat tinggi. Terlebih sesuai perhitungan lima tahunan, pergantian tahun 2018/2019 adalah banjir lima tahunan. Sebagai catatan taun 2013/2014 terjadi banjir besar di kawasan pekalongan, termasuk desa kedungjaran. Banjir tersebut adalah luapan kali sragi yang ada di selatan desa.

Guna antisipasi banjir tersebut. Pemerintah desa kedungjaran mengajak warga untuk melakukan giat kerja bakti. Maka diputuskan pelaksanaan pada hari Jumat 9 November 2018. Hari tersebut diambil karena banyak warga libur kerja sehingga partisipasi warga lebih tinggi.


Fokus kerja bakti pada hari adalah pembersihan saluran drainase lingkungan. Dengan tujuan agar tak ada sumbatan-sumbatan yang bisa mengakibatkan banjir dilingkungan. Kalaupun terjadi banjir, maka genangan akan cepat surut karena air bisa mengalir lancar.

Diarahkan agar setiap kepala dusun dibantu setiap ketua RT mengerahkan warganya masing-masing. Dan syukur alhamdulillah, kegiatan hari itu berjalan sukses. Terlihat banyaknya warga yang turun langsung turut serta. Untuk konsumsi, ini catatan lebih. Warga secara swadaya menyediakan makanan kecil dan minuman ala kadar.

Secara serentak di beberapa titik desa warga bahu membahu membersihkan lingkungan. Sampah yang terkumpul diangkut dengan kendaraan Bank Sampah Kedung Lestari. Masih ada satu dua titik yang belum tersentuh yang akan ditindaklanjuti pada hari minggu saat para PNS dan pegawai lainnya libur.


Sabtu, 03 November 2018

Pelantikan Sekretaris Desa



Setelah melalui proses Penjaringan dan penyaringan ketat. Dari seleksi administrasi hingga ujian penyaringan yang dilakukan melibatkan pihak ketiga LPPM Unikal Pekalongan. Akhirnya dari kelimabelas calon perangkat desa yang ikut mendaftar, yang berhak menjadi perangkat desa adalah Laelatun Nadifa. 

Dengan perolehan nilai akhir 86,70 meninggalkan peringkat kedua Irma Navrati 82,13 dan peringkat tiga Triyanto dengan nilai 80,26. Maka Panitia Seleksi secara bulat menyerahkan hasil ujian ke kepala desa. Selanjutnya Kepala Desa melakukan konsultasi dengan Camat.

Lalu setelah melalui berbagai persiapan, Jumat 2 November 2018 pukul 09.00 WIB didepan masyarakat desa dilakukan pelantikan sekretaris desa. 

Nampak hadir Muspika kecamatan Sragi, Camat Sragi Drs. H. Hasanuddin, Kapolsek Sragi AKP Sumantri dan Danramil Sragi Kapten Inf. Sunarto. BPD, LPMD, TP PKK, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat dan Tokoh agama serta keluarga terlantik juga turut diundang.


Putra pasangan almarhum Bapak Jayidi dan Ibu Sunarti. Almarhum Bapak Jayidi sendiri adalah perangkat desa pada tahun 80-an. Sedang Ibu Sunarti adalah relawan pemulasaran jenazah perempuan untuk desa kedungjaran. Laelatun Nadifa sendiri, sebelum menjadi sekretaris desa selulus dari Unikal mengabdikan diri di BUMDes Kedungjaran sejak tahun 2015.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dilaksanakan dalam suasana sederhana namun penuh hikmad. Setelah dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah. Kepala Desa Kedungjaran Saridjo menyampaikan betapa beratnya tanggungjawab Sekretaris desa di Kedungjaran. Selain memikul beban administrasi untuk semakin menata tata administrasi supaya lebih baik. Sekretaris desa juga harus bisa menjadi pengatur ritme pemerintahan desa. Ia harus mampu membagi tugas dari kepala desa kepada perangkat desa lain.


Lebih berat lagi, kewajiban piket malam harus juga dilaksanakan walau perempuan sekalipun. Kalau merasa tak sanggup bisa mengundurkan diri sekarang juga pungkasnya. Dijawab tegas oleh Sekretaris desa terlantik bahwa ia akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya tentu dengan syarat dukungan seluruh perangkat dan masyarakat.

Camat Sragi Drs. H. Hasanuddin menambahkan, Sekretaris desa itu istri kalau diibaratkan Kepala Desa itu suami. Harus bisa mengatur rumah tangga dengan baik, menjaga harmonisasi pemerintahan desa. Jangan overlap mendahului kepala desa, lebih lebih melawan.

Acara pelantikan dan pengambilan sumpah diakhiri dengan doa oleh Rokhaniawan dari KUA Sragi dengan harapan Pelantikan Sekretaris Desa yang dilaksanakan hari itu menjadikan Desa Kedungjaran menjadi lebih baik lagi.

Kamis, 18 Oktober 2018

Tes Perangkat Desa

Bekerjasama dengan LPPM Unikal Pekalongan, tes tertulis, wawancara dan praktek pada Penjaringan dan Penyaringan perangkat desa sekecamatan sragi telah dilaksanakan. Dimulai Kamis 18 Oktober 2018 hingga Jumat 19 Oktober 2018, bertempat di Kampus Unikal Pekalongan.

Walau desa sebenarnya bisa melaksanakan tes secara mandiri, nanum guna menghindari kecurigaan benturan kepentingan di desa. Maka pelaksanaan tahap Tes dipercayakan pada pihak ketiga yaitu LPPM Unikal Pekalongan.

Secara serentak, 14 Desa di kecamatan sragi melaksanakan ujian penyaringan berupa tes tertulis, wawancara dan Tes Praktek Komputer di Kampus Unikal. Ada 220 calon perangkat desa untuk formasi Sekretaris desa dan 62 untuk formasi perangkat desa lainnya. Jumlah pendaftar sekretaris lebih banyak 14 desa peserta ada kekosongan di formasi tersebut. Sedang pada formasi perangkat desa lainnya, hanya satu-dua desa yang ada kekosongan.

Desa kedungjaran sendiri, ada 15 pendaftar. Diharapkan akan muncul satu yang terpilih dari yang terbaik. Harapannya, perangkat terpilih agar dapat meningkatkan kwalitas pengadministrasian di desa kedungjaran.

Senin, 15 Oktober 2018

Ayo... Senam Sehat Bersama PKK Kedungjaran!!!

Sebagian besar dari kita akan menghabiskan waktu untuk beraktifitas seperti kuliah dan waktu kerja dengan duduk di atas kursi atau tidak melakukan kegiatan olahraga sekalipun. Duduk dan tidak melakukan aktifitas apapun memang posisi yang nyaman, tapi jika dilakukan dalam jangka waktu yang lama Justru bisa membahayakan kesehatanmu. Saat duduk atau tidak melakukan aktifitas apapun, otot-otot tubuh kita menjadi pasif. Jika terlalu lama ini bisa menghambat sinyal-sinyal biologis dari tubuh ke otak. Akibatnya, tubuh kita jadi lebih rentan terhadap stroke, serangan jantung, juga diabetes.
Oleh karena itu, PKK Desa Kedungjaran berinisiatif membuat kegiatan positif dengan mengadakan senam yang dilaksanakan rutin setiap hari Jumat sore. Kegiatan ini memiliki sasaran para remaja serta ibu-ibu warga Desa Kedungjaran. Bertempat di Lapangan futsal Desa Kedungajaran, peserta senam dilatih oleh instruktur senam Ibu Sri Handayani yang juga wara Desa Kedungjaran.

Kegiatan ini didanai oleh dana yang diberikan Desa ke PKK Desa Kedungjaran. Dengan adanya kegiatan senam seperti ini diharapkan bisa membawa dampak positif untuk masyarakat Desa Kedungjaran, terutama ibu-ibu dan remaja putri sehingga bisa menerapkan pola hidup sehat dengan olahraga secara rutin.

Kedepan harapannya, kegiatan akan dikembangkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian makanan tambahan. Ada pengusulan pula agar diadakan khusus manula tentu dengan Instruktur yang disesuaikan dengan gerakan manula yang terbatas.

Bapak kepala desa juga menginginkan agar ada Perpustakaan keliling yang standby disana. Agar sambil menunggu waktu senam mereka bisa sambil membaca buku-buku yang ada.



Selasa, 09 Oktober 2018

Pemeriksaan Penyakit Kulit Gratis di Kedungjaran


Pada hari Senin, 8 Oktober 2018 Kader Posyandu Desa Kedungjaran bekerjasama dengan DInas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melakukan kegiatan periksa penyakit kulit gratis. Tujuan utama pemeriksaan gratis ini adalah untuk menjaring berapa banyak warga Desa Kedungjaran khususnya yang menderita penyakit kulit jenis kusta. Meski pemeriksaan tidak hanya sebatas warga yang memiliki penyakit kulit jenis kusta, namun data prioritas yang akan diambil adalah mereka yang memiliki penyakit kulit kusta.

Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang bersifat intraselular obligat, artinya: bakteri tersebut harus berada di dalam sel makhluk hidup untuk dapat berkembang biak.Kusta juga adalah penyakit infeksi yang tidak hanya menyerang kulit tetapi juga jaringan saraf terutama pada lengan dan kaki. Penyakit kusta telah ada sejak zaman kuno, penyakit yang memiliki nama lain penyakit lepra ini begitu menakutkan dan memiliki stigma negatif di kalangan masyarakat pada masa itu.

Gejala utama penyakit kusta berupa bercak perubahan warna (menjadi putih seperti panu) atau lesi pada kulit, berbentuk benjolan, atau benjolan yang tidak hilang setelah beberapa minggu atau bulan.
Yang menjadi gejala khas dari penyakit kusta, bahwa lesi pada kulit yang disertai dengan kerusakan saraf akan menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:
  • Mati rasa pada bagian kulit yang terkena misalnya lengan dan kaki
  • Kelemahan Otot
Biasanya memerlukan waktu sekitar 3 sampai 5 tahun sampai gejala kusta muncul setelah seseorang kontak dengan bakteri lepra. Walau demikian, ada juga beberapa orang yang tidak mengalami gejala apapun sampai 20 tahun kemudian. Waktu antara kontak dengan bakteri sampai munculnya gejala disebut masa inkubasi.
Masa inkubasi pada penyakit kusta begitu panjang sehingga menjadi sangat sulit bagi dokter untuk menentukan kapan dan dari mana seseorang tertular bakteri lepra.

Mayoritas penderita kusta yang didiagnosis secara klinis akan diberi kombinasi antibiotik sebagai langkah pengobatan selama 6 bulan hingga 2 tahun. Dokter harus memastikan jenis kusta serta tersedianya tenaga medis yang mengawasi penderita untuk menentukan jenis, dosis antibiotik, serta durasi pengobatan.
Pembedahan umumnya dilakukan sebagai proses lanjutan setelah pengobatan antibiotik. Tujuan prosedur pembedahan bagi penderita kusta meliputi:
  • Menormalkan fungsi saraf yang rusak.
  • Memperbaiki bentuk tubuh penderita yang cacat.
  • Mengembalikan fungsi anggota tubuh.
Risiko komplikasi kusta dapat terjadi tergantung dari seberapa cepat penyakit tersebut didiagnosis dan diobati secara efektif. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi jika kusta terlambat diobati adalah:
  • Mati rasa atau kebas. Kehilangan sensasi merasakan rasa sakit yang bisa membuat orang berisiko cidera tanpa menyadari dan rentan terhadap infeksi.
  • Kerusakan saraf permanen.
  • Otot melemah.
Cacat progresif. Contohnya kehilangan alis, cacat pada jari kaki, tangan dan hidung. Oleh karena itu, dengan adanya pemeriksaan ini diharapkan dapat meminimalisir penyerangan penyakit kusta di Desa Kedungjaran khususnya dan dapat segera ditangani.


Senin, 01 Oktober 2018

Desa Sadar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan

Didasari kesadaran untuk melindungi setiap warga desanya dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan kematian. Pemerintah Desa Kedungjaran beserta seluruh jajaran kelembagaan desa, telah lama melakukan sosialisasi secara masif tentang jaminan sosial.


Diawalai dengan kenyataan bahwa setiap warga miskin belum seratus persen terlindungi dari jaminan sosial kesehatan. Terkadang gangguan kesehatan tersebut berujung kematian. Susahnya, jaminan sosial kesehatan secara mandiri bagi warga miskin sangat memberatkan karena ada keharusan mengikutkan seluruh anggota keluarga untuk mendaftar.

Bersyukur, BPJS Ketenagakerjaan sebagai penyelenggara jaminan Sosial meluncurkan program BPU. Sebuah program yang sangat sesuai untuk situasi dan keadaan masyarakat pedesaan yang tentunya mayoritas bermatapencaharian di sektor informal. Iuran yang kecil, dan tak harus seluruh anggota keluarga wajib mendaftar jadi pilihan yang pas bagi warga desa.


Maka dirembuglah kebijakan yang mewajibkan setiap kepala keluarga untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Untuk melandasi kebijakan tersebut disahkan Peraturan Desa Nomor 5 Tahun 2018 tentang Jaminan Sosial Masyarakat Desa. Dengan perdes tersebut, rencana jangka panjang desa di akhir 2020 seluruh angkatan kerja di desa Kedungjaran harus menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.


Guna menggaungkan kebijakan tersebut, bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan dilaksanakan Launching Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan pada Hari Minggu 30 September 2018. Acara launching yang diresmikan Oleh Bupati Pekalongan Bapak H. Asip Kholbihi didampingi Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Bapak Aditya Warman, Muhamad Triyono dari BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Semarang serta Ibu Septi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan.


Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas PMD P3A PPKB Bapak Muh. Afib serta Kepala Dinas PMPPT Bapak Janu Haryanto.

Acara berlangsung dari pagi hari diawali Senam Sehat yang diikuti hampir 500-an ibu-ibu dan remaja putri desa kedungjaran. Dilanjutkan pagelaran Campursari dan Tari tradisional. Adapun peresmian ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Bupati pekalongan diikuti seluruh hadirin. Pelepasan balon juga mewarnai acara launching tersebut.

Dalam sambutannya, Bapak Bupati menyampaikan bahwa program BPJS Ketenagakerjaan ini sangat ideal. Direncanakan pemerintah kabupaten akan mengalokasikan dana sebesar 2 milyar untuk menjamin warga miskin dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Kalau selama ini pemerintah kabupaten memberi santunan kematian sebesar Rp.1.000.000,- maka dengan BPJS Ketenagakerjaan bisa antara Rp.24 - 54 juta rupiah.

Acara berlangsung meriah hingga jam 15.00 WIB yang diakhiri dengan pembagian doorprice. Tak lupa sesuai semangat melindungi keluarga, dilakukan penyantunan anak yatim. Dananya didapat dari spontan para karyawan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Pekalongan sebesar Rp.2.000.000,-.

Adapun akusisi yang dilakukan dalam waktu 2 bulan terakhir sejumlah 300-an kepala keluarga atau pencari nafkah keluarga. Untuk keluarga miskin Pemerintah Desa Kedungjaran akan membayar iurannya dengan syarat tidak merokok dan ASI Eksklusif untuk ibu yang memiliki balita.

Sabtu, 29 September 2018

Festival Lapak Perpuseru 2018

Tanggal 28 September sampai 30 September Perpuseru yang bekerjasama dengan Coca Cola Foundation Indonesia mengadakan Festival Lapak Perpuseru di Grand Atrium Kota Kasablanka yang diikuti oleh 40 Kota dan Kabupaten di Indonesia dengan masing-masing terdiri dari 2 sampai 3 desa mitra Perpuseru, salah satunya adalah Perpustakaan Desa Kedungjaran Ki Hajar Dewantara. 

Kabupaten Pekalongan mendapatkan dua undangan mitra Perpuseru diantaranya adalah Dinas Perpustakaan Daerah dan Arsip Kabupaten Pekalongan, Perpustakaan Desa Ki Hajar Dewantara Desa Kedungjaran dan Perpustakaan Cerah Desa Wonopringgo. Pada kesempatan kali ini, Perpusdes Ki Hajar Dewanta membawa produk kerajinan dari bank sampah yang bermitra dengan Perpusdes Kedungjaran sebagai produk unggulan.


Acara festival lapak ini tidak hanya sekedar pameran biasa namun ada beberapa hiburan menarik serta games-games seru yang bisa diikuti oleh pengunjung dan talkshow. 

Booth Kabupaten Pekalongan mendapatkan kesempatan dikunjungi oleh ibu Woro selaku Kepala Perpusnas RI dan membeli beberapa produk dari Perpusdes Kedungajaran, Ibu Titik Sadarini selaku Chief Executive Coca Cola Indonesia, dan selebriti ternama Tasya Kamila yang mampir di booth Kabupaten Pekalongan.


Kegiatan ini diharapkan bisa dilakukan terus kedepannya, sehingga dapat mengenalkan pada masyarakat bahwa Perpustakaan tidak selalu terdiri dari buku dan buku, tapi Perpustakaan sekarang bisa menghasilkan dan menggali potensi desa masing-masing melalui program kemitraan dan pelatihan.

Praktek Kerja Lapangan SMK Negeri 1 Sragi di BUMDes Kedungjaran

Siswa PKL bersama guru dan Karyawan BUMDes

          Tanggal 22 Juli 2018, BUMDes Kedungjaran menjadi tempat para siswa siswi SMK Negeri 1 Sragi  juruasan Teknik Jaringan Komputer untuk Program Kerja Lapangan selama tiga bulan. BUMDes Kedungajaran dipilih menjadi tempat untuk belajar karena salah satu unit usaha yang BUMDes Kedungjaran miliki adalah Penyedia Jasa Layanan Internet. Ini merupakan awal kerjasama BUMDes dengan menggandeng SMK Negeri yang ada di Kabupaten Pekalongan, sebanyak empat siswa yang terdiri dari tiga putri dan satu putra SMK kelas XII. 

         
          
             Selama PKL siswa-siswi belajar bagaimana cara memanajemen sebuah jaringan internet, melakukan pemeliharaan dan mengatasi masalah yang ada. Selain di bidang jaringan, di BUMDes Kedungjaran siswa-siswi juga diajarkan untuk belajar Public Speaking dengan belajar menjadi seorang penyiar radio dengan siaran di Stasiun Radio Komunitas KDJ FM yang pemerintah desa Kedungjaran miliki. 




    Siswa juga diajarkan untuk mengelola perpustakaan digital di Perpusdes Ki Hajar Dewantara Desa Kedungjaran karena letak Perpustakaan dan Studio Radio masih satu kompleks dengan BUMDes Kedungajaran.

                Program kerjasama ini rencananya akan terus berlanjut, bahkan pihak sekolah akan mengirimkan tidak hanya satu jurusan saja, namun akan ada beberapa jurusan lain seperi akuntansi yang akan di turunkan pada Februari 2019 mendatang.













Jumat, 21 September 2018

Kelas Ibu Hamil

Pada hari Kamis, 20 September 2018 Puskesmas Sragi I bekerjasama dengan Kader Posyandu Desa Kedungjaran melakukan kegiatan kelas ibu hamil. 

Kegiatan ini berlangsung di rumah salah satu Kader Posyandu yaitu rumah milik Ibu Ristiyowati. Sasaran diadakan kelas ibu hamil ini adalah ibu-ibu hamil yang ada di Desa Kedungjaran. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi resiko angka kematian ibu dan anak yang saat ini sedang marak terjadi.

Kelas ibu hamil kali ini di hadiri 17 peserta ibu hamil, dengan narasumber Ibu Dwi Puspa Indah selaku narasumber dari Puskesmas Sragi I. Kegiatan ini rutin dilakukan 1 tahun enam kali dengan beberapa materi seperti penyuluhan dan senam ibu hamil.

Pemerintah desa sendiri, guna meminimalisir kejadian kematian Ibu melahirkan dan bayi baru lahir. Senantiasa melakukan pendampingan Ibu hamil. Melibatkan pengurus RT dan perangkat desa dengan program nginjen wong meteng. Mobil siaga juga disiapkan 24 jam untuk sewaktu-waktu dapat dipergunakan apabila ada ibu hamil yang butuh pertolongan atau menjelang persalinan.
Masyarakat Desa Kedungjaran merasa terbantu dengan adanya program kelas ibu hamil seperti ini, sehingga masyarakat berharap program ini bisa terus berlanjut.

Kamis, 20 September 2018

Musrenbangdes 2018

Sebagai bagian rangkaian pelaksanaan perencanaan Pembangunan. Setelah melaksanakan Musyawarah RT dan Musyawarah dusun. Rabu 19 September 2018, pukul 20.00 WIB sampai selesai dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa tahun 2018 untuk pembangunan tahun 2010.

Berlangsung di halaman balaidesa kedungjaran, dihadiri tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Perempuan serta Pemuda. Kelmbagaan Desa juga hadir. Dari Kecamatan hadir Kasi PMD, staf Kasi Tapem, Kasi Kesra dan dinas Kesehatan dalam hal ini Puskesmas 1 Sragi. Unsur keamanan juga ada dari Polsek Sragi.

Acara diawali dengan sambutan BPD dan Tim dari Kecamatan, dimana Musrenbangdes bertujuan menyusun Daftar Usulan rencana Kegiatan Pembangunan Desa dan Dokumen RKPDes serta memilih delegasi yang akan menjadi utusan desa kedungjaran di Musrenbangcam kedepan.

Selanjutnya, kepala desa kedungjaran menyampaikan laporan atas dokumen usulan musrenbangdes tahun sebelumnya. Mana saja yang telah terdanai dan mana yang belum. Juga dijabarkan bahwa dalam musrenbangdes ini disaring mana saja usulan kegiatan yang sekiranya tak bisa dibiayai dari apbdes dikarenakan besarnya anggaran maupun karena kewenangan daerha baik kabupaten, provinsi maupun pusat.

Dalam kesempatan tersebut akhirnya diputuskan, Daftar usulan dari dusun akan direkap oleh Tim. Adapun usulan ke Kabupaten dan Provinsi serta Pusat masing-masing adalah sebagai berikut :

         Usulan Kabupaten :

          - Jalan Poros Kedungjaran - Purworejo
          - Talud Jalan Sragi - Bojong

         Usulan Provinsi
          - Perbaikan Saluran Air PL 10 - PL 12

         Usulan Pusat
          -  Perbaikan Sarana Jalan Desa 
          -  Perbaikan Sarana Talud Jalan Desa

Adapun Tim yang mewakili Desa Kedungjaran adalah :
          1.   Kepala Desa
          2.   Haryoto ( BPD )
          3.   Ristyowati  ( TP PKK ).