REKAM DATA e-ktp DI BALAI PERTEMUAN DESA KEDUNGJARAN / GEDUNG BUMDes PADA SENIN 20 NOVEMBER 2017

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Pelantikan Sekretaris Desa

Laelatun Nadifa dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Desa Kedungjaran Saridjo untuk menjalankan tugas menjadi Sekretaris Desa di Kedungjaran

Pemilu Serentak 2019

Pemilihan Umum Serentak yang menyatukan kegiatan Pemilihan Legislatif sekaligus Pemilihan Presiden untuk pertama kalinya dilakukan di Indonesia pada Rabu 17 April 2019

Penyerahan Sertifikat Prona

Penyerahan Sertifikat Prona untuk warga Kabupaten Pekalongan dilakukan serentak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan

Perpustakaan Terbaik IT

Kepala Desa Kedungjaran menyampaikan Masukan dihadapan penggiat Literasi Indonesia yang tergabung di Perpuseru untuk mengkuti tahapan Pengusulan di Musyawarah Desa guna memasukkan Perpustakaan yang bisa didanai dari Dana Desa.

Pelantikan BPD Masa Bhakti 2019 - 2025

Setelah dipilih dari perwakilan masyarakat masing masing dusun, anggota BPD desa Kedungjaran dilantik serentak di aula kecamatan sragi pada Rabu 26 Juni 2019

Pencanangan Pilkades Amanah, Pilkades tanpa Money Politik

Pelantikan Panitia Pemilihan Kepala Desa ( P2KD ) 2019 di Desa Kedungjaran, sekaligus dicanangkan Pilkades Amanah yang melarang Praktek Bom Boman atau Pemberian Uang dengan sebebas bebasnya.

Rabu, 13 November 2019

Pilkades 2019


Setelah melalui tahap demi tahap yang melelahkan, akhirnya pada Rabu 13 November  2019 hari yang ditunggu-tunggu tiba. Acara 6 tahunan dimana masyarakat akan menentukan siapa yang akan memimpin desa kedungjaran 6 tahun kedepan dipilih. Pilkades serentak 2019 dilaksanakan hari itu.

Bertempat di Lapangan Futsal desa kedungjaran diikuti 3 calon kepala desa yang lolos verifikasi administrasi. Nomor Urut 1. Ida Bagus Sanubari, 2. Edy Waluyo dan 3. H. Zaena Abidin. Tiga putra terbaik desa telah beradu visi untuk merebut simpati pada tahapan kampanye. Dan akan ditentukan hasilnya pada hari pemunggutan suara hari ini.

Acara Rapat Pemungutan dan Penghitungan suara dimulai pukul 7 tepat sesuai kesepakatan 3 calon sebelumnya. Tim Saksi dari 3 calon telah siap ditempat. Panitia Pengawas baik Desa dan kecamatan juga telah siap mengawasi jalannya acara pemungutan dan penghitungan suara.


Setelah dilakukan pemeriksaan administrasi dan perlengkapan alat-alat pemungutan suara, maka proses pendaftaran pemilih dilakukan. Ada 7 Bilik Suara yang disiapkan P2KD dengan mengacu jumlah RW yang ganjil guna menyesuaikan peraturan yang ada.

Antusias warga terlihat tinggi diawal pelaksanaan, didominasi pemilih perempuan yang hadir juga sekaligus menjadi pengiring calon kepala desa. Panitia tampak sedikit kewalahan, dibantu keamanan akhirnya antrian bisa diatur lebih tertib.

Dimulai pukul 07.00 WIB, rapat pemungutan suara berakhir pada pukul 13.00 WIB. Disayangkan dari Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) sejumlah 1890 hanya 1611 yang menggunakan Hak Pilihnya, artinya ada 6,7 % atau 279 warga yang tak menyalurkan Hak pilihnya.

Akhirnya Rapat penghitungan Suarapun dilakukan tepat jam 14.00 WIB. Dilakukan dengan systen perdapil atau per-RW satu kotak demi satu kotak. Hasil akhir Calon Nomor 1 memperoleh 776 suara, Nomor 2 memperoleh 63 suara dan Nomor 3 memperoleh 7666 suara. Kepala Desa terpilih adalah Bapak Ida Bagus sanubari. Adapun Hasil lengkapnya adalah sebagai berikut :


Hasil yang sangat berimbang, menunjukkan ada pemerataan dukungan atas 2 calon nomor 1 dan 3. Kepala Desa Kedungjaran Saridjo yang akan paripurna 23 November 2019 yang saat itu sebagai pengawas menyatakan bahwa ini kemenangan rakyat desa kedungjaran, tidak ada kalah menang. Alhamdulillah pelaksanaan Pilkades berlangsung Tertib dan Aman, menunjukkan kedewasaan Demokrasi yang sangat tinggi di Desa Kedungjaran.

Jumat, 08 November 2019

Kunjungan Wakil Menteri Desa PDTT


Kamis, 7 November 2019. Kembali desa kedungjaran menjadi salah satu desa yang menjadi perhatian Nasional. Kali ini Wakil Menteri Desa PDTT Bapak Arie Budi Setiadi yang baru beberapa saat lalu dilantik yang berkunjung. Didampingi Direktur Pendayagunaan SDM TTG Kementrian Desa PDTT serta Bapermades Provinsi Jawa Tengah. Sementara mewakili Pemerintah Kabupaten Pekalongan hadir Wakil Bupati Pekalongan Ibu Arini Harimukti didampingi Forkopinda serta Camat Sragi Drs. H. Hasanuddin.

Kedungjaran menjadi salah satu desa tujuan Wakil Menteri, karena dinilai bisa memanfaatkan Dana Desa selain untuk menuntaskan permasalahan insfrastruktur namun menonjol dalam pemberdayaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Kedungjaran menyampaikan Laporan singkat penggunaan Dana Desa dari tahun 2015 - 2019. Dimana selama 5 tahun desa kedungjaran total menerima Dana Desa sebesar Rp.3.244.788.000,-

Dana Desa sebesar itu sebagian besar dipergunakan untuk pembangunan Insfrastruktur, baik sarana jalan, drainase lingkungan, sarana pertanian juga Lapangan futsal serta Gedung serbaguna. Pemberdayaan masyarakat juga dilakukan, tak lupa pembinaan masyarakatnya. BUMDes didirikan dengan mengedepankan layanan perbankan sederhana hingga pencerdasan masyarakat dengan pengenalan internet.

Wakil Bupati dalam kesempatan berikutnya menyampaikan pengharagaan kepada pencapaian desa kedungjaran dalam mempergunakan Dana Desa secara baik. Perlu terus ditingkatkan dan ada kolaborasi dan synergi dengan program Pemerintah kabupaten dan pusat. Bahwa memang kabupaten belum bisa memberikan penghargaan yang cukup atas prestasi prestasi yang dicapai desa-desa, kedepan akan dilakukan upaya ke arah sana.

Bapak Arie Budi Setiadi dalam sambutannya menyampaikan harus adanya kebersamaan dalam pengelolaan Dana Desa. Dari mulai perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban harus diawasi bersama-sama. Karena dana Desa bukan milik pemerintah desa, tapi milik rakyat. Atas realita masih banyaknya perantau di desa Kedungjaran, Wamen menyayangkan hal tersebut. Seharusnya pemanfaatan Dana Desa bisa menciptakan gairah perekonomian di desa sehingga warga yang tadinya merantau bisa mencari nafkah di desa.

Kunjungan diakhiri dengan peninjauan BUMDes, Studio Radio, Perpustakaan Desa dan fasilitas lain yang ada.

Kamis, 19 September 2019

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa Tahun Perencanaan 2020/2021


        Kamis, 2 Oktober 2019 Desa Kedungjaran mengadakan Musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa) tahun perencanaan 2020/2021. Musyawarah dilaksanakan di Lapangan Futsal Desa Kedungjaran pukul 20.00 - selesai.
       
         Musyawarah dihadiri oleh beberapa aspek masyarakat yaitu, Pemerintah Desa, BPD, LPMD, Pengurus PKK, Karang Taruna, Pengurus RT/RW, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. Sebelum melakukan Musrenbangdes Kepala Dusun bersama Masyarakat perdusun sudah melakukan Musdus dengan tujuan mengakomdir usulan per dusun.



        Sesuai dengan aturan yang berlaku pada Perencanaan tahun 2020/2021 wajib menyertakan kegiatan untuk pencegahan stunting.

Selasa, 27 Agustus 2019

Puluhan Petani Desa Kedungjaran Terancam Gagal Panen

        Pupus sudah harapan petani di Desa Kedungjaran, bagaimana tidak sejak 22 Agustus tanaman padi yang baru ditanam awal bulan Agustus tampak berubah warna merah meanandakan ada yang salah pada tanman padinya. Petani lesu melihat lahannya yang harusnya bisa panen dengan produksi melimpah namun harus gagal sejak masa tanam. Padahal masa panen sebelumnya di Kedungjaran terhitung bagus produksinya sehingga mendapatkan harga yang cukup tinggi.

     
        Setelah dilakukan penelusuran, ternyata hal tersebut diakibatkan oleh kualitas air yang sudah tercemar. Air tampak bercampur dengan limbah minyak dan berwarna orange. Ada beberapa kemungkinan yang yaitu kadar garam atau salinitas yang cukup tinggi dan limbah batik tulis/malam. Setelah dilakukan pengecekan kualitas airnya kadar salinitas cukup tinggi diperparah industri limbah batik tulis Desa sebelah yang dibuang ke sungai yang menjadi satu-satunya sumber pengairan utama lahan sawah di Desa Kedungjaran. Air sungai warnanya tampak tidak seperti biasanya, warnanya menjadi pekat khas pewarna bahan kimia diikuti dengan aroma yang menyengat.


       Kondisi ini sungguh berbanding terbalik dengan aturan yang dibuat oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan yang menetapkan Kecamatan Sragi salah satunya Desa Kedungjaran sebagai kawasan pertanian. Bagaimana bisa menjadi kawasan pertanian yang berkembang apabila lahan persawahan tidak memiliki produksi yang baik. Banyak permasalahn yang muncul seperti sumber air yang sangat sulit untuk mengairi di lahan seluas 102 Ha sehingga pengairan mandiri dilakukan dengan mengambil sumber air dari sungai dengan biaya yang cukup tinggi. Hal tersebut diperparah dengan pencemaran air limbah yang ada di sungai Sragi yang mendapat kiriman limbah dari Kecamatan Bojong yang langsung membuat colaps tanaman.

       Sampai saat ini, belum ada tindakan yang dilakukan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan bagaimana mengatasi hal ini. Kami berharap permasalahan ini cepat teratasi dan di follow up  Dinas terkait mulai dari Dinas Pertanian, Dinas Pemukiman dan Lingkungan Hidup, dan Dinas lain yang berkaitan dengan permasalahan ini. 

Minggu, 18 Agustus 2019

Suluk Bumi Santri Kecamatan Sragi



       Hari Minggu, 18 Agustus 2019 dimulai pukul 18.30 WIB dalam rangka memperingati Ulang Tahun Republik Indonesia ke 74 tahun Kecamatan Sragi mengadakan Suluk Bumi Santri dengan tema Seni dan Budaya Sebagai Pemersatu Bangsa. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Pekalongan Bapak Asip Kholbihi, S. H, M. Si, Forkompincam Kecamatan Sragi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Tokoh Agama dan turut mengundang Gus Eko Ahmadi selaku Ketua PC Lesbumi NU Kabupaten Pekalongan.

        Suluk Bumi Santri merupakan puncak dari rangkaian acara peringatan Ulang Tahun Republik Indonesia ke 74 yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Seluruh Kepala Desa, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat, Karang Taruna dan Pengurus PKK desa se Kecamatan Sragi juga turut menghadiri acara tersebut.


        Ada yang unik dari acara Suluk Bumi Santri ini, karena tidak hanya dikhususkan bagi kalangan NU saja namun Muhammadiyah juga turut hadir dalam acara. Bahkan, doa pembuka dibuka oleh tokoh agama NU dan Muhammadiyah. Diharapkan acara seperti ini bisa memberi contoh kepada masyarakat lain bahwa tidak ada perbedaan antara Biru atau Hijau kita semua adalah sama.

Kamis, 15 Agustus 2019

Kegiatan Pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)


       Sesuai dengan petunjuk teknis Bantuan Biaya Operasional Kesehatan Puskesmas Sragi I terkait kegiatan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat tahun 2019 di wilayah UPTD Puskesmas Sragi maka UPTD Puskesmas Sragi I mengadakan kegiatan Pemicuan STBM di Desa Kedungjaran.



       Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat yang belum memiliki WC atau buangan air yang sehat. Sebanyak 17 orang menghadiri kegiatan ini sekaligus penerima bantuan Hibah Limbah Air Setempat (HALS) tahun anggaran 2019. Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah suatu pendekatan partisipatif yang mengajak masyarakat untuk menganalisa kondisi sanitasi mereka melalui suatu proses pemicuan, sehingga masyarakat dapat berpikir dan mengambil tindakan untuk meninggalkan kebiasaan buang air besar mereka yang masih di tempat terbuka dan sembarang tempat. Pendekatan yang dilakukan dalam STBM menimbulkan rasa malu kepada masyarakat tentang kondisi lingkungannya yang buruk dan timbul kesadaran akan kondisi yang sangat tidak bersih dan tidak nyaman di timbulkan. Dari pendekatan ini juga ditimbulkan kesadaran bahwa sanitasi (kebisaan BAB di sembarang tempat) adalah masalah bersama karena dapat berakibat kepada semua masyarakat sehingga pemecahannya juga harus dilakukan dan dipecahkan secara bersama.


      Selain diberi edukasi teori, masyarakat juga praktek langsung dengan menggambar peta bagaimana cara mereka BAB selama ini. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat bisa mengubah kebiasaaan buruknya menjadi lebih baik. 

Selasa, 13 Agustus 2019

Rapat MAD Pembentukan BKAD Kawasan Pertanian



         Selasa, 13 Agustus 2019 bertempat di Balai Desa Randumuktiwaren Dinas PMD, P3A dan PPKB mengadakan pertemuan terkait pembentukan BKAD Kawasan Pertanian. Sebanyak tiga kecamatan ditunjuk sebagai Desa berbasis Kawasan Pertanian yang terdiri dari kecamatan Sragi, Kecamatan Bojong dan Kecamatan Kesesi.
       
         Salah satu diantaranya adalah Desa Kedungjaran juga terpilih sebagai Desa dengan Kawasan pertanian. Penunjukan Desa Kedungjaran sebagai Desa dengan Kawasan Pertanian bukan tanpa alasan, namun melihat Desa Kedungjaran mayoritas lahannya adalah persawahan dan sebagian mata pencaharian utamanya adalah petani.


         Rencananya pembentukan BKAD ini bertujuan agar antar kecamatan, khususnya antar desa yang ditunjuk nantinya dapat melakukan kerjasama dengan kegiatan ekonomi di bidang pertanian dengan membentuk kerjasama berupa BUMDESMA yang terdiri dari 19 Desa yaitu Desa Sumurjomblangbogo, Kalipancur, Pantianom, Bukur, Randumuktiwaren, Legokclile, Kedungjaran, Gebangkerep, Kalijambe, Purworejo, Mrican, Klunjukan, Ponolawen, Krandon, Pantirejo, Karangrejo, Sidosari, Kalimade, dan Watugajah.

        Kegiatan hari ini dihadiri pula oleh BAPEDDA Kabupaten Pekalongan yang menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2020 setiap desa yang ditunjuk sebagai Desa Kawasan wajib menganggarkan dana sebesar Rp. 100.000.000 per desa guna penyertaan modal keiatan BUMDESMA Kawasan Pertanian.

       

Jumat, 09 Agustus 2019

Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Program Inovasi Desa tahun 2019 bagi KPM dan Perangkat Desa



         Tanggal 7 sampai 9 Agustus 2019 bertempat di Hotel Pesonna Kota Pekalongan Dinas PMD, P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan tim TPID Kecamatan mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas inovasi PSDM Program Inovasi Desa bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Perangkat Desa.


        Pelatihan tersebut diikuti oleh beberapa peserta dari kecamatan, diantaranya kecamatan Kedungwuni, Buaran, Sragi, Karanganyar dan Petungkriyono. Setiap Desa menghadirkan dua perwakilan yaitu dari KPM dan perangkat desa, khususnya Kasi Kesejahteraan.


        KPM dan Perangkat Desa diberikan pelatihan dan edukasi tentang Pencegahan Stunting. Stunting atau perawakan pendek merupakan gangguan pertumbuhan yang sering terjadi pada anak Indonesia. Secara medis, stunting adalah suatu kondisi ketika tubuh dan otak anak tidak mengalami perkembangan secara optimal. Keadaan ini menyebabkan tubuh anak lebih pendek dan kemampuan berpikir yang cenderung lebih lemah dari anak lain seusianya. 

      Adanya pelatihan ini, diharapkan presentasi angka stunting di Indonesia menjadi berkurang. Kedepannya mulai tahun 2020 setiap pencairan Dana Desa tahap III harus melaporkan laporan Konvergensi Stunting sebagai salah satu syarat. Tugas KPM akan mencatat dan melaporkan laporan stunting mulai dari usia 0 - 1000 kehidupan pertama.

Sabtu, 27 Juli 2019

Pelantikan P2KD, Pilkades Amanah.

Setelah melalui beberapa Rapat Koordinasi pendahuluan antara BPD, Pemerintah Desa dan Lembaga Desa lainnya. Akhirnya pada Sabtu 27 Juli 2019 pukul 20.00 wibb, bertempat di Lapangan Futsal Desa kedungjaran dilangsungkan Pelantikan terhadap Panitia Pemilihan Kepala Desa 2019.

Seperti diketahui bersama, kepala desa yang sekarang Bapak Saridjo memang telah memasuki Masa Akhir Jabatan. Tepatnya pada 20 November 2019, genap 6 tahun Bapak Saridjo memimpin Desa Kedungjaran. Maka sesuai peraturan, BPD harus segera membentuk P2KD sebagai persiapan Pemilihan Kepala Desa berikutnya.

Hadir pada acara malam itu, Tim Pengawas Pemilihan Kepala Desa Kecamatan Sragi Ibu Sri Handayani selaku Kasi Trantib Kecamatan Sragi, Bapak Aris wakil dari Polsek Sragi dan Bapak Hadi dari Koramil Sragi. Pengurus Kelembagaan Desa juga hadir lengkap dari BPD, LPMD, TP PKK hingga RT/RW serta Tokoh Masyarakat dan Agama.


Diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, acara berlangsung Hikmad. Pelantikan P2KD dilakukan ketua BPD Desa Kedungjaran Bapak Santosa dihadapan sekitar 300an warga yang hadir. Setelah dilantik serta diambil Sumpah, Bapak Santosa memberikan arahan agar P2KD bisa mengemban tugas dan tanggungjawab kewajibannya secara baik. Harus bisa Netral dan memahami regulasi yang ada hingga pelaksanaan Pilkades di Desa Kedungjaran bisa berjalan dengan baik.

Ibu Sri Handayani, mewakili Camat Sragi menyampaikan regulasi yang harus dipatuhi selama pelaksanaan Pilkades. Dimana Bupati menginginkan adanya perubahan pelaksanaan Pilkades agar tidak terlalu jor joran, namun juga tak mungkin menghilangkan adat kebiasaan yang selama ini dilakukan. Maka harus bisa bijak mensikapi agar tak melanggar aturan namun juga tak meninggalkan adat kearifan lokal yang dianggap baik.



Bapak Saridjo pada kesempatan yang sama, mencanangkan rencana Pilkades Amanah di Desa Kedungjaran. Dimana harus ada Kesadaran pada warga untuk tidak menuntuk model pilkades seperti yang sudah sudah. Namun dengan tetap tak menghilangkan hak warga berupa uang ganti kerja. Besarannya sesuai Upah Kerja sehari. Untuk ombyong-ombyong atau Buka Pintu Rumah Calon Kepala Desa akan dibatasi hanya beberapa hari, tidak seperti biasanya yang hingga sebulan lebih.

Calon tak boleh jor joran membagi uang atau Money Politik, agar nantinya setelah jadi tak memikirkan balik modal dan cari modal bila mau mencalonkan kembali. Ombyong ombyong juga tak diperbolehkan terlalu lama, cukup 3 hari. Bila ada Oknum yang berani melakukan money Politik maka akan dilakukan penanganan sesuai hukum yang berlaku dan calon terpilih bisa dianulir bila terbukti melakukan money politik.


Bapak Aris dalam kesempatan terakhir menyampaikan apresiasi atas keamanan yang terjaga di desa kedungjaran. Semoga hal tersebut bisa dipertahankan hingga pelaksanaan pilkades. Untuk pemberi dan penerima uang bisa dituntut Pasal Penyuapan, dua duanya antara pemberi dan penerima bisa diproses di muka hukum, maka jangan coba coba lakukan.

Dengan Pilkades Amanah diharapkan Kepala Desa Terpilih bisa lebih Konsentrasi dalam memimpin Desa Kedungjaran menuju Desa Maju Adil Makmur Mandiri dan Madani.

Minggu, 21 Juli 2019

Pemilihan Wirausaha Muda Pemula 2019

Anda seorang pemuda yang sedang merintis sebuah usaha. Atau sudah berusaha lama namun tak mempunyai perkembangan karena kekurangan permodalan dan pelatihan. Usaha anda masih jarang, bahkan anda adalah yang pertama kali melakukannya. Andalah orang yang tepat mengikuti Pemilihan Wirausaha Pemula Tingkat Nasional tahun 2019.
Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, memang sudah hampir 3 tahun ini melaksanakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk mencari pemuda pemuda khususnya yang sedang merintis dunia usaha. Namun usahanya bukan sekedar usaha kebanyakan. Namun usaha yang bersifat membangun, memanfaatkan potensi lokal, mengangkat budaya lokal. Terlebih usaha yang berdampak luas pada perekonomian masyarakat dan lingkungan hidup sekitar.

Pemuda kreatif yang memanfaatkan potensi dan budaya lokal, menjadi nilai tambah ekonomi. Merubah masalah lingkungan menjadi potensi penambahan pendapatan akan lebih punya daya saing dalam kompetisi ini. Karena ia tak semata berorientasi usaha namun penyelesaian permasalahan lingkungan hidup. Contoh pemanfaatan enceng gondok di Kali Bremi pekalongan. Atau potensi di desa kita seperti sampah plastik yang banyak, terlebih telah ada bank sampahnya.

Untuk potensi lain ada Telor Asin dan Rengginang serta Opak. Tinggal dikemas dan diolah dengan trend kekinian maka peluang untuk mendapatkan peluang bantuan dari pemilihan Wirausaha Pemula Nasional akan semakin besar.

Ayo segera daftar, event ini bersifat bantuan keuangan yang dikemas dengan kompetisi. Disetiap kabupaten akan banyak yang menerima bantuan keuangan dari 10 - 20an juta rupiah yang bertujuan meningkatkan pengembangan usaha pemuda. Lalu dari para kandidat akan dipilih yang terbaik setiap kabupaten untuk selanjutnya diadu di level provinsi dan nasional. Tentunya hadiah berupa bantuan keuangan untuk penambahan modal dan pelatihan usaha akan semakin banyak.

Adapun bidang usaha yang bisa diikutsertakan tak ada batasan, bisa fotografi, rias manten, warung, bengkel, konfeksi dll. Namun harus yang merintis usahanya adalah pemuda.