REKAM DATA e-ktp DI BALAI PERTEMUAN DESA KEDUNGJARAN / GEDUNG BUMDes PADA SENIN 20 NOVEMBER 2017

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Pelantikan Sekretaris Desa

Laelatun Nadifa dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Desa Kedungjaran Saridjo untuk menjalankan tugas menjadi Sekretaris Desa di Kedungjaran

Dana Desa Untuk Pemberdayaan Masyarakat

Desa Kedungjaran adalah salah satu desa yang paling menonjol dalam pemanfaatan Dana Desa guna memberdayakan Masyarakat dalam rangka mengurangi angka kemiskinan masyarakat desa.

Penyerahan Sertifikat Prona

Penyerahan Sertifikat Prona untuk warga Kabupaten Pekalongan dilakukan serentak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan

Perpustakaan Terbaik IT

Kepala Desa Kedungjaran menyampaikan Masukan dihadapan penggiat Literasi Indonesia yang tergabung di Perpuseru untuk mengkuti tahapan Pengusulan di Musyawarah Desa guna memasukkan Perpustakaan yang bisa didanai dari Dana Desa.

Kerja Bakti Drainase Lingkungan

Dalam upaya menghadapi musim penghujan 2018/2019, guna meminimalisir genangan air di linkungan warga dilakukan kerja bakti secara serentak di desa kedungjaran.

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Kamis, 30 Januari 2014

Musyawarah Antar desa PNPM Mandiri Kecamatan Sragi

Bapak Sunarto melaporkan SPJ UPK PNPM Kec. Sragi
Berlangsung di aula pertemuan Pabrik gula sragi, Kamis 30 januari 2014 berlangsung acara Pertanggungjawaban Unit Pelaksana Kerja PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan sragi dan Badan Kerjasama Antar Desa Kecamatan sragi. Dihadiri oleh 6 perwakilan masing-masing desa dari unsur Pemerintahan desa, KPMD, BPD dan TPK desa bersangkutan.

FT UPK PNPM Kec, Sragi Bapak Edi hadir diantara peserta


Dalam kesempatan tersebut desa kedungjaran diwakili oleh Kepala Desa Saridjo, BPD Bapak ribejo, TPK Agus Tamtomo dan KPMD Sri Eni, Titik harti, Unik Prasetyowati dan Rumidah. Berangkat dengan satu mobil dan 2 kendaraan bermotor beroda dua.

Sekcam Sragi Bapak Heri, P memberikan sambutan
Acara yang berlangsung meriah diisi dengan pertanggungjawaban UPK PNPM yang disampaikan ketua bapak Sunarto dengan penjabaran secara rinci akan apa saja yang telah dilakukan UPK selama satu tahun kemarin dari segi kegiatan program dan dana yang dikucurkan. Juga disinggung masalah simpan pinjam perempuan SPP yang ternyata besarnya hingga mencapai milyaran untuk satu desanya.


Kedungjaran dalam hal SPP memang ketinggalan bahkan tak pernah mengikuti. Dalam kesempatan sebelumnya telah disampaikan kepada bapak sunarto dan Jumhan Satoto bahwa desa kedungjaran berniat dan siap untuk mengikuti program SPP dan akan siap menjalankan agar tak terjadi pengendapan dana berupa kredit macet.

Penyampaian doorprize untuk peserta yang hadir
Dalam kesempatan yang sama ketua BKAD Bapak Wardoko. A. ma. Pd menyampaikan laporan pertanggungjawaban pembangunan gedung BKAD yang ada di desa Purwodadi yang sejauh ini telah mencapai tahap pembangunan Pondasi dan jembatan dimana pembangunannya akan dilanjutkan pada tahun kerja berikutnya. Juga dilakukan pemilihan Tim Verifikasi Dana sosial yang sementara ini kekurangan personil. Terpilih secara aklamasi saudara Muhadi dari purworejo dan Ibu Sri muniarti dari desa bulakpelem.


Musrenbangdes Desa Kedungjaran


Camat Sragi edi Sutanto memberikan sambutan
Undang-undang desa yang baru telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat akhir 2013 yang lalu. Euforia akan implikasi Undang--undang tersebuat serasa gegap gempita. Dari mulai kelegaan dari para punggawa pemerintahan desa akan kemudahan pembangunan dengan digelontorkannya dana dari pusat yang begitu besar hingga kekwatiran dari beberapa orang yang katanya ini jebakan kepada para kepala desa dimana penjara telah menanti.

Acara berlangsung meriah dan grengseng
Pemerintah desa kedungjaran dengan adanya Undang-Undang Desa ini menyambut gembira. Berbagai pertemuan hingga pelatihan giat diikuti oleh pemerintah desa terutama oleh kepala desa, semua bertujuan agar desa dapat mengikuti perkembangan dan bisa mengantisipasi keadaan bila ada kejadian serta kebijakan yang mengemuka atas undang-undang tersebut.

Tak ada kekwatiran sedikitpun dibenak Pemerintahan desa kedungjaran akan berita miring bahwa Undang-undang desa akan menggiring Kepala desa ke penjara ramai-ramai. Yang terpenting jujur maka semuanya pasti mulus dan lancar. Guna mempersiapkan hal tersebut maka kemarin Rabu 29 Januari 2014 dilakukanlah Musrenbangdes setelah bulan kemarin marathon dilakukan Musdus ditiap-tiap dusun.

Ridhowi Kadus 2 menyampaikan hasil Musdus
acara ini penting karena melalui Musrenbangdes inilah rel dan arah pembangunan digali dan ditentukan. berbagai usulan baik yang tertuang dalam usulan musdus juga saran dan usulan yang disampaikan warga secara langsung di Musrenbangdes tersebut dirangkum untuk selanjutnya dipelajari dan diverifikasi untuk ditentukan peringkat skala prioritasnya oleh Tim 11 dan selanjutnya dituangkan dalam Peraturan desa RPJMDes atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah desa per 5 tahunan.

H. Toyo menyampaikan Usulan Masyarakat
RPJMDes inilah patokan yang harus dipatuhi Pemerintah Desa dalam melakukan pembangunan di desanya. Tolok Ukur yang jelas dalam RPJMDes menjadi patrun penilaian sampai sejauh mana keberhasilan Pemerintah desa dalam melakukan Pembangunan.

Semoga berbagai usulan yang telah dirangkum dapat segera diwujudkan dan undang-undang desa terutama dana yang akan digelontorkan dapat segera direalisasikan sehingga pembangunan dapat segera dilaksankan.

Pembuatan proposal Bantuan Gubernur


Pada beberapa hari ini Kepala desa sekecamatan sragi dibuat sibuk bukan kepalang. Mungkin bukan saja kepala desa sekecamatan sragi namun juga kepala desa sepropinsi Jawa tengah. Hal ini juga berimbas kepada pihak kecamatan, terutama Bapak Camat edi Sutanto, sekcam Heri Pancasilardi dan Kasie PM Bapak Abdurahman. Mereka bertigapun tak kalah sibuk, karena dalam 1 hari proposal harus jadi dan dipelajari pihak kabupaten sebelum dikirim ke propinsi.

Satu sisi pihak desa sangat senang dengan bantuan gubernur yang mereka terima, namun satu sisi mereka sangat dibuat kalangkabut dengan waktu yang terbatas untuk pembuatan proposal. Terlebih untuk desa-desa yang sedang dilanda bencana banjir, ini menambah kesibukan mereka. Maka kerjasama antar Lembaga Desa dan Pemerintah desa sangat diperlukan di waktu-waktu seperti ini. hingga pembagian tugas antar lembaga paling tidak bisa meringankan beban.

Pihak kecamatan dalam hal ini juga sudah sangat tepat dengan penekanan super ketat hingga  melakukan pendampingan dari mulai pagi di kediaman Bapak Bambang selaku ketua paguyuban Praja Kusuma hingga sekaligus kepala desa Sumub Lor hingga jam 12-an malam di sekretariat Desa Kedungjaran yang sekaligus sedang melakukan musrenbangdes.

Semua dilakukan bahu membahu agar proposal yang diajukan tak bermasalah dan menjadi ganjalan kepada pencairan bantuan yang besarnya dari 40 - 100 juta rupiah tergantung tingkat kemiskinan dan luas wilayah  desa bersangkutan. Dalam kesempatan ini desa kedungjaran sendiri mendapat bantuan sebesar 40 juta karena masuk desa dengan wilayah kecil dan tingkat kemiskinan minim.

Rapat Pemantapan Organisasi Tim Penggerak PKK dan LPMD Kedungjaran


Setelah rapat pertama yang dilakukan pada sekitar 1 bulan yang lalu dimana kepengurusan Tim Penggerak PKK telah terbentuk dengan syah. Akan tetapi setelah dicermati dengan teliti, ada beberapa pengurus yang ternyata menjadi pengurus di lembaga yang lain. Maka untuk menghindari tumpang tindih kegiatan dan memberi kesempatan kepada warga lainnya maka pada Senin, 27 Januari 2014 dilakukan Rapat Pemantapan TP PKK.


Acara berlangsung dinamis, ada tarik ulur yang alot mewarnai rapat malam itu. Sesuatu yang menggembirakan karena ini menunjukkan bahwa demokrasi berjalan dengan baik. Akhirnya setelah melalui berbagai saran dan usulan dicapai kesepakatan yang menghasilkan susunan Tim Penggerak PKK yang diharapkan bisa menjalankan peranannya dengan baik.

 

Pada malam itu juga dibentuk Kelompok Wanita Tani yang mewadahi berbagai kegiatan Pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan skala rumah tangga khususnya wanita. Diketuai oleh saudari Unik Prasetyowati yang semula ada di pos Bendahara TP PKK desa Kedungjaran. Diharapkan dengan terbentuknya Kelompok Wanita tani ini kegiatan pemanfaatan pekarangan rumah yang kosong dapat menghasilkan sesuatu yang berguna.

 
Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pemantapan lembaga LPMD. Lembaga yang merupakan pelaksana dari pembangunan di desa ini merupakan lembaga yang sangat penting dan strategis. Di lembaga ini terpikul jalan tidaknya pembangunan di suatu desa. Dengan kesepatakan bersama akhirnya LPMD secara resmi dipimpin oleh Bapak Siswandi.

Semoga dengan pemantapan kedua lembaga ini jalannya Pemerintahan dan pembangunan Desa Kedungjaran bisa berjalan dengan baik.

Senin, 27 Januari 2014

Kedungjaran Kembali tergenang Banjir


Hujan deras yang turun semalaman hingga pagi Selasa, 27 Januari 2014 menyebabkan sebagian wilayah Kedungarang tergenang air dengan ketinggian 10 - 30 cm. Pagi setelah subuh, kepala desa Saridjo didampingi kaur pembangunan Siswandi melakukan sidak dari ujung Kuburan hingga perbatasan lapangan dusun 1.

Yang terparah adalah jalur jalan tengah dusun 3 dari perapatan warung mbak Utami hingga depan rumah Pak Sukri. Genangan melebar rata dari rumah Pak kardi hingga belakang Rumah Pak rohadi. Syukur Alhamdulillah bahwa pada bulan april jalan tersebut akan diperkeras dengan betonisasi melalui Program PNPM.


Solusi untuk wilayah tersebut adalah perlu adanya pembangunan saluran drainase buangan dari tempat bapak Tarmadi hingga tembus ke sungai di depan rumah ibu Daruni serta saluran baru dari Tempat Bapak rasdi almarhum ditembus ke saluran tersier depan Rumah bapak Danoyo kadus III.

Untuk dusun 1 sebagian besar yang tergenang adalah wilayah dusun 1 blok selatan jalan Sragi - Bojong, kedalaman antara 20 - 30 cm. Setelah diamati jalan air agak lambat yang disebabkan jalur pembuangan ke arah sawah sebelah barat lapangan. Harus ada Normalisasi Saluran buang di daerah tersebut, hanya saja perlu dana yang sangat besar karena perlu alat berat pengeruk tanah.

Minggu, 26 Januari 2014

Perbaikan Peneragan Jalan


Bulan ketiga pemerintahan desa kedungjaran belum banyak yang bisa dilakukan untuk desa. Karena memang begitu banyak pekerjaan yang harus ditangani. Mulai dari jalan-jalan kampung yang belum diperkeras hingga drainase pembuangan air yang belum tertata.

Kerja kinerja perangkat dan kelembagaan juga masih banyak yang perlu ditingkatkan. Ini sangat perlu karena ditangan merekalah alur jalan pembangunan desa dipercayakan. Berbagai pembenahan kelembagaan sudah dilakukan secara marathon. Semua bertujuan agar jalannya pembangunan bisa berlangsung dengan baik dan benar.

Ditengah berbagai kekurangan yang ada, ada kebutuhan yang sangat mendesak di lingkungan. Terutama bila malam telah tiba. Penerangan jalan terutama jalur lingkar wilayah dusun 4 banyak lampu yang telah uzur dan mati. Maka perlu dilakukan perbaikan dengan segera. Tujuannya tentu selain penerangan jalan juga untuk mendukung keamanan dan kenyamanan warga.

Siang itu minggu, 26 Januari 2014 dengan sumber dana dari administrasi jual beli. Pemerintah desa melakukan perbaikan penerangan jalan. Ada sekitar 15 set lampu dengan saklar ldr disiapkan dengan total alokasi dana sebesar Rp.2.700.00-an. Semoga dengan perbaikan ini jalan lingkar desa selatan semakin nyaman dilihat dan semakin aman dari gangguan.

Hanya sangat disayangkan kesadaran bahwa pembangunan merupakan tanggungjawab bersama belum tertanam dengan baik di setiap warga desa. Hingga ketika ada sesuatu kekurangan yang semestinya bisa diselesaikan secara swadaya selalu diselesaikan di tingkat desa.

Pembekalan RT / RW Desa Kedungjaran




Bahwa pelayan masyarakat terdepan dari Pemerintahan di Negara ini di tingkat desa adalah rt/rw. Hanya saja selama ini, tugas pokok dan funsinya kadang dikebiri. Baik karena ketidaksiapan sdm, maupun kesengajaan dengan tujuan pemangkasan jalur birokrasi dimana segala urusan yang berkaitan dengan keperluan masyarakat langsung dilayani di tingkat desa. Ini memang sangat praktis namun tentu tak sesuai dengan tujuan dibentuknya rt/rw itu sendiri.
Agar tupoksi, tanggungjawab dan Kewajiban rt/rw bisa terpenuhi kemarin malam Pemerintah Desa Kedungjaran melakukan pembekalan kepada pengurus rt/rw sedesa kedungjaran. Pembekalan dilakukan internal oleh pemerintah desa dalam hal ini dilakukan oleh kepala desa kedungjaran bapak Saridjo.

Berbagai hal mengenai tugas dan fungsi rt/rw dijabarkan secara rinci hingga penjelasan mengenai cara membuat surat pengantar rt/rw. Suasana pembekalan berlangsung sederhana namun hikmat, diikuti segenap pengurus rt/rw dan tokoh masyarakat dan kepemudaan serta Tim KKN Undip yang dalam kesempatan tersebut ikut memberikan pembekalan tambahan mengenai mitigasi bencana alam.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan surat tugas kepada perwakilan simbolik rt/rw yang diwakili saudara Harsono dari rt 005 rw 03 dusun 2 desa kedungjaran. Penyerahan surat tugas ini sekaligus penegasan agar rt/rw siap lahir batin dalam menjalankan tugas dan kewajibannya dalam melayani warganya.

Jumat, 24 Januari 2014

Penyegaran Pengurus Karang Taruna Tunas Karya Kedungjaran

Malam itu ada suasana berbeda di sekretariat desa Kedungjaran. Yang biasanya hanya ada beberapa perangkat desa yang piket malam, waktu itu nampak ramai remaja putra dan putri berkumpul di aula. Walau hujan rintik sesekali tiba-tiba deras hingga hawa dingin agak menggigit, namuntawa canda sesekali lepas terdengar dari kerumunan para anak muda tadi.

Rupanya malam itu Jumat, 25 Januari 2014 berlangsung rapat penyegaran pengurus karangtaruna Tunas Karya desa kedungjaran. Karena memang selama beberapa tahun terakhir walaupun ada Kepengurusan Karang Taruna namun vakum kegiatan. Maka di awal kepemimpinan kepala desa yang baru Bapak Saridjo digagas penyegaran dan revitalisasi kepengurusan karangtaruna.
Tujuan dari rapat tersebut adalah untuk mengaktifkan kembali kepengurusan agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik dan benar sebagai mitra pemerintahan desa dalam melaksanakan pembangunan khususnya pembangunan kepemudaan. Terlebih dengan adanya wacana dana berlebih dengan adanya undang undang desa yang terbaru, harus disiapkan kepengurusan yang siap pula megelola dana yang nantinya dialokasikan.


Setelah diadakan penyegaran dengan mengganti kader pengurus yang pasif dan pindah tempat tinggal serta menambah kader-kader baru dengan mengisi pos-pos atau seksi-seksi yang ada dilakukan pula pembekalan keorganisasian yang diberikan oleh Tim KKN Undip Semarang yang dipimpin saudara Faisal. Berbagai bekal keorganisasian diberikan secara berantai oleh Tim KKN dari mulai Tupoksi Pengurus hingga pembelajaran berorganisasi yang baik dan benar.

Ada harapan baru didada para pemuda desa kedungjaran malam itu. Semangat terbarukan untuk mengisi masa muda dengan kegiatan positif sekaligus sebagai wadah menyiapkan generasi penerus bagi desa mereka.

Rabu, 22 Januari 2014

Penyerahan Bantuan Hibah Laptop ke Gapoktan Kedungrejo

Bertempat di Balaidesa Kedungjaran, Rabu pagi 22 Januari 2014 berlangsung penyerahan Hibah Laptop kepada Gapoktan Kedungrejo desa Kedungjaran. Adapaun Laptop tersebut merupakan hibah atas jasa penitipan modal dari Gapoktan kepada PT. Dana Mitra Abadi yang kebetulan milik kepala desa Kedungjaran Bapak Saridjo.

Dalam kesempatan tersebut, penyerahan 1 unit Laptop merk ASUS dilakukan oleh Kepala desa Kedungjaran yang juga Direktur Utama PT. Dana Mitra abadi dan diterima oleh bendahara Gapoktan saudara Yanto.

Hibah Laptop tersebut sangat diterima dengan sangat senang hati karena memang gapoktan sudah lama butuh alat untuk menunjang penyimpanan dan pengolahan data gapoktan. Dengan adanya Laptop tersebut segala aktifitas gapoktan akan lebih rapi lagi tercatat dan tersimpan.

Selasa, 21 Januari 2014

Jalanan Rusak tergenang banjir


Musim penghujan telah tiba, banjirpun datang mengikutinya. Itulah kenyataan yang ada dan tak bisa dihindari. Seluruh daerah di negeri ini fenomena banjir menjadi berita sehari-hari. Tidak saja di Jakarta, bahkan Manado sulawesi banjir bandang bahkan sampai merenggut nyawa. Seakan kawan yang setia, ada hujan pasti ada banjir.

Demikian pula di pekalongan, dilaporkan ribuan warga terpaksa mengungsi meninggalkan rumah. Terutama didaerah-daerah yang memang selama ini menjadi langganan banjir, seperti desa tetangga Gebangkerep. Di desa tersebut sebagian wilayah tergenang parah, hingga mendapat perhatian dari tim basarda Provinsi yang melakukan kunjungan dipimpin Kapolda Jawatengah.

Untuk desa Kedungjaran, situasi agak menggembirakan. Kekwatiran air sungai sragi yang dicurigai meluap tak terjadi. Hanya imbas dari meluapnya air dari desa Gebangkerep mengakibatkan drainase dari dusun 3 tak bisa mengalir lancar sehingga sebagian tergenang antara 10 - 20 cm. Yang terparah adalah wilayah dusun 1 terutama wilayah selatan jalan utama sragi bojong, akibat meluapnya air dari Gebangkerep wilayah dusun 1 tersebut tergenang hingga beberapa rumah kemasukan air.
Namun berkat drainase yang sudah tertata agak rapih, air genangan bisa cepat surut seiring berhentinya hujan. Hanya akibat yang lebih mengenaskan jalan raya poros Kedungjaran - Purworejo yang baru diserahterimakan bulan Desember 2013 rusak parah. Entah kwalitas pengerjaan yang kurang atau memang aspal yang cepat rusak karena tergenang air.

Pertemuan Pertama Praja Kusuma Sragi

Sebagai wadah perkumpulan Kepala desa-kepala desa sekecamatan sragi, Paguyuban Praja Kusuma yang pengurusnya baru terbentuk pada tanggal 30 Desember 2013 melaksanakan pertemuan pertamanya pada hari Senin, 13 Januari 2014.

Bertempat di tempat kediaman Ketua Paguyuban bapak Bambang Udiyono yang sekaligus kepala desa Sumub Lor pertemuan dihadiri juga para Istri / suami kepala desa. Sedang dari Kecamatan hadir  Bapak Camat Edi sutanto, SIp beserta istri dan jajaran yaitu sekcam dan Kasie Pemerintahan serta Kasie Pembangunan.

Dalam pertemuan pertamanya dibahas hal penting yang menyangkut hal pelayanan Kepala Desa terhadap warganya serta masalah disharmoni Sekretaris desa dengan kepala desa. Isu yang sedang hangat seperti Undang-undang Desa juga menjadi bahasan yang sangat mendapat perhatian lebih dari peserta pertemuan.

Ketua Paguyuban Bambang Udiyono disambung Wakil Ketua Bapak husein menekankan perlu dan pentingnya pertemuan seperti hari itu agar kontinyu dilaksanakan untuk wadah konsolidasi dan koordinasi selain antar pimpinan desa juga dengan pihak pemerintahan diatasnya seperti kecamatan. Didalam pertemuan tersebut

Dikesempatan tersebut Bapak Camat edi sutanto menekankan kesiapan Perangkat desa terutama sekretaris desa dan Kepala urusan agar tak ada kendala dalam pelaksanaan undang-undang Desa yang segera diberlakukan. Kesiapan tersebut meliputi kesiapan keahlian administrasi dan kemampuan komputerisasi.

Pertemuan yang juga dihadiri wartawan dari RADAR Pekalongan diakhiri dengan arisan yang mana yang mendapat nomor sekaligus menjadi tuan rumah pertemuan selanjutnya. Adapun Kepala desa yang mendapat giliran berikutnya adalah kepala desa klunjukan Bapak Ciswo.

Penyambutan kedatangan Tim KKN Undip



Bertempat di Balai desa ( sementara ) Kedungjaran, Kamis 16 Januari 2013 berlangsung dengan sederhana Penyambutan kedatangan Tim KKN Universitas Diponegoro Tahun 2014. Acara berlangsung sederhana dengan dihadiri segenap Lembaga Desa seperti LPMD, BPD dan RT/RW.

Dalam kesempatan tersebut Tim KKN Undip yang berjumlah 12 orang terbagi 5 mahasiswa dan 7 mahasiswi dipimpin ketua tim Faizal dari Fakultas Tekhnik Informatika. Adapun keduabelas mahasiswa dan mahasiswi tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu yang diharap bisa diamalkan di desa penerima.

Dalam acara tersebut disampaikan maksud dan tujuan kedatangan Tim KKN dan diterima oleh Bapak Wasdari selaku PLT Sekdes mewakili Kepala Desa Saridjo yang berhalangan karena sakit.

Sabtu, 11 Januari 2014

Badan Perwakilan Desa

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau kadang dikenal dengan Badan Perwakilan Desa merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Dengan keanggotaan yang merupakan wakil dari warga dengan berbagai kriteria keterwakilan dan keahliannya bisa dikatakan kalau BPD adalah DPR-nya desa.
Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah yang ditetapkan dengan cara musyawarah dan mufakat. Anggota BPD terdiri dari Ketua Rukun Warga, pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama dan tokoh atau pemuka masyarakat lainnya. Masa jabatan anggota BPD adalah 6 tahun dan dapat diangkat/diusulkan kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya. Pimpinan dan Anggota BPD tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan Perangkat Desa.
Pelantikan anggota BPD ditetapkan dengan Keputusan Bupati, Walikota atau Kepala Daerah tingkat II , dimana sebelum memangku jabatannya mengucapkan sumpah/janji secara bersama-sama dihadapan masyarakat dan dipandu oleh Bupati/ Walikota.
Ketua BPD dipilih dari dan oleh anggota BPD secara langsung dalam Rapat BPD yang diadakan secara khusus. BPD berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat.
Adapun Tugas dan Wewenang BPD antara lain:
- Membahas rancangan peraturan desa bersama Kepala Desa
- Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Desa dan Peraturan     Kepala Desa.
- Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa
- Membentuk panitia pemilihan Kepala Desa
- Menggali Aspirasi, usulan, saran dan masukan dari masyarakat untuk disampaikan kepada pemerintah desa untuk menjadi agenda kebijakan desa.
 
Adapun susunan Pengurus BPD Desa Kedungjaran masa bakti 2013 - 2019 adalah sebagai berikut :
                      Ketua                       : Bapak Suud
                      Wakil Ketua            : Hartoyo
                      Sekretaris                : Sri Handayani
                      Anggota                  : Aris Setyabudi
                                                        Tri Setiarini
                                                        Wihandi
                                                        Ribejo

Senin, 06 Januari 2014

Hubungi Kami


Selain bisa mendatangi Kantor Kepala desa pada jam kerja, anda juga bisa datang pada jam piket malam dari pukul 20.00 - 04.00 Wibb. Atau Segera Hubungi kami di Frekwensi HT 148.110 VHF dan Nomor Telepon dibawah ini bila ada keperluan darurat dan mendadak.

Untuk Mobil Siaga Bisa ke Nomor 085876133424 atau Kadus terdekat.

Pelayanan kami 24 jam bila ada Emergency atau Darurat.


Lembaga
Nama Penjabat
Nomor Telepon
email
BPD
Suud
Heny
085842162210
081542181079

LPMD
Siswanto
Agung Wibowo

085727914648

DESA
Kepala Desa
Sekretaris Desa
Kaur Keuangan
Kaur  Bangunan
Kaur Umum
Kaur Kesra
Pamong Tani
Polisi Desa
Kadus 1
Kadus 2
Kadus 3
Kadus 4

Saridjo
Wasdari
Agus T.
Siswandi
Damiri
Agus Prianto
Wilujeng
-
P. Raharjo
Ridhowi
Danoyo
Widya Mukti

085695441575
085642813589
085642975999
085876244855
085876133424
087733440404
085742703758
-
081542076851
085865439002
085865397411
085786384271

batikboy@ymail.com
 

Jejak Anda

Guna memberi kami masukan, saran, kritik membangun demi kemajuan desa. Kami Pemerintah desa Kedungjaran memberi ruang khusus bagi anda untuk menorehkan jejak di halaman ini. Apapun masalah dan permasalahan yang diangkat semaksimal mungkin kami akan mencoba menjawab, diskusikan dan menyelesaikannya atau mengkoordinasikan dengan lembaga terkait.

Pergunakanlah bahasa yang baik dan sopan, maka kami akan dengan senang hati membalasnya.

Kesadaran Pembayaran Pajak yang Kurang.

Ada sebuah kenyataan yang terasa pahit dirasa ketika awal pemerintahan baru berjalan. Ketika semangat tinggi masih menggebu, betapa banyak rencana tertuang di angan dan kadang tercantum di rencana pembangunan desa. Semua seperti api tersiram air ketika berhadapan dengan pendanaan yang minim. Akhirnya banyak rencana tertunda, dan kadang hanya jadi rencana tanpa tindaklanjut yang pasti.

Berbicara masalah dana pembangunan, tentu banyak yang tahu bahwa pembangunan di negeri ini berasal dari pajak. Dari sanalah APBN, APBD dan ADD untuk desa bisa mengucur. Artinya bila pajak lancar pembangunanpun lancar. Di era otonomi daerah, dimana pajak menjadi pendapatan asli daerah masing-masing, pemda berusaha sekuat tenaga agar realisasi pembayaran pajak bisa tercapai 100 %. Berbagai cara ditempuh, dari mulai penyuluhan kesadaran untuk membayar pajak hingga menekan aparatur pemerintahan desa untuk menagih wajib pajak dengan lebih intensif.

Namun kenyataan yang dihadapi aparat pemerintahan desa sungguh memilukan, mereka berhadapan dengan kesadaran masyarakat akan pajak yang masih begitu rendah. Hingga sering terjadi untuk beberapa warga yang harus ditagih bolak-balik hingga puuhan kali dengan hasil nihil. Dengan keadaan seperti itu tentu banyak tenaga yang terbuang sia-sia, belum kecapaian mental dari penagih yang kadang ikut pula membebani. Belum lagi tekanan dar pemerintah agar segera ada pelunasan dari desa, maka sering terjadi pemerintah desa membayar lunas terlebih dahulu, baru menagih kewarga.

Perlu upaya yang luar biasa tidak saja dari aparat penagih yang dalam hal ini pemerintah desa, tapi aparat diatasnya untuk mencari cara dan upaya agar kesadaran membayar pajak lebih ditingkatkan. Hingga pemandangan warga yang antri bayar pajak bukan hal yang aneh kedepannya. Semoga, karena pajak lancar pembangunanpun lancar.

Rabu, 01 Januari 2014

Pekerja Sosial Masyarakat, ujung tombak Pemerhati masalah sosial masyarakat.



Ketua FKPSM Sragi Bapak Bambang
Bertempat di kediaman Bapak Agus Purwanto selaku Kaur Kesra Desa Kedungjaran sekaligus kader Pekerja Sosial Masyarakat desa kedungjaran. Kamis, 2 Januari 2014 berlangsung Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat Kecamatan Sragi.

Hadir dalam acara yang bertujuan untuk menyegarkan motivasi dan semangat juang dari kader PSM adalah Ketua FK PSM Bapak Bambang, wakil Kecamatan Sragi Bapak Acip dan wakil dari Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Bapak Zaenal Mukadien dan Bapak sucipto.

Wakil dari Dinsos Kab. Pekalongan Bpk. Zaenal & Bpk Sucipto
Dalam paparannya yang dihadiri segenap anggota PSM sekecamatan sragi, Bapak Bambang selaku ketua menegaskan betapa perlunya kader PSM ditengah kondisi masyarakat yang carut-marut seperti sekarang ini. Di tangan mereka terletak nasib mereka yang tak tersentuh oleh pembangunan, maka kader PSM harus gesit, rela, iklash dan mengedepankan kesetiakawanan.

Bapak Zaenal dan Sucipto selaku pembina kelembagaan di dinas sosial kabupaten pekalongan memberikan sambutan yang berisi mengenai BPJS, Kelembagaan Karangtaruna dan Panti-panti sosial dan anak yatim piatu. Perlu adanya keteraturan organisasi dan landasan hukum atas yayasan bersangkutan dari mulai akta notaris dan siup-nya.

Kader PSM yang sebagian ibu-ibu rumah tangga.
Ditambahi oleh bapak Sucipto harus adanya keteraturan administrasi dan kearsipan Surat Pertanggungjawaban atas dana-dana yang digelontorkan dari pemerintah kepada masyarakat untk masalah-masalah sosial. Karena bila tidak akan berakibat berurusan dengan pihak yang berwajib.