REKAM DATA e-ktp DI BALAI PERTEMUAN DESA KEDUNGJARAN / GEDUNG BUMDes PADA SENIN 20 NOVEMBER 2017

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Pelantikan Sekretaris Desa

Laelatun Nadifa dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Desa Kedungjaran Saridjo untuk menjalankan tugas menjadi Sekretaris Desa di Kedungjaran

Dana Desa Untuk Pemberdayaan Masyarakat

Desa Kedungjaran adalah salah satu desa yang paling menonjol dalam pemanfaatan Dana Desa guna memberdayakan Masyarakat dalam rangka mengurangi angka kemiskinan masyarakat desa.

Penyerahan Sertifikat Prona

Penyerahan Sertifikat Prona untuk warga Kabupaten Pekalongan dilakukan serentak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan

Perpustakaan Terbaik IT

Kepala Desa Kedungjaran menyampaikan Masukan dihadapan penggiat Literasi Indonesia yang tergabung di Perpuseru untuk mengkuti tahapan Pengusulan di Musyawarah Desa guna memasukkan Perpustakaan yang bisa didanai dari Dana Desa.

Kerja Bakti Drainase Lingkungan

Dalam upaya menghadapi musim penghujan 2018/2019, guna meminimalisir genangan air di linkungan warga dilakukan kerja bakti secara serentak di desa kedungjaran.

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Jumat, 30 Maret 2018

Gemas Bunga Desa


Kemampuan mengelola keuangan adalah kunci sukses kesejahteraan. Tak memandang keadaan ekonomi seseorang, baik ia orang kaya maupun orang dengan kemampuan ekonomi terbatas. Justru masyarakat miskinlah, kemampuan mengelola keuangan harus lebih diberdayakan. Tentu dengan cara sederhana, menabung salah satunya.

Hanya saja bagi masyarakat desa, seperti Desa Kedungjaran Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. Hal sederhana seperti Menabung menjadi permasalahan sendiri karena akses perbankan yang masih jauh dan minim. Kalaupun ada, layanan yang sesuai untuk kaum miskin hampir tidak ada.

Kalaupun ada, masyarakat miskin ternyata enggan harus menabung di loket Bank. Antri dan harus bersanding dengan masyarakat lain yang berkemampuan lebih, tentu dengan uang yang disetor dalam jumlah banyak. Sedangkan ia hanya satu dua lembar, dengan nilai satuan terkecil dalam mata uang yang ada, yaitu seribuan.

Maka sebagai Penanggungjawab Pemerintahan Desa Kedungjaran, Kepala Desa yang selama ini menjadi tumpuan terakhir dari seluruh permasalahan yang terjadi di desa. Termasuk permasalahan keuangan pada masyarakatnya, mengagas Gerakan Desa Menabung dengan tujuan 
  1. Mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan keuangan yang baik dan benar.
  2. Menumbuhkembangkan budaya Menabung.
  3. Mengenalkan Layanan Perbankan sederhana kepada masyarakat desa.
  4. Meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.
  5. Mengintregrasikan Gerakan Menabung dengan kegiatan lain menjadi sebuah Program Lintas sektor yang saling mendukung.
Dengan Inovasi GEMAS BUNGA DESA, Gerakan Masyarakat Menabung Desa Sejahtera. Permasalahan keuangan yang selama ini menjadi momok masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat terpecahkan. Akan tercipta masyarakat desa yang cerdas dalam mengelola keuangannya. Sehingga siap ketika menghadapi permasalahan yang telah terencanakan, terlebih kejadian yang tak terduga.

Dengan GEMAS BUNGA DESA, Gerakan Masyarakat Menabung Desa Sejahtera. Praktek rentenir, Ijon dan Bank Tongol akan menghilang. Kebiasaan menyimpan di Rumah yang tak aman akan tergantikan dengan menyimpan di Bank yang aman dan terjamin. 

Dengan GEMAS BUNGA DESA, Gerakan Masyarakat Menabung Desa Sejahtera. Bukan hal mustahil, Kebijakan Cashless yang dicanangkan pemerintah akan terwujud di Desa dalam wujud sederhana.


Kamis, 29 Maret 2018

Perbaikan Saluran Sipon

Bertempat di Balaidesa Pantirejo Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan, Kamis 29 Maret 2018 berlangsung sosialisasi pengerjaan perbaikan Saluran Air Sipon dan Saluran air PL IV - PL V. Saluran di dua jalur sumber pengairan untuk persawahan di desa kedungjaran.

Persawahan di Desa Kedungjaran dan sekitar, memang seharusnya mendapat sumber pengairan dari 2 sumber. Yaitu dari Bendung Brondong kesesi sebagai sumber utama dan Bendung Gembiro sebagai sumber tambahan atau suplesi.

Hanya saja karena kurangnya perawatan serta kondisi saluran yang berdampingan dengan kali Gosek. Mengakibatkan tanah labil dan dinding saluran longsor ke kali gosek, Hal ini mengakibatkan pada tahun 2000-an saluran air dari Brondong sama sekali tak bisa dialiri air.

Diperparah sejak tahun 2013, Sipon atau saluran air surupan di bawah kali gosek hancur 3 jalur sehingga ditutup total. Lengkap sudah penderitaan petani karena 2 sumber air sama sekali tak berfungsi. 8 desa dengan lebih 1000-an hektar sawah terancam puso di Musim Tanam II di tahun 2018.

Bersyukur usulan demi usulan didengar oleh Kementrian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana di semarang. Pada tahun 2018 ini dianggarkan 12 milyar rupiah untuk perbaikan total saluran sipon dan saluran PL IV - PL V.

Dalam sosialisasi kepala Desa Kedungjaran Bapak Saridjo meminta agar perbaikan berlanjut di PL VIII hingga PL XII karena bila tak diperbaiki air tetap tak bisa mengalir hingga desa terjauh karena saluran di PL VIII dan PL IX juga dalam kerusakan parah.

Jumat, 16 Maret 2018

Nginjen wong Meteng


Angka kematian ibu melahirkan dan anak baru dilahirkan akhir-akhir ini agak mengkwatirkan. Di Desa Kedungjaran saja dalam triwulan pertama 2018 ada 3 kematian bayi baru lahir. Padahal berbagai upaya sudah dilakukan, mulai program RT nginjen wong meteng, sosialisasi Bapak Siaga serta berbagai kelas Ibu Hamil.

Pendataan atas kondisi Ibu Hamil dan kandungannya juga dipantau secara Intensif oleh Bidan Desa, terlebih terhadap Ibu Resiko Tinggi. Pengantaran Kendaraan untuk membawa mereka juga sudah disiapkan 24 jam siaga.

Ternyata dari 3 kasus, 2 kasus pertama adalah Ibu Hamil yang tak terpantau dari awal karena tinggal di luar desa. Baru ketika akan melahirkan pulang dari rantau. Hal inilah yang mengakibatkan Pemerintah Desa tak memiliki data secara detail mengenai Resiko yang harus diantisipasi.

Untuk kasus ketiga adalah terhadap Ibu Sumiati warga dusun III, yang memang sedari awal atas kesehatan si Ibu disarankan agar tidak memiliki anak lagi. Namun karena keinginan memiliki momongan disebabkan kakak-kakaknya telah beranjak dewasa tak terbendung. Sibayi yang bisa lahir normal akhirnya menghembuskan nafas karena kelainan organ dalam.

Hal itulah yang menjadi sekelumit masalah yang disampaikan Kepala Desa Kedungjaran dalam acara Forum Masyarakat Madani Motivator Kesehatan Ibu dan Anak Kecamatan Sragi. Bahwa keberadaan Forum ini sangat diperlukan guna mendukung Pemerintah dalam menekan angka kematian Ibu melahirkan serta anak yang baru dilahirkan.

Hanya saja dukungan pendanaan untuk kegiatan mereka saat ini sangat minim, sehingga perlu sosialisasi kepada Pemerintah Desa agar dapat mengalokasikan dana untuk operasional kegiatan mereka.

Acara yang berlangsung di Desa Kedungjaran Jumat, 15 Maret 2018 dihadiri Bidan Desa, Puskesmas Sragi I, TP PKK Kecamatan Sragi dan Forum Masyarakat Madani Motivator Kesehatan Ibu dan Anak Kecamatan Sragi.

Berjumpa dengan anak

Bersih Jumat Pagi, adalah gerakan yang dicanangkan Bupati Pekalongan Bapak Asip Kholbihi dalam rangka membuat kabupaten Pekalongan bersih, indah dan rapi. Sebuah gerakan yang mewajibkan seluruh eksponen pemerintahan dari Pemerintahan Desa, SKPD / OPD serta lembaga masyarakat umum untuk melakukan kerja bakti bersih-bersih lingkungan pada hari Jumat Pagi.

Hal yang sama sesungguhnya sudah dilakukan Pemerintah Desa Kedungjaran, terutama seluruh Perangkat Desa kecuali bagian Pelayanan administrasi setiap Jumat akan turun kejalan melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan. Kepala Desa Kedungjaran sendiri Bapak Saridjo tak segan-segan turun tangan dengan mengoperasikan mesin Potong rumput.

Jumat, 15 Maret 2018 pagi itu agak sedikit berbeda. Dengan tujuan mengenalkan semangat perduli kepada Lingkungan sedari dini. Selain Perangkat Desa dan Pengurus RT, Pemerintah Desa melibatkan siswa-siswi dari Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah dan Sekolah Dasar Negeri Desa Kedungjaran. Kurang lebih 100-an siswa-siswi dari 2 sekolah yang terdiri dari kelas 5 dan 6 masing-masing sekolah turun ke jalan didampingi guru pendamping. 

Hasilnya luar biasa, dalam sekejap jalanan utama desa bersih dari sampah. Dalam akhir acara yang dikumpulkan di Lapangan Futsal Desa Kedungjaran di hadapan siswa siswi kedua sekolah tersebut, bapak kepala desa memberikan sosialisasi tentang pilah sampah dan tanggungjawab anak sedini mungkin akan lingkungan.

Ada kesepakatan agar kegiatan tersebut menjadi agenda rutin guna memupuk sedini mungkin kepedulian akan lingkungan hidup terhadap anak-anak. 

Kamis, 15 Maret 2018