REKAM DATA e-ktp DI BALAI PERTEMUAN DESA KEDUNGJARAN / GEDUNG BUMDes PADA SENIN 20 NOVEMBER 2017

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Pelantikan Sekretaris Desa

Laelatun Nadifa dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Desa Kedungjaran Saridjo untuk menjalankan tugas menjadi Sekretaris Desa di Kedungjaran

Dana Desa Untuk Pemberdayaan Masyarakat

Desa Kedungjaran adalah salah satu desa yang paling menonjol dalam pemanfaatan Dana Desa guna memberdayakan Masyarakat dalam rangka mengurangi angka kemiskinan masyarakat desa.

Penyerahan Sertifikat Prona

Penyerahan Sertifikat Prona untuk warga Kabupaten Pekalongan dilakukan serentak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan

Perpustakaan Terbaik IT

Kepala Desa Kedungjaran menyampaikan Masukan dihadapan penggiat Literasi Indonesia yang tergabung di Perpuseru untuk mengkuti tahapan Pengusulan di Musyawarah Desa guna memasukkan Perpustakaan yang bisa didanai dari Dana Desa.

Kerja Bakti Drainase Lingkungan

Dalam upaya menghadapi musim penghujan 2018/2019, guna meminimalisir genangan air di linkungan warga dilakukan kerja bakti secara serentak di desa kedungjaran.

Launching Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Dalam upaya melindungi warga Desa Kedungjaran dari resiko kesehatan, kecelakaan kerja dan Kematian. Desa Kedungjaran menggalakkan kesadaran warga untuk ikut dalam program Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Rabu, 26 Februari 2014

Desa Maju Tanpa Balai Desa, Mungkinkah ?


Desa Kedungjaran, yang kini dipimpin oleh Kepala Desa yang baru yaitu Bapak Saridjo merupakan desa super aneh di jagat Negeri ini. Kenapa ?, karena desa yang terletak di kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan yang sebenarnya senantiasa menjadi corong kemajuan Pembangunan di wilayahnya ini punya keunikan tersendiri. Untuk kemajuan Pembangunan tak membuat heran karena di kedungjaran banyak terdapat para Pegawai Negeri dan Para Pemikir hingga kemajuan Pembangunan sedikit ada di depan desa-desa sekitar. Namun yang unik hingga sering diledek super aneh karena setiap ganti pemerintahan pasca Pilkades maka berpindah Kantor Kepala desa.

Demikian pula Kepala Desa yang sekarang ini, seakan ini adalah Hukum Alam yang musti dijalani tanpa perlu dipertanyakan.

Sejarah desa mencatat, paling tidak sudah 6 kali Balai desa Kedungjaran berpindah-pindah tempat. Dari semula berbentuk bedeng, numpang di Rumah Warga hingga Permanen ketika era kepemimpinan Soeryadi-Soetopo. Namun ketika kepemimpinan Zaenal Abidin Balaidesa berpindah-pindah tempat hingga 3 kali. Diawali perseteruan tiada henti dengan pemilik Tanah Balaidesa, maka Pemerintahan berpindah di Rumah Penduduk tepatnya di Rumah Pak Ratoyo yang pada waktu itu sebagai Pamong Tani. Tak berapa lama, pindah ke Pasar Desa dan akhirnya membangun permanen di Tanah milik organisasi atas nama Bapak Citro.

Pada kepemimpinan yang terbaru di bawah Bapak Saridjo muncul kembali wacana Pindah Kantor karena Kantor yang sekarang akan dipakai oleh Pemiliknya.

Entahlah, kadang Pemerintah Desa Kedungjaran sering menanyakan hal tersebut ke Pemerintahan di atasnya namun tak pernah mendapat Jawaban yang memuaskan. Terakhir dengan tegas Kepala Desa yang sekarang Bapak Saridjo mengatakan. Ini adalah Terakhir kali untuk selamanya Balai desa Kedungjaran berpindah. Akan di Paku Bumikan Balaidesa pada kepemimpinannya hingga tak ada lagi cerita ganti pemimpin ganti Kantor Desa. Dan ini nampaknya diamini Pemimpin di atasnya. Semoga harapan mulia ini segera terlaksana, demi terciptanya pelayanan yang memuaskan berdasar dari ketenangan karena mempunyai kantor resmi sendiri segera terwujud.

Sabtu, 22 Februari 2014

Menuju Pelayanan berbasis IT


Adalah sudah menjadi hal yang wajar dan lumprah bila kita menyaksikan sebuah pemandangan di kantor-kantor desa penuh sesak dengan kertas-kertas bertumpukan. Jangan membayangkan tatanan kertas yang rapih dalam filing kabinet, tapi bertumpukan dalam arti yang sebenarnya. Bahkan lebih tepat bila dikatakan berserakan.

Maka tak heran bila kita membutuhkan sebuah surat, apalagi bila mengenai kehilangan surat penting maka perangkat Desa akan sibuk membongkar data-data dalam tumpukan kertas tadi. Tak terbayang betapa ribetnya. Walau memang ada Kantor Desa yang sudah sedikit lebih rapi dengan menata perbagian tumpukan dokumen-dokumen penting tersebut. Namun kebanyakan seperti itulah gambaran umum kantor desa di negara kita.

Ditengah gembar-gembor Pelayanan cepat satu pintu diberbagai Instansi, aparat Pemerintah Desa tetap berkutat dalam tumpukan kertas berdebu tadi. Maka menjadi pemikiran yang selalu mengganggu benak Kepala Desa Kedungjaran, apakah mungkin bisa merubah fenomena yang ada di desa-desa indonesia.

Maka Ibarat, bisul pecah ketika acara Musrenbang Kamis, 20 Februari 2014 kemarin usulan Penerapan Tekhnologi IT di Desa-desa diusulkan. Mendapat tanggapan Positif maka dilaksanakan diskusi terbuka antara DPRD Tk II pemerhati wilayah kecamatan Sragi dari daerah Pemilihan 3 dengan Paguyuban Praja Kusuma Sragi pada hari, Sabtu 22 Februari 2014. Diskusi mengenai Pembangunan Desa dengan penerapan Tekhnologi IT terkini. Kedepan adalah hal lumprah ketika Perangkat Desa melakukan Tele Confrence dengan sesama Perangkat Desa lain atau Pimpinan Instansi lain di lingkungan wilayahnya.

Gayng bersambut, ternyata DPRD Tk II Pekalongan sangat menyetujui usulan yang diusung Paguyuban kepala desa Praja Kusuma Kecamatan Sragi. Ada harapan usulan tersebut bisa terealisasi pada perubahan APBD Tahun 2014.

Layanan cepat, data valid dan akurat dan Penyimpanan yang aman dengan backup rahasia serta super aman di Tempat Penyimpanan cloud server. Data terhindar dari kerusakan apapun, dan dapat diakses dari manapun oleh yang berhak. Sungguh Luar biasa.

Kamis, 20 Februari 2014

Musrenbang Kecamatan Sragi Th 2014

Minggu pertengahan bulan Februari ini merupakan waktu sibuk untuk aparatur Pemerintahan, baik di level Pemda, Kecamatan hingga desa semua sibuk. Betapa tidak, berbagai acara saling susul di bulan ini mulai penyusunan RKPDes dan RPJMDes hasil dari Musrenbangdes yang telah dilaksanakan pada waktu sebelumnya. Terlebih secara bersamaan turun Program Dana Bantuan Gubernur untuk Sarana Prasarana, tambah semakin sibuk saja. Namun semua dilaksanakan dengan sumringah dan tanpa keluh kesah.
Hari Kamis, 20 Februari 2014 berlangsung di aula PG Sragi secara marathon juga berlangsung acara yang merupakan lanjutan dari Musrenbangdes yang dilakukan di tiap-tiap desa. Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan atau biasa disebut Musrenbangcam, adalah tahapan penting yang harus dilalui agar usulan-usulan Pembangunan dari Desa bisa diakomodir sesuai skala Prioritas dan keurgensian dari usulan tersebut.


Acara yang dihadiri juga oleh wakil Bappeda Kabupaten Pekalongan, anggota DPRD Dapil 3 serta segenap Muspika serta jajaran UPT Dinas di Kecamatan Sragi. Dibuka oleh Bapak Edi Sutanto, SIP dan dilanjutkan sambutan dari Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Bapak H. Asip Qolbi. Berbagai pemaparan diberikan dari mulai manfaat Musrenbangcam hingga persiapan desa menghadapi pelaksanaan Undang-Undang Desa 2014.

 
Sesi pertama dilakukan dengan pengumpulan usulan prioritas yang disampaikan masing-masing kepala desa. Usulan tersebut dimungkinkan didanai dari perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun 2014. hal itu dijanjikan oleh Bapak Kundarto, SE dan Bapak Heri Sabdo. Dilanjut dengan sesi kedua yang diisi dengan penyampaian usulan oleh wakil LPMD dan Kelompok Perwakilan Wanita.

Desa Kedungjaran dalam Musrenbangcam Tahun 2014 mengusulkan Normalisasi Tebing Kali Sragi, Diesel untuk pengairan, Pengaspalan Jalan Lingkar utara dan Pembangunan Balaidesa Kedungjaran. Karena memang sampai saat ini Desa Kedungjaran belum punya Balai Desa Definitif yang syah menjadi milik Desa.

Pertemuan ke-2 Paguyuban Praja Kusuma


Desa Klunjukan pagi itu tampak lain dibanding hari - hari sebelumnya. Banyak tamu berdatangan di kediaman Bapak Ciswo kepala desa Klunjukan. Tamunyapun bukan sembarangan tamu, namun para pemimpin desa-desa sekecamatan Sragi. Memang pada hari itu, Rabu 19 Februari 2014 Klunjukan didaulat sebagai tuan rumah pertemuan rutin bulanan ke-2 yang bertepatan pula pada bulan Februari.



Dihadiri juga oleh Bapak AKP Legito selaku Kapolsek Sragi yang dalam kesempatan yang terbatas karena tugas beliau menyampaikan himbauan kepada Kepala Desa agar bersikap Netral pada Pileg 2014. Juga himbauan untuk menjaga keamanan dikarenakan akhir-akhir ini meningkat intensitas kriminalitas terutama Pencurian dan Penjambretan di jalan raya.




Sedang Bapak Camat Sragi Edi Sutanto SIP didampingi istri dan jajarannya yaitu Sekcam Hari Pancasilardi beserta Kasie Pemerintahan Bapak Bambang menyampaikan paparan mengenai jalannya pembangunan di Kecamatan Sragi dan himbauan-himbauan dari beliau Bapak Bupati.

Acara berlangsung dengan agenda yang sangat padat karena memang banyak permasalahan yang timbul di desa. Mulai persiapan Proposal berbagai bantuan mulai dari Dana bantuan Gubernur, Jides dan Program SRI. 

Yang mengemuka dari pertemuan siang itu, betapa penting pertemuan Praja Kusuma ini agar senantiasa melakukan pertemuan Rutin guna saling Konsolidasi dan Koordinasi. Baik sesama Kepala desa maupun dengan Pemerintahan diatasnya seperti kecamatan dan Pimpinan Muspika lainnya. Dari pertemuan itu akan didapat pengalaman-pengalaman baru yang bisa diterapkan di desa masing-masing demi kemajuan Desa dan terwujudnya masyarakat yang makmur sejahtera serta menjunjung kearifan Lokal.
Pada penghujung acara diakhiri dengan arisan sebagai penentu Tuan Rumah pertemuan Rutin berikutnya yang jatuh pada Desa Kedungjaran.

Sabtu, 15 Februari 2014

Gurihnya Opak klamrah


Ditengah gencarnya gempuran makanan ringan modern seperti segala Kue kering, Nugget, Jelly hingga keripik Kentang. Opak masih tetap eksis, walau memang untuk kalangan terbatas. Memang sangat sulit untuk menemukan panganan satu ini, justru sekarang ada satu dua terselip di Toko Waralaba modern dengan kemasan modern dan rasa yang mengikuti selera seperti opak balado atau opak rasa pedas.


Di desa Kedungjaran, tepatnya di dusun II ada pengrajin Opak Original dalam hal rasa. Hnaya bentuk sudah mengalami perubahan. Bila dulu kita ketahui ada Opak enggok yang hitam, atau Opak biasa yang kecoklatan bila di goreng ini karena beda bahan baku. Tetap dari singkong namun yang Opak enggok diproduksi dari Singkong yang sudah dikeringkan atau gaplek. sedang Opak Mak Klamrah adalah Opak biasa hanya ukurannya kecil dengan rata-rata diameter 2 cm. Adapun yang original biasanya berukuran 10 - 12 cm.

Opak Mak Klamprah, mungkin tak setenar Opak mak Icih. namun siapa sangak Opak Mak Klamprah sudah pernah dikirim ke jepang. Karena kebetulan anak dari si-pengrajin berkesempatan kerja magang di Jepang sana. Begitu di cobakan pada orang Jepang kata mereka 'Oishin' enak katanya. Namun karena faktor keterbatasan sarana dan ketatnya peraturan maka angan-angan go internasional sementara hanya angan.
Kembali ke Opak mak Klamprah, dengan ukuran yang kecil dan ketipisan yang lebih tipis menjadikan ketika kita makan kadang kita seperti terbius hingga tak mau berhenti. Cocok dimakan sebagai teman Teh atau Kopi, digoreng mendekati gosong rasa gurihnya akan lebih terasa. Dengan proses produksi masih tradisional pemesanan dilayani semampunya, paling ramai menjelang masa hajatan orang desa selepas Hari Raya Idul fitri.

Dengan harga murah namun rasa yang tak kalah enak, maka tak salah bila makanan ini menjadi pilihan wajib kala santai sambil melihat TV atau untuk menjamu tamu. Hanya penambahan rasa dengan varian beragam mungkin bisa lebih membuat makanan ini bisa diterima anak-anak. Penyuluhan, permodalan dan bantuan pemasaran akan sangat bermanfaat selain penyuluhan Produksi dengan alat modern seperti oven untuk pengeringan akan membuat usaha ini lebih berkembang.

Segarnya Tape Ketan Mbak Uripah

Hujan-hujan seperti sekarang ini wedang jahe pasti cocok, menghangatkan. Namun lebih menghangatkan badan bila anda pernah mencoba seduhan Tape Ketan. Panasnya lebih lama kata beberapa penikmat setia Wedang Tape Ketan ini. Dimakan begitu saja dari daun pembungkus dengan menggunakan 'suru' berupa sobekan daun pembungkusnya juga tak kalah segar. Kadang bila menemui yang sudah matang benar rasa panas sedikit membakar ditenggorokan, maklum hasil fermentasi ragi pasti menghasilkan rasa alkohol walau sedikit.

Untuk menikmati wedang Tape Ketan ini sangat mudah, cukup datangi warung-warung di sekitaran desa kedungjaran pasti ada. Sejatinya makanan ini terhitung kattegori makanan kecil, namun karena kreatifitas sang empunya warung makanan ini menjadi sajian wedang yang tak kalah legendaris. Namun ingat, jangat terlalu banyak mengonsumsinya kalau tak ingin tekanan darah sedikit naik.

Untuk pemesanan dalam jumlah banyak juga gampang koq. Rumahnya terletak di wilayah yang gampang ditemui, pertigaan Jl. Bojong sragi yang ke arah purworejo, atau ex balai desa lama Kedungjaran. Namanya Mbak Uripah, orangnya tinggi besar dengan suara yang besar pula. Soal harga bisa nego, untuk warung atau dijual kembali sudah harga murah kadang barang ditipkan dulu baru bayar kemudian hari bersama pengiriman berikutnya. Masalah Kehygenisan jangan kwatir, Mbak Uripah juga kader TP PKK yang tentunya sangat mengedepankan kebersihan untuk makanan yang diproduksinya. Maka jangan ragu, untuk konsumsi pribadi atau dijual kembali hubungi langsung Mbak uripah untuk camilan Tape Ketannya.

Potensi UKM, Rengginang Mbah Siti

Orangnya sudah tua, namun jemarinya masih cekatan mencetak adonan yang merupakan bahan rengginang berupa nasi ketan yang sudah dibumbui dengan bumbu khusus dan rahasia warisan keluarga. Tak boleh terlalu tebal, namun juga jangan terlalu tipis katanya. Pengeringannya juga harus dengan sinar matahari langsung, rasanya lebih sedap. Menggorengnya juga jangan pelit minyak, angkat ketika warna menjelang kecoklatan emas, maka kresssss... gurih dan renyah.

Sebagai produsen makanan ringan tradisional berskala rumahan, Mak Siti senantiasa menggunakan pola produksi tradisional. Walau pesanan membanjir apalagi bila menjelang musim hajatan yang seringnya pada bulan syawal hingga bulan besar dalam kalender Dzulhijah. Mak Siti tidak pernah berniat memperbesar jumlah produksinya dengan memanfaatkan alat yang lebih modern atau menambah jumlah tenaga kerja. Padahal bila mengandalkan Pengeringan Tradisional dengan sinar matahari Proses produksi kadang tak bisa ditentukan. Lain halnya bila menggunakan Oven pengering, produksi pasti tak akan mengenal cuaca. Hingga stock rangginang mentah belum goreng bisa diperbanyak.

Namun sekali lagi, Mak Siti yang tinggal di Dusun I Rt 002 Rw 001 Desa Kedungjaran ini berujar bahwa kalau ngoyo pasti akan merubah rasa. Dan memang rangginang Mak Siti ini memang punya rasa yang khas, ada rasa Terasi yang samar berpadu dengan gurihnya bawang putih dan bawang merah, tak asin dan tak hambar. Digoreng agak kecoklatan rasanya makin terasa manthab.

Kedepan perlu penyuluhan agar beliau mau mengadaptasi proses modern dengan alat-alat yang lebih canggih hingga produksi lebih banyak dan pemasaran bisa lebih jauh menjangkau ke daerah lain. untuk sementara bila anda hendak mencicipi atau memang akan memesan, datanglah jauh-jauh hari agar bisa ditentukan bisa tidaknya melayani pesanan anda.

Pesta Siaga Kecamatan Sragi

Bertempat di SMPN 3 Sragi Bulaksari dengan tempat transit peserta di SDN Bulaksari Desa Bulaksari Kecamatan Sragi Senin, 10 Februari 2014 dilaksanakan Pesta siaga SD / Madrasah se-kecamatan Sragi. Acara dimulai Pukul 09.00 Wib diikuti oleh seluruh Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah baik Negeri maupun swasta yang ada di wilayah Kecamatan Sragi.

Kegiatan yang sangat positif untuk memupuk jiwa kepemimpinan sejak dini. Dan bila melihat kegiatan yang dilatihkan dan dilombakan seperti tali temali, bola kasti dan baris-berbaris dan paduan suara adalah angin segar disaat gencarnya serbuan permainan berbentuk permainan elektronis didalam gadget yang membius anak-anak hingga sering lupa waktu dan hanya tertuju pada permainan yang ia mainkan.

Desa Kedungjaran pun ikut ambil bagian dalam acara yang juga di bantu dari KKN Undip yang dalam waktu bersamaan diterjunkan di wilayah Kecamatan sragi. Dengan beberapa hari melakukan pelatihan terhadap Tim Siaga baik MI dan SD Negeri.

Acara berlangsung meriah, dengan suasana khas anak-anak yang sesekali diselingi saling canda. Dalam kesempatan tersebut Tim Putri  MIM Muhammadiyah Kedungjaran mendapatkan posisi Juara 3 sedang Juara 1 direbut oleh Tim Putri SDN Ketanon Ageng dari  dan juara 2 oleh Tim Putri SDN Kalijambe. Sedang untuk Tim Putra MIM Kedungjaran hanya mendapat posisi ke-8.

Selasa, 11 Februari 2014

Laporan Dana Perbaikan Drainase Depan Rasmani & Jembatan Dukuh

Guna mempercepat aliran pembuangan genangan air dari dusun 2 dan dusun 3 yang apabila musim penghujan sering terjadi banjir. Maka saluran Drainase di depan Bapak rasmani yang sudah rusak parah segera diperbaiki. Hal ini dilakukan melihat Kondisi ketika turun hujan, hanya dalam waktu sekejap daerah sekitar Bapak Tarmidi hingga depan Bapak slamet di dusun 3 langsung tergenang dengan ketinggian antara 10-30cm.


Menggunakan sisa dana ADD Tahap ke-2 Tahun 2013 dan Sisa Uang Pengganti Kerja Panitia Pemilihan Kepala desa Kedungjaran Tahun 2013 hibah dari Badan permusyawaratan Desa Kedungjaran dibawah kepemimpinan Bapak Suud sebesara Rp.3.500.000,- 

Ada proyek yang dikerjakan berbarengan, yaitu pembuatan Jembatan Dukuh disebelah barat Rumah ketua RW 007 Dusun IV Bapak Mustari. Adapun Laporan 2 proyek tersebut yang sudah disetujui oleh LPMD dan BPD Desa Kedungjaran adalah sebagai berikut : 



Senin, 10 Februari 2014

Laporan Posko Banjir desa Kedungjaran

Syukur Alhamdulillah Musibah Banjir di desa Kedungjaran sudah berlalu. Tinggal memperbaiki berbagai hal yang diakibatkan oleh banjir tersebut berupa jalan-jalan dan prasarana lain yang rusak. Adapun laporan penggunaan dana hasil sumbangan dari para Donatur adalah sebagai berikut :

Penanggung Jawab  : RIDHOWI
Waktu Pelaksanaan : 1 Minggu, ( Dapur Umum 2 hari, Pengobatan Gratis terakhir Minggu, 9 - 2 - 2014 )



Minggu, 09 Februari 2014

Raskin.... Beras yang kadang buat orang yang tidak miskin.

Masih teringat pada acara Sosialisasi Bantuan gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Pemalang Sabtu, 8 Februari 2014 kemarin. Ketika seorang kepala desa menyampaikan pendapatnya mengenai ketidak tepatan data atas klasifikasi desa penerima bantuan yang menjadi tiga kategori, desa dengan penduduk miskin sedikit, sedang dan tinggi. Semakin tinggi angka kemiskinan semakin banyak desa mendapat dana bantuan. Sangat tepat memang bila kebijakan itu yang diterapkan, tapi tunggu dulu.

Benar yang diutarakan Pak Marnoto Kepala Desa dari daerah Tirto Pekalongan yang menyampaikan ada desa dengan taraf ekonomi lebih baik menerima dana lebih besar dari desanya yang taraf kehidupannya lebih buruk. Harus kita akui bahwa selama ini data yang menjadi acuan pengambilan kebijakan adalah hasil survey, sensus dan pendataan dari BPS yang dilakukan bertahun-tahun yang lalu. Yang tentu kevalid-tan datanya sudah tentu banyak perubahan dan harus diganti. Perubahan taraf hidup penduduk sangat cepat berubah, roda pembangunan juga cepat berputar. Sedang data yang dipakai masih data lama yang sudah tentu sangat tidak pas dengan kenyataan terkini.

Demikian juga yang terjadi ketika ada kebijakan Balsem ( BLSM ) dan Raskin. Banyak ditemui kejanggalan-kejanggalan ketika antrian pengambil bantuan diisi oleh warga yang berpenampilan wah dengan berbagai perhiasan yang dipakainya. Kadang tak risih diantar dengan Kendaraan bahkan mobil keluaran terbaru.

Hari ini, di sekretariat desa Kedungjaran senin, 10 Januari 2014 berlangsung pengambilan Beras miskin. Jatah yang diberikan pemerintah kadang membuat jantung aparatur pemerintah desa berdegup kencang karena yang menerima justru dari kalangan agak berada dibandingkan beberapa penduduk yang nyata-nyata tak mampu tapi tak mendapat jatah. Solusi nekatpun diambil dengan kesepakatan bersama BPD, Tokoh Masyarakat dan pengurus kewilayahan setempat. Terpaksa jatah dibagi rata, yang mampu tetap dapat namun bagiannya dibagi dengan warga yang tak mampu tadi.
Hampir semua desa melakukan hal seperti itu daripada diuber-uber warga bahkan didemo dengan tuduhan pilih kasih ketika memasukkan usulan nama-nama calon penerima raskin. Bahkan ada beberapa desa dengan berani menolak bantuan tersebut karena beras yang dibagikan kwalitas tak layak konsumsi dan banyak masalah pada penerimanya. 



Sepatutnya sudah harus ada kebijakan untuk melakukan Sensus kembali dengan data yang berpusat di desa. Beri fasilitas dan pelatihan yang cukup, software Informasi Desa yang mumpuni maka kedepan data yang didapat dari desa adalah benar-benar data yang valid, terupdate terus dan terkini secara berkesinambungan. Ini juga yang sebenarnya ingin disampaikan Penulis pada acara Sosialisasi Dana bantuan Gubernur Jawa tengah di Pemalang, namun karena keterbatasan waktu hal tersebut untuk sementara tertunda.

Korespodensi dengan Kabid Pengembangan Desa Kelurahan dan Sosbud Masyarakat Provinsi Jawa Tengah Bapak Raidun, SH, Mhun dan Kasubid Pengembangan Kapasitas Desa dan Kelurahan dan Kelembagaan Masyarakat Provinsi Jawa tengah Ibu Siti Asiyah, SE, MM. Bila Gubernur berkenan untuk memberikan tidak saja dalam Pembangunan Sarana Prasarana Fisik namun kepada kemampuan pengkinian data berbasis desa, keuntungan yang tak terhingga akan dipetik 1-2 tahun kedepan. Kemudahan pelayanan pemerintahan desa kepada warganya, juga kevalidtan data yang diberikan kepada Pemerintah di atasnya yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sabtu, 08 Februari 2014

Pengobatan Gratis Gelombang ke-2


Menyadari betapa masih banyak warga yang belum terlayani pada Pengobatan Gratis Pasca Banjir, maka Pemerintah desa Kedungjaran pada Minggu, 9 Februari 2014 melaksanakan Pengobatan Gratis gelombang ke-2. Bertempat di Sekretariat Desa Kedungjaran Kecamatan sragi Kabupaten Pekalongan.

Acara ini mendadak diadakan, sebagai langkah pro aktif Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan mencermati situasi desa Kedungjaran yang belum terlayani Pelayanan Kesehatan karena Polindes baru bisa dibuka besok senin, 10 Februari 2014. Padahal warga disinyalir banyak yang terkena sakit karena banyaknya genangan air hingga banyak bibit penyakit dan cuaca yang tak menentu.

Pelayanan dipadupadankan dengan kegiatan PKD Desa Kedungjaran yang diwakili Saudari Ristyowati dan Pokja PKK IV Kesehatan dan Posyandu Ibu Bidan Herlina. Adapun dari Dinas Kesehatan diawaki Petugas Kesehatan Didin Sungkono sedang jumlah pasien pada siang itu hingga berita ini ditulis mencapai  92-an orang.

Apresiasi teramat tinggi kami sampaikan atas pelayanan jemput Bola yang telah dilakukan dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Pameo bahwa orang miskin tak boleh sakit terbantah di desa Kedungjaran. Di sini orang miskin yang sakit dilayani dengan manusiawi, layak dan terhormat.

Semoga Pelayanan seperti ini senantiasa bisa dilaksanakan tidak saja ketika ada keadaan darurat, namun secara berkala dan berkesinambungan.

Sragi Expo,..... Rahat Tenan.


Digawangi oleh anak-anak KKN Undip Semarang yang pada waktu sebulan ini diterjunkan ke wilayah Kecamatan Sragi, sebuah acara yang sangat-sangat positif dan membangun dilaksanakan di Lapangan sepakbola desa Krasak Ageng Kecamatan Sragi Pekalongan. Positif karena Sragi Expo mengangkat produksi ukm dan potensi seni budaya dari masing-masing desa dari desa-desa sekecamatan Sragi.

Dibuka oleh Bapak Camat Sragi Edy Sutanto, SIp. acara yang berlangsung pada hari Sabtu 8 Februari 2014 berlangsung meriah. Masing-masing desa yang diawaki Tim KKN dari penempatan disetiap desa tampil dengan kreatifitas bermacam-macam. Standpun sangat penuh warna, selain tampak menarik juga memberi kesan wah dan spektakuler.

Dari beberapa stand yang penulis kunjungi ada beberapa produk unggulan yang merupakan hasil UKM Desa setempat seperti Telor Asin dari Kedungjaran. Ketua Stand dalam kesempatan tersebut yaitu saudara Faisal menerangkan bahwa ajang ini sangat penting selain sebagai media show off atau pamer karya juga sebagai media iklan yang bisa menambah pangsa pasar. Di Stand Kedungjaran juga ditampilkan produk Makanan alternatif  anti kanker yaitu Kue Beton ( biji Nangka ) coklat. Penulis sempat mencicipi, rasanya enak dan melihat khasiatnya sungguh membuat sangat tertarik.
Beberapa stand desa lain juga tak kalah menarik, Purworejo dengan alat penyuling air sederhana yang tentu sangat berharga dan bermanfaat pada musim penghujan seperti saat ini. Nampak desa Purwodadi juga memamerkan kegiatan penanganan bencana banjir yang terjadi beberapa hari yang lalu. Di panggung utama selain Band juga diisi pertunjukan Marhabanan dan tari-tarian, sungguh sangat kumplit. 


Lapangan yang becek karena diguyur hujan pada malam sebelumnya tak mengurangi animo masyarakat untuk mengunjungi Sragi Expo tersebut. Beberapa pengunjung berujar, lumayan hiburan pasca banjir.

UU NO.6 TH 2014 TENTANG DESA

Pengertian Tentang Desa

Peta desa


Peta ini masih jauh dari sempurna, kedepan akan dilakukan perbaikan secara bertahap agar memenuhi kebutuhan yang lebih Luas

Sosialisasi Bantuan Gubernur se Karsidenan Pekalongan

Sabtu 8 Februari 2014, seharusnya Kepala Desa kedungjaran beserta 4 orang dari UPK PNPM Sragi menuju ke Desa Sambak Magelang untuk mengikuti acara Tasyakuran Undang-undang desa yang dilaksanakan oleh Forum Radio Komunitas, Acces, Cides dan Combine . Dalam acara tersebut akan dibicarakan mengenai gagasan Desa Informatif yang secara aktif menggunakan Tekhnologi IT guna menunjang pelayanan Pemerintah Desa dan Media penghubung Pemdes dengan masyarakatnya.

Namun undangan dari Kecamatan datang tiba-tiba, hingga acara yang sudah disiapkan sebulan yang lalu gagal dikunjungi. Bapak Gurbernur Jawa tengah Ganjar Pranowo akan datang ke Pemalang guna sosialisasi Dana Bantuan Gurbernur yang segera akan diterima oleh desa sejawa tengah. Menghormati Kedinasan, dan juga sebagai pengobat rindu karena dulu pernah menjadi kader beliau disebuah partai, niat ke Magelangpun dibatalkan.
Ganteng nemen ya ......

Berlangsung Di Gedung pertemuan di seberang Mapolres Pemalang acara dimulai tepat waktu, penulis yang datang satu rombongan dari Kecamatan Sragi telat 15 menitan mendapat tempat di belakang.  Sebuah nilai plus, karena selama ini acara-acara seperti ini pasti mundur dari waktu yang dijadwalkan. Semoga saja ketepatan ini bisa menular ke instansi di bawahnya. Walau harus diakui ketegasan waktu oleh Bapak Amat Antono Bupati Pekalongan juga patut diacungi jempol karena bagi peserta rapat dinas yang telat pasti tak bisa masuk ke ruangan karena pintu pasti sudah dikunci rapat.

Kepala Desa se Karsidenan Pekalongan
Pertemuan yang dimulai pukul 09.00 wibb berlangsung tertib dan hikmat, sambutan beliau memberikan angin segar ditengah keputus asaan atas ADD Pemerintah desa Pekalongan yang hanya berkisar antara 50-an juta. Desa Kedungjaran Kecamatan sragi terakhir hanya mendapat kurang lebih 50 juta rupiah yang dicairkan dalam dua termin, separuh untuk kelembagaan dan separuhnya lagi untuk sarana prasarana. Tentu bisa dibayangkan dengan dana sebesar itu sebuah desa akan bisa membangun apa. Ditambah desa Kedungjaran tak memiliki balai desa, jangankan untuk membangun balaidesa untuk perbaikan sarana prasarana juga jauh dari cukup.

Keinginan untuk mengutarakan permasalahan desa begitu meluap-luap. Maka dengan menenteng kamera penulis berusaha merangseg dari barisan paling belakang, namun apa daya penanya dibatasi dan sudah direbut peserta deretan depan. Namun tak mengapa karena sebagian telah terwakili dalam usulan-usulan yang disampaikan dari perwakilan kepla desa Brebes Kali alang, Pemalang belik dan Pekalongan Tirto. Hanya semua usulan bersifat sarana prasarana, usulan dari pemerintah desa Kedungjaran berupa modernisasi sarana pelayanan Pemerintah desa berupa Software System informasi desa sementara belum tersampaikan.

Dah jadi Bupati juga mbanyol terusssss............
Namun diakhir acara ada harapan ketika nomor telepon dan alamat email ditampilkan di slide proyektor. Insya allah dengan sesegera mungkin masalah ini akan kami kirim ke alamat yang telah disebutkan, dan semoga pula dapat ditanggapi dan dikabulkan agar Desa bersystem data betul-betul terwujud hingga data yang ada di desa sebagai ujung pengumpulan data Pemerintah dari Kabupaten hingga Provinsi dan pusat adalah benar-benar data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Untuk level desa pelayanan berbasis tekhnologi akan mempercepat Pelayanan terhadap warganya, hingga tak perlu lama hanya untuk mendapatkan sebuah surat dari desa karena hanya dengan satu klik surat sudah langsung tercetak dengan data yang valid dan benar pula.

Pelatihan Penyusunan RKPDes dan RPJMDes oleh UPK PNPM Kecamatan sragi.


Pembangunan yang dilaksanakan di pedesaan selama ini dilakukan dengan pola yang sebenarnya sudah tertata rapi dalam sebuah wadah perencanaan yang tertuang di Peraturan desa RPJMDes. Di dalam RPJMDes tersebut termaktub segala rencana pembangunan yang harus dilaksanakan Pemerintah desa selama 5 tahun. Adapun untuk pelaksanaan tiap tahunnya dituangkan dalam RKPDes yang didalamnya berisi perencanaan Pembangunan dalam 1 tahun.

Menjelang diberlakukaknnya UU Desa yang baru, dimana pelaksanaan pembangunan memang harus tertata rapih dari mulai Perencanaan, Pelaksanaan hingga pertanggungjawaban maka UPK PNPM Kecamatan sragi melakukan pelatihan sekaligus pengawalan pembuatan RKPDes yang dilaksanakan selama dua hari dimulai hari Kamis hingga Jumat, 6 - 7 Februari 2014 di Rumah Makan Pondok Bambu Comal.
Pelatihan tersebut sangat penting karena ternyata banyak desa tersandung dalam hal ini. Yang seharusnya bisa terjadwal rapi dan tertuang dalam RKPDes secara runut dan urut kadang terdapat kekurangan disana-sini. Dibuka oleh Bapak camat sragi, Edy sutanto, SIp acara diisi oleh Fasilitator secara marathon selama dua hari penuh. Dikuti masing-masing 3 wakil untuk tiap desa yang terdiri dari Kepala Desa yang diwakili sekretaris Desa, BPD dan LPMD.